Mohamad Sanusi

 Adik dari  M Taufik ketua DPRD Jakarta
Politikus yang tertangkap tangan KPK
Jumat 01 Apr 2016, 08:45 WIB

Mengenal Bang Uci, Politisi Gerindra yang Diciduk KPK

Idham Kholid – detikNews
Mengenal Bang Uci, Politisi Gerindra yang Diciduk KPKFoto: twitter

Jakarta – Mohamad Sanusi atau yang dikenal dengan nama Bang Uci tengah diperbincangkan. Politisi Gerindra ini diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap.

Sanusi merupakan anggota DPRD DKI dan juga Ketua Komisi D. Adik dari Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik ini telah merintis karier politik cukup panjang sebelum seperti sekarang ini.

Dari situs pribadinya, mohamadsanusi.com yang dilihat detikcom, Jumat (1/4/2016), terpapar rekam jejak pria kelahiran Jakarta 46 tahun lalu ini.

Mohamad Sanusi lahir pada 4 Juli 1970 di Jakarta. Di masa kuliah dia sudah aktif berorganisasi. Uci kuliah di ISTN. Jabatan ketua angkatan, ketua himpunan hingga ketua senat dia pegang. Kemudian dia juga aktif di DPD KNPI DKI.

Uci mulai masuk politik pada 1999 dengan bergabung di PKP. Dan pada 2009, Uci bergabung dengan Gerindra ikut kakaknya Taufik. Uci sukses masuk DPRD DKI dengan Dapil Jaktim. Dia sempat menjadi Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI.

Pada  2014 Uci maju lagi di DPRD DKI dan kembali masuk. Uci sempat digadang-gadang menjadi salah satu calon gubernur. Kini pria yang juga pengusaha ini kini tengah tersandung kasus. KPK menjerat dia atas dugaan suap.

Ketua KPK Agus Rahardjo yang dikonfirmasi mengaku akan membeberkannya dalam keterangan pers.

Sedang Politisi Gerindra lainnya Desmond J Mahesa yang dikonfirmasi menegaskan sikap partainya yang tidak akan memberi bantuan untuk Sanusi.

Hal senada juga disampaikan politisi Gerindra lainnya Habiburakhman. Gerindra juga menegaskan sikapnya mendukung penuh KPK.
(dra/dra)\

+++++
Jumat 01 Apr 2016, 11:04 WIB

Anggota DPRD Ditangkap KPK

Cerita Soal Sanusi yang Pernah Bicara Tolak Jadi Wagub Ahok karena Syarat Kejujuran

Bagus Prihantoro Nugroho – detikNews
Cerita Soal Sanusi yang Pernah Bicara Tolak Jadi Wagub Ahok karena Syarat KejujuranM Sanusi/Anggota DPRD Fraksi Gerindra (Foto: Dokumen DPRD DKI)

Jakarta – Anggota DPRD DKI asal Gerindra, M Sanusi yang ditangkap KPK ternyata pernah menolak mendampingi Basuki T Purnama (Ahok) jadi Wagub DKI Jakarta. Kala itu memang Ahok sempat menyebut nama Sanusi untuk mendampinginya.

“Saya inginnya Eros Djarot, Bambang DH atau bisa juga dari DPRD seperti Pak Boy atau Pak Sanusi,” kaya Ahok tanggal 7 Agustus 2014.

(Baca juga: Tentang Calon Wagub DKI, Ahok: Saya inginnya Eros Djarot atau Bambang DH)

Tetapi rupanya Sanusi kemudian menolak kemungkinan itu. Meski sebetulnya memang pada saat itu Ahok masih sekedar menyebut nama saja.

“Kalau Pak Ahok menyebut saya sebagai Cawagubnya, itu karena Pak Ahok dekat dengan saya. Tapi Pak Ahok kan menyebutkan syaratnya (wagub) pekerja keras, jujur. Saya bukan pekerja keras dan saya merasa kurang jujur,” ujar Sanusi tanggal 22 Agustus 2014.

(Baca juga: Ketua Fraksi Gerindra DKI Tak Berminat Jadi Wakil Ahok)

Setelah itu Ahok pun menimpali lagi tanggapan Sanusi tersebut, “Memang (Sanusi tak mau jadi Wagub DKI). Pusing katanya, soalnya sama gue nggak bisa main, jadi pusing dia (Sanusi),” di tanggal yang sama.

(Baca juga: Sanusi Tak Mau Jadi Wagub DKI, Ahok: Sama Gue Nggak Bisa Main, Pusing Dia!)

Akhirnya Ahok menjatuhkan pilihan kepada Djarot Saiful Hidayat untuk mendampinginya. Sementara, Sanusi kini telah tertangkap tangan oleh KPK.

“Aduh sejak kapan (pilih Sanusi)? Aku dari Gerindra aja jadi wagub,” kata Ahok saat ditanya lagi soal itu di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2016).
(bag/fdn)

++++

Jumat 01 Apr 2016, 18:06 WIB

KPK: Anggota DPR Sanusi Ditangkap Terkait Suap Raperda Reklamasi

Dhani Irawan – detikNews
M Sanusi /Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah

Jakarta – Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan timnya menangkap anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M Sanusi dan sejumlah orang swasta dari PT APL. Sanusi ditangkap terkait suap Raperda Reklamasi.

“Pada hari Kamis 31 Maret sekitar pukul 19.30 WIB KPK OTT 2 orang, MSN anggota DPRD DKI Jakarta 2014-2019 dan GER pada pusat perbelanjaan di Jaksel setelah menerima uang dari TPT karyawan PT APL,” ujar Agus Rahardjo dalam jumpa pers di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Jumat (1/4/2016) pukul 17.50 WIB. Agus didampingi Wakil Ketua KPK Laode Syarif dan Saut Situmorang.

Menurut Agus, GER memberikan uang terkait Raperda Zonasi Wilayah Laut dan Pulau Pulau Kecil dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

“Ini badan usaha mencoba mempengaruhi kebijakan pemerintah dan saya yakin tidak hanya di Jakarta tapi banyak tempat,” sebutnya.
(fdn/nrl)

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: