Bachtiar Nasir

wakil wahabi cabang Indonesia

+++++++++++++++++++++++++++

Bachtiar Nasir Tak Penuhi Panggilan Bareskrim

Rabu, 8 Februari 2017 | 11:30 WIB

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGBachtiar nasir tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir tak memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri.

Sedianya Bachtiar diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan dugaan pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan kekayaan yayasan kepada pembina, pengurus, dan pengawas, baik dalam bentuk gaji, upah, atau bentuk lain yang dapat dinilai dengan uang.

Pengacara Bachtiar, Kapitra Ampera mengatakan, kliennya sudah berniat hadir untuk pemeriksaan. Namun, pihaknya mendapati keganjilan dalam surat panggilan Bachtiar.

“Di surat ini ada laporan polisi tanggal 6 Februari, sprindik tanggal 6 Februari, dipanggilnya juga 6 Februari. Makanya kita datang ke sini dulu, konfirmasi, minta penjelasan ke penyidik apakah ini sudah tepat,” ujar Kapitra di kompleks Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Kapitra menganggap kasus ini terlalu instan. Laporan polisi, surat perintah penyidikan, dan surat pemanggilan saksi terbit pada hari yang sama.

Semestinya, menurut dia, harus ada proses penyelidikan terlebih dulu sebelum meningkatkan status menjadi penyidikan.

Selain itu, kata Kapitra, sedianya surat panggilan dikirim tiga hari sebelum pemeriksaan sebagaimana tertera dalam undang-undang.

Namun, surat baru diterima Bachtiar pada Senin (6/2/2017) malam. Oleh karena itu, tim pengacara terlebih dulu meminta penjelasan penyidik soal sejumlah keganjilan tersebut.

Ambaranie Nadia K.MTim pengacara Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir mendatangi kantor Bareskrim Polri, Jakarta, terkait panggilan terhadap kliennya, Rabu (8/2/2017).

“Kalau sudah memenuhi aturan, kapanpun Bachtiar Nasir akan datang memenuhi panggilan ini,” kata Kapitra.Mengenai kasusnya pun Kapitra mengaku tidak mengerti. Dalam kasus ini, polisi tengah mengusut pencucian uang dari pengalihan kekayaan suatu yayasan.

(Baca: Rabu, Bareskrim Periksa Bachtiar Nasir Terkait Kasus Pencucian Uang)

Diakui Kapitra bahwa kliennya punya yayasan “Learning Al Quran”, namun tak ada kaitannya dengan pengalihan kekayaan.

Ia menduga kasus ini dikaitkan dengan aksi bela Islam pada 2 Desember 2016.

“Kalau maksudnya yayasan dalam menampung dana bela aksi, Bachtiar tidak menjadi apa-apa disitu. Beliau kan ketua GNPF MUI,” kata dia.

Diketahui, Bachtiar Nasir pernah menjadi penanggungjawab aksi damai pada 4 November 2016 lalu dan bergabung dalam aksi damai 2 Desember 2016.

Kedua aksi itu punya tuntutan yang sama, yakni mendesak proses hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama.

+++++++++++++++++++

Ketua GNPF Bachtiar Nasir Diduga Mencuci Uang (Money Laundering)

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ustaz Bachtiar Nasir dipanggil Bareskrim Polri. Pemanggilan itu terkait tindak pidana pencucian uang.

“Iya, untuk pemeriksaan hari ini,” ucap Direktur Tipideksus Bareskrim Brigjen Pol Agung Setya ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (8/2/2017).

Namun Agung tidak menjelaskan detail tentang kasus itu. Sebelumnya, salah satu tim pengacara Bachtiar, Kapitra Ampera, juga membenarkan tentang pemeriksaan hari ini.

“Diperiksa soal money laundering. Insya Allah datang dengan saya. Ada 20 orang pengacara dampingi Ustaz Bachtiar Nasir,” kata Kapitra, Selasa (7/2/2017) malam.

“Ya kita kan hadiri pemanggilan ini meski pun kita belum begitu mengetahui substansi dari laporan ini,” lanjutnya.

Dalam surat panggilan nomor S.Pgl/368/II/2017/Dit.Tipideksus tertulis nama Bachtiar Nasir akan dipanggil sebagai saksi terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Bachtiar Nasir dipanggil pada Rabu (8/2), pukul 10.00 WIB untuk menemui penyidik Dirtipideksus di kantor Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.
(idh/dhn)
https://news.detik.com/berita/341640…acara-dampingi

Uang siapa nih yang dicuci…?
apakah terkait dengan yayasan yang dipimpinnya…?

Quote:
Pada pengujung 2016, nama Bachtiar ramai diperbincangkan di media sosial setelah akun Facebook bernama Moch Zain mengunggah informasi bahwa yayasan pimpinan Bachtiar, Indonesian Humanitarian Relief (IHR), mengirim bantuan logistik untuk mendukung kelompok pemberontak pemerintahan Bassar Al-Assad, Jaysh Al-Islam di Aleppo, Suriah

Mudah2an yayasannya bisa membuktikan, karena sempat beredar video tentang gudang logistik milik kelompok pemberontak yang bernama Jaish al-Islam. Di dalam gudang tersebut terdapat bantuan logistik dari IHR. Seharusnya, IHR perlu memberi penjelasan mengapa bantuan miliknya bisa ada di gudang logistik milik pemberontak.

+++++++++++++++++++
Rabu 08 Feb 2017, 06:04 WIB

Bachtiar Nasir Dipanggil Bareskrim soal TPPU, 20 Pengacara Dampingi

Bartanius Dony, Idham Kholid – detikNews
Bachtiar Nasir Dipanggil Bareskrim soal TPPU, 20 Pengacara DampingiBachtiar Nasir berpeci hitam (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)

Jakarta – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ustaz Bachtiar Nasir dipanggil Bareskrim Polri. Pemanggilan itu terkait tindak pidana pencucian uang.

“Iya, untuk pemeriksaan hari ini,” ucap Direktur Tipideksus Bareskrim Brigjen Pol Agung Setya ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (8/2/2017).

Namun Agung tidak menjelaskan detail tentang kasus itu. Sebelumnya, salah satu tim pengacara Bachtiar, Kapitra Ampera, juga membenarkan tentang pemeriksaan hari ini.

“Diperiksa soal money laundering. Insya Allah datang dengan saya. Ada 20 orang pengacara dampingi Ustaz Bachtiar Nasir,” kata Kapitra, Selasa (7/2/2017) malam.

“Ya kita kan hadiri pemanggilan ini meski pun kita belum begitu mengetahui substansi dari laporan ini,” lanjutnya.

Dalam surat panggilan nomor S.Pgl/368/II/2017/Dit.Tipideksus tertulis nama Bachtiar Nasir akan dipanggil sebagai saksi terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Bachtiar Nasir dipanggil pada Rabu (8/2), pukul 10.00 WIB untuk menemui penyidik Dirtipideksus di kantor Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.
(idh/dhn)

 ++++++++++++++++

Ketua GNPF MUI, Pencucian Uang, dan Dana Aksi Bela Islam

RABU, 08 FEBRUARI 2017 | 13:26 WIB

Ketua GNPF MUI, Pencucian Uang, dan Dana Aksi Bela Islam

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat KH Bachtiar Nasir saat berkunjung ke kantor Tempo, Jakarta, 26 April 2016. KH Bachtiar Nasir semakin prihatin dengan perlakuan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menggusur pemukiman warga Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta –  Tim kuasa hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia GNPF MUI), Rabu, 8 Februari 2017, mendatangi gedung Bareskrim Mabes Polri. Mereka menanyakan seputar pemanggilan Ketua Umum GNPF MUI Bachtiar Nasir untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus pengalihan kekayaan Yayasan Keadilan untuk Semua atau Yayasan Justice for All. Yayasan ini disebut-sebut menampung dana masyarakat dalam Aksi Bela Islam II dan III.

Menurut Kapitra Ampera, kuasa hukum GNPF MUI, Bachtiar tak memenuhi panggilan polisi hari ini.  Alasannya, surat dari Bareskrim dikirim 2 hari sebelum hari pemeriksaan. Tim kuasa hukum belum tahu kasus itu secara jelas. Apalagi pemanggilan itu terkait dengan kasus dugaan pencucian uang.

Baca:
Bachtiar Nasir Tak Penuhi Panggilan Penyidik Bareskrim Mabes Polri

Kapitra menjelaskan, dalam surat panggilan Bachtiar, tertulis hendak diperiksa soal kasus pengalihan kekayaan yayasan kepada pembina, pengurus dan pengawas baik dalam bentuk gaji, baik upah maupun honorarium atau bentuk lain yang dapat dinilai dengan uang. Yayasan yang dimaksudkan, kata Kapitra, diduga menampung sumbangan-sumbangan masyarakat dalam Aksi Bela Islam II dan III.

“Mungkin penyidik berpikir dalam struktur yayasan itu ada nama Pak Bachtiar Nasir,” kata Kapitra setelah menemui penyidik Bareskrim. Sekitar 30 menit Kapitra di Bareskrim. “Nama Bachtiar Nasir tidak masuk dalam struktur yayasan itu.”

Lantas apa hubungan antara yayasan dengan Aksi Bela Islam II dan III. Menurut Kapitra, yayasan tersebut dipakai untuk menampung sumbangan masyarakat yang mendukung aksi.  “Soal itu, Insya Allah pengurus GNPF MUI dapat mempertanggungjawabkan,” ujar Kapitra.

Baca:
Isu Penolakan Rizieq, Bachtiar Nasir: Jangan Terprovokasi

Kapitra melanjutkan, pokok perkara kasus ini yaitu dugaan pengalihan aset yayasan kepada pembina pengawas. Menurut Kapitra, kasus ini tidak berasal dari laporan melainkan temuan. Meski sudah penyidikan, polisi belum menentukan siapa tersangkanya.

“Kami menyambut hangat saja. Selagi sesuai dengan prosedur hukum, kami siap datang untuk memenuhi panggilan,” kata Kapitra sembari menambahkan sudah meminta kepada penyidik untuk menjadwalkan ulang pemeriksaan Bachtiar. “Kalau bisa habis pemilu, tapi kapan waktunya itu hak penyidik.”

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri memanggil Bachtiar Nasir sebagai saksi untuk kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Melalui surat panggilan bernomor S. PGK/368/ISI/2017/Dit Tipideksus, penyidik meminta Ketua GNPF-MUI tersebut datang ke kantor Bareskrim pada Rabu 8 Februari 2017, di Kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam surat itu dijelaskan Bachtiar hendak diperiksa sebagai saksi soal kasus pengalihan kekayaan yayasan kepada pembina, pengurus dan pengawas baik dalam bentuk gaji, upah maupun honorarium atau bentuk lain yang dapat dinilai dengan uang. Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala Subdirektorat III TPPU Komisarus Besar Roma Hutajulu.

REZKI ALVIONITASARI

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: