Sunny Tanuwidjaja

Penasihat ” politik ”  Gubernur Ahok

++++++++++

Dekat dengan Ahok, Sunny Masih Menjabat Direktur CDT  

JUM’AT, 08 APRIL 2016 | 11:13 WIB

Dekat dengan Ahok, Sunny Masih Menjabat Direktur CDT  

Sunny Tanuwidjaja dan Basuki Tjahja Purnama. (youtube)

TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan Sunny Tanuwidjaja saat ini memimpin Center for Democracy dan Transparency (CDT). CDT merupakan lembaga kajian dan riset opini publik yang berkaitan dengan pemilihan umum di tingkat nasional dan khususnya pemilihan di daerah-daerah. “Sampai sekarang masih,” kata Ahok, sapaan akrab Basuki, di JCC, Kamis, 8 April 2016.
Ahok mengatakan sengaja mengangkat Sunny. Sebab, sejak menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok menjadi lebih sibuk. Sunny dirasa cocok karena ia studi doktoral pada bidang politik. “Saya bilang saya enggak sempat lagi pegang LSM. Makanya LSM itu saya kasih ke teman-teman semua,” ujar Ahok.
CDT pernah mempromosikan pasangan Basuki dan Eko Cahyono dalam pemilihan kepala daerah Provinsi Bangka-Belitung beberapa tahun lalu. Lembaga tersebut pernah diketuai Ahok. Saat itu Ahok menjabat sebagai direktur eksekutif yang dipimpin oleh Sunny.
Baca Juga: Ahok Kirim Pesan Whatsapp Ini kepada Sunny Usai Dicegah KPK

Sunny Tanuwidjaja merupakan sepupu dari istri Franky Oesman Widjaja, anak dari bos Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja. Namanya belakangan muncul karena sering dikait-kaitkan oleh Krisna Murti, pengacara politikus dari Komisi D DPRD, Mohamad Sanusi. Krisna Murti mengatakan Sunny adalah inisiator pertemuan Sanusi dengan pengembang.
Setelah penetapan tersangka kepada Ketua Komisi D DPRD Mohamad Sanusi dan Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja oleh KPK, Sunny Tanuwidjaja dan Direktur Utama PT Agung Sedayu Group Richard Halim Kusuma dicegah ke luar negeri. “Ya, tentu KPK harus tahan dia supaya bisa minta keterangan, apakah Sanusi fitnah atau benar gitu lho, itu saja,” tutur Ahok.
Kasus skandal suap reklamasi ini mencuat saat Sanusi tertangkap tangan oleh KPK pada Kamis, 31 Maret 2016. Ia diduga menerima suap dari bos Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, untuk memuluskan pembahasan proyek reklamasi Teluk Jakarta. Sunny, yang memiliki kedekatan khusus dengan Ahok, dan Richard Halim dicegah ke luar negeri. Sebab, jika sewaktu-waktu penyidik membutuhkan keterangan keduanya, mereka tidak sedang berada di luar negeri.
LARISSA HUDA

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: