KH Tengku Zulkarnain

wasekjen MUI

Beliau  menuai kecaman   karena komentarnya di Medsos yang dianggap  menghina suku bangsa di Indonesia

+++++

sumber :https://profilbiodataustadz.blogspot.co.id/2016/11/profil-dan-biodata-kh-tengku-zulkarnain.html

Profil Dan Biodata KH. Tengku Zulkarnain, Wakil Sekjen MUI

Diposkan oleh Adinda Sofia di 06.05

Profil Dan Biodata KH. Tengku Zulkarnain, Wakil Sekjen MUI – Beberapa waktu terakhir, nama KH. Tengku Zulkarnain begitu ramai dibicarakan baik di media online maupun di televisi nasional. Nama Tengku Zulkarnain begitu hangat menjadi perbincangan masyarakat, hal ini karena beliau adalah termasuk salah satu ulama yang berbicara keras terhadap kasus dugaan penistaan Agama yang dilakukan oleh Ahok. Beliau termasuk yang sangat mengutuk keras apa yang dilakukan oleh Ahok terkait penistaan terhadap Agama Islam.

Profil Dan Biodata Tengku Zulkarnain

Profil Dan Biodata KH. Tengku Zulkarnain

Terlebih lagi setelah beliau KH. Tengku Zulkarnain hadir dan berbicara di acara ILC yang di TVOne. Setelah tampi di acara ILC tersebut, mulai banyak yang penasaran dan ingin mengetahui lebih jauh mengenai profil dan biodata Tengku Zulkarnain. Sejauh ini memang sangat sedikit sekali informasi mengenai profil dan biodata Tengku Zulkarnain yang bisa didapatkan. Referensi mengenai profil dan biodata Tengku Zulkarnain ini memang sangat minim, sehingga sedikit sulit juga untuk menyajikan berbagai info terkait biodata Tengku Zulkarnain.

Lalu seperti apa dan siapa sebenarnya profil Tengku Zulkarnain, bagaimana sepak terjang beliau dalam membela Islam, blog profilbiodataustadz akan berusaha menyajikan profil dan biodata lengkap KH. Tengku Zulkarnain di bawah ini untuk Anda.

Aktifitas KH. Tengku Zulkarnain

  • Ketua Majelis Fatwa PP Mathla’ul Anwar
  • Member Board of Shariah Supervisors BPD Riau
  • Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI Pusat (2015-2020)
  1. Tengku Zulkarnain ini termasuk salah satu tokoh Islam yang aktif dalam MUI. Beliau terpilih menjadi Wakil Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Majeli Ulama Indonesia didasarkan pada hasil Musyawarah Nasional ke 9 MUI yang digelar pada bulan Agustus untuk masa periode kepengurusan 2015-2020. Profil KH. Tengku Zulkarnain ini juga termasuk seorang Ulama yang aktif menjadi anggota penasihat untuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Kepulauan Riau.

Selain itu, beliau juga aktif sebagai Ketua Majelis Fatwa untuk PP Mathla’ul Anwar. KH. Tengku Zulkarnain termasuk salah satu Ulama yang aktif bersuara dan memberikan komentar terhadap beberapa masalah dan issu yang sedang hangat diperbincangkan di tengah masyarakat. Banyak sekali masalah yang beliau komenatari, mulai dari masalah kerukunan umat beragama di Indonesia, masalah sensor film, prostitusi online, pernikahan sesama jenis. Beliau juga aktif berkomentar tentang pemblokiran situs-situs Islam radikal.

Biodata ustadz lain :

Selain itu, beliau juga memberikan pandangannya terhadap wacana kenaikan harga rokok beberapa waktu yang lalu. KH. Tengku Zulkarnain mendorong pemerintah untuk melarang rokok secara total sesuai dengan ijtima’ ulama fatwa Indonesia 2009 dan dunia pada 2008. Kini, nama beliau ramai dibicarakan karena beliau adalah salah satu Ulama yang dengan keras menentang pemimpin non muslim di Indonesia. Belaiu juga termasuk motor bersama Habib Rizieq Shihab FPI dalam demo besar di Jakarta untuk menuntut Ahok diadili.

Bahkan bisa dikatakan KH. Tengku Zulkarnain ini adalah Ulama yang sangat keras menentang Ahok menjadi pemimpin di Jakarta. Selain aktif menyuarakan penolakannya melalu majelis taklim dan pengajian yang beliau gelar, beliau juga termasuk Ulama yang aktif menggunakan media sosial. Media sosial yang sering KH. Tengku Zulkarnain manfaatkan untuk menyuarakan pendapatnya adalah Twitter. KH. Tengku Zulkarnain sering membuat cuitan-cuitan yang menolak terhadap pemimpin non muslim dan juga mengenai tuntutan untuk mengadili Ahok sebagai penista agama.

Nah kawan-kawan semua, itulah sedikit informasi mengenai profil dan biodata Tengku Zulkarnain yang bisa kami sampaikan kepada Anda semua. Semoga info mengenai profil dan biodata Tengku Zulkarnain di atas bisa bermanfaat dan berguna untuk Anda semua.

Dan jika ada beberapa info yang kami sajikan mengenai profil dan biodata Tengku Zulkarnain kurang tepat, kami mohon pembaca semua bersedia memberikan koreksi untuk kemudian akan kami lakukan pembenaran. Berikan koreksi melalui kotak komentar yang sudah kami sediakan di bawah.

+++++++++++++++++++

Kamis 12 Jan 2017, 21:12 WIB

Ustaz Tengku Zulkarnain: Buktikan Kalau Saya Pernah Hina Suku Dayak

Herianto Batubara – detikNews
Ustaz Tengku Zulkarnain: Buktikan Kalau Saya Pernah Hina Suku DayakFoto: Penolakan kedatangan ustaz Tengku Zulkarnain saat datang ke Kabupaten Sintang, Kalbar (Arbudin Jauharie/Facebook)

Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia ustaz Tengku Zulkarnain ditolak massa Dewan Adat Dayak (DAD) saat mendarat di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat, pagi tadi. Meski demikian, dia tidak mau memperpanjang masalah ini. Dia juga meminta umat Islam tidak usah terprovokasi.

Ustaz tengku memberikan penjelasan panjang lebar soal peristiwa penolakan yang dialaminya ini saat dihubungi detikcom lewat telepon, Kamis (12/1/2017) pukul 18.51 WIB malam. Dia saat ini berada di Pontianak dan dalam keadaan baik-baik saja.

Dalam wawancara dengan detikcom, ustaz Tengku tidak mau mempersoalkan kasus ini ke polisi. Dia juga membantah pernah menghina suku Dayak yang menjadi salah satu alasan massa menolak kedatangannya. Berikut tanya jawab detikcom dengan ustaz Tengku:

Bagaimana cerita soal penolakan Anda saat pesawat mendarat di Bandara Susilo pagi tadi?
Saya enggak sempat turun kok. Saya sampai depan pintu pesawat saja, cuma berdiri di depan pintu pesawat. Ada spanduk, ada 20-30-an orang tokoh-tokoh Dayak, ya sudah saya masuk lagi, terus pesawat berangkat. Jadi yang paling ngerti Kapolres Sintang lah yang tahu soal ini.

Sekarang Anda di mana dan apakah dalam keadaan baik-baik saja?
Saya masih di Kalimantan, di Pontianak. Saya sehat, alhamdulillah enggak ada masalah. Polisi bergerak cepat mengamankan. Saya nyaman-nyaman saja kok. Enggak lecet. Satu lecet pun tidak.

Polisi menyebut insiden itu kesalahpahaman. Massa ada di lokasi awalnya tidak berniat menolak Anda datang, namun menjemput kedatangan Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat yang juga Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Bagaimana pendapat Anda?
Ah, tapi kan spanduknya sudah dicetak. Kalau spontan kan spanduk enggak dicetak. Hahaha. Tapi ya sudah lah, yang penting kan enggak ada masalah.

Ustaz Tengku Zulkarnain: Buktikan Kalau Saya Pernah Hina Suku DayakFoto: Penolakan kedatangan ustaz Tengku Zulkarnain saat datang ke Kabupaten Sintang, Kalbar (Arbudin Jauharie/Facebook)

Di media sosial, Anda juga disebut-sebut ditolak kedatangannya karena pernah menghina suku Dayak. Apa tanggapan Anda?
Kalau statement itu saya membantah. Di mana ada pernah saya bilang tentang orang Dayak, di mana? Coba tunjukkan lah di mana. Di Facebook, saya enggak punya Facebook. Kalau di Twitter, kan tinggal screenshoot saja. Kalau ceramah misalnya, saya bilang Dayak begini, begini, begitu, seingat saya, saya ngomong Dayak pun enggak pernah. Apa urusannya saya dengan Dayak? Wong saya orang Medan, saya tinggal di Jakarta. Memang saya baca itu di media sosial mengatakan, saya pernah mengatakan orang Dayak itu kafir, terus orang Dayak itu lebih jelek dari binatang, di mana saya ngomong gitu? kan harus dibuktikan dulu di mana. Kalau memang saya ngomong begitu, ada buktinya, laporkan polisi aja. Ini kan negara hukum. Buktikan saja.

Baca juga: Dewan Adat Dayak Tolak Ustaz Tengku, Warga Jangan Terprovokasi

Tujuan kedatangan Anda ke Kabupaten Sintang sebenarnya untuk apa?
Saya diundang Bupati untuk tabligh akbar Maulid Nabi di Masjid Agung, yang mengundang Bupati dan MUI-nya, resmi dan di spanduknya ditulis juga Wakil Sekjen MUI Pusat. Acaranya nanti malam ini di Masjid Agung.

Anda jadi batal menghadiri acara itu dong?
Iya, malam ini enggak mungkin dong. Saya sudah enggak ada pesawat ke sana. Malam ini batal.

Apa pesan atau imbauan Anda bagi masyarakat Islam di Kabupaten Sintang dan para peserta tabligh akbar?
Saya mengharapkan umat Islam di mana pun jangan terpancing apa-apa. Biasa saja. Dalam rangka pendewasaan rakyat Indonesia menuju NKRI yang maju, biasalah ada riak-riak kecil. Di mana-mana begitu, seluruh negara juga begitu. Amerika juga mau maju dulu begitu. Malah pernah perang selatan sama utara. Biasa sajalah kalau saya pikir. Kaum muslimin biasa saja.

Ustaz Tengku Zulkarnain: Buktikan Kalau Saya Pernah Hina Suku DayakFoto: Penolakan kedatangan ustaz Tengku Zulkarnain saat datang ke Kabupaten Sintang, Kalbar (Arbudin Jauharie/Facebook)

Pernah mengalami penolakan sebelumnya seperti kasus ini?
Saya itu kan pendakwah, sudah 35 negara di dunia saya jalan. Dari Australia sampai ke Kanada. Dari Eropa sampai ke Kamboja, dari Jepang sampai ke Maroko, enggak ada masalah. Hahaha. Kan bukan ini saja saya dakwah, sejak SMA kelas 1 saya sudah dakwah, belum pernah ada masalah sekali pun baik di negara sendiri maupun negara orang. Jadi saya minta umat Islam jangan terpancing, biasa saja.

Anda mau melaporkan kasus ini ke Polisi?
Serahkan persoalan ini kepada penegak hukum saja. Kalau saya sih adem-adem saya enggak usah diperpanjang. Gus Dur juga pernah mengalami hal seperti saya juga. Saya tidak akan mengadukan hal ini ke polisi. Ah, tidak mau saya, untuk apa. Wong saya dakwah karena Allah kok.

Ada pesan untuk orang yang menghalangi Anda datang ke Kabupaten Sintang?
Tadi saya doa khusus waktu pesawat mau berangkat, Ya Allah berikanlah hidayah pada semua penduduk negeri ini, sebagaimana dulu doa nabi. Saya doa dan memang harus doa yang baik kan.
(hri/iy)

++++++++++++++++++++

Menghina Suku Dayak, Kedatangan Wasekjen MUI Ditolak di Sintang

Kamis, 12 Januari 2017 16:35 WIB

Menghina Suku Dayak, Kedatangan Wasekjen MUI Ditolak di Sintang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kepala Biro Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kedatangan rombongan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mendapat penolakan dari Pemuda Dayak Kabupaten Sintang, Kamis (12/1/2017) siang.

Dalam rombongan tersebut, ada pula‎ Kepala Ponpes LPKA Kab. Bengkayang M. Effendy Khoiri dan Lukmanul Hakim.

Penolakan berlangsung aman dan terkendali.

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Rikwanto membenarkan adanya penolakan tersebut.

Alhasil rombongan meninggalkan Bandara Sintang dan terbang ke Pontianak.

“‎Rombongan tidak jadi turun dari pesawat di Bandara Sintang dan langsung menuju ke Pontianak. Penolakan aman terkendali,” ujar Rikwanto di Mabes Polri.

Berikut kronologis penolakan tersebut :

Kamis 12 Januari 2017 sekitar pukul. 09.30 WIB bertempat di Gedung Pancasila Kel. Alai Kec. Sintang Kab. Sintang telah dilaksanakan kegiatan pelantikan pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kab. Sintang yang rencananya akan dilakukan oleh Ketua DAD Provinsi Kalbar sekaligus Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, SH, MH.

Selanjutnya pukul. 09.45 WIB para pemuda Dayak Kab. Sintang berjumlah sekitar 30 orang menggunakan tiga mobil yang dipimpin oleh Andreas bergerak dari Gedung Pancasila Kel. Alai Kec. Sintang Kab. Sintang menuju ke Bandar Udara Susilo Sintang untuk menjemput kedatangan Ketua DAD Provinsi Kalbar Drs. Cornelis.

Pada saat menunggu kedatangan Ketua DAD Prov. Kalbar Drs. Cornelis, MH, MH, para Pemuda Dayak DAD Kab. Sintang mendapatkan informasi tentang adanya kedatangan Wasekjen MUI Pusat Drs. Tengku Zulkarnain, MA sehingga langsung melakukan penolakan dengan menyampaikan beberapa hal melalui Sdr. Andreas.

Penolakan tersebut didasari adanya ‎pernyataan dari Wasekjen MUI Pusat disalah satu media sosial yang menghina suku Dayat dengan mengatakan warga suku Dayak kafir serta tidak pantas masuk surga.

+++++++++++++++++++++

Foto screenshot twet Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain tampilan desktop. Yang dihina Tengku Pertama Cina.. Terus Dayak.. Lalu Wayang.. Sekarang etnis Jawa.. Waduh kok semuanya dihina ya..??
Kenapa pemuka agama tidak lagi menciptakan kedamaian..??

NAHIMUNKARNEWS.COM — Ulamak rasis! Itulah julukan yang tepat untuk wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. Dengan kebodohannya dia menganggap orang jawa sebagai Jongos (budak) orang Belanda yang dulu menjajah Indonesia. Apa dia buta sejarah sehingga dia berani menulis seperti itu dalam twet nya. Sebelumnya Tengku juga pernah menghina suku Dayak dengan kata-kata yang tidak pantas sehingga kedatangannya ditolak dan diusir oleh masyarakat Dayak.

Foto screenshot tampilan Mobile (hp) twet wasekjen MUI Tengku Zulkarnain yang menghina orang jawa

Tweet yang ditulis pada tanggal 16 Januari 2017 pada pukul 3:36 (sore) memuat kata kata rasis dan penghinaan kepada orang Jawa yang tidak pantas ditulis oleh seorang ulama yang duduk di kursi Majelis Ulama.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: