Ivan Haz alias Fanny Safriansyah

anak dari Hamzah Haz ( mantan wakil presiden )

anggota DPR RI 2014-2019 dari FPPP

Menantu dari mantan bupati Bangkalan nan Korup : Fuad Amin Imron

+++++
Bio dari PDAT Tempo

Nama

Fanny Safriansyah (Ivan Haz)

Lahir

Jakarta, 1 April 1978

Karir Politik:

Anggota DPR RI (2014-2019), Komisi IV Bidang Pangan, Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (kabupaten di Pulau Madura)

Wakil Ketua DPC PPP Jakarta Selatan 2011-2016

Sekretaris DPC PPP Jakarta Selatan 2006-2016

Karier Bisnis

PT Raja Garuda Mas

PT Van’s Holiday Travel

 

Pendidikan

SMPN 216 Jakarta, 1993

SMAN 3 Jakarta, 1996

S1 Manajemen Universitas Tritunggal Surabaya (2012)

Koran Tempo
RABU, 24 FEBRUARI 2016

Dua Kasus Menjerat Ivan Haz

JAKARTA��” Politikus PartaiPersatuan Pembangunan,Fanny Safriansyah aliasIvan Haz, menjadi tersangkapenganiayaan pekerjarumah tangganya sertadiduga terlibat peredarannarkotik. Kepala BidangHubungan MasyarakatKepolisian Daerah MetroJaya Komisaris BesarMohammad Iqbal mengatakanmasih menelisikperan anak kandung mantanwakil presiden HamzahHaz itu. “Di dalam laporan,ada nama IH,” kata Iqbal dikantornya, kemarin.

Iqbal menjelaskan, dugaanketerlibatan Ivan munculsetelah TNI menggelaroperasi narkoba di KompleksPerumahan KomandoCadangan StrategisAngkatan Darat (Kostrad)di Tanah Kusir, JakartaSelatan, Senin lalu. Darioperasi tersebut, petugasmenangkap 13 orang yangdiduga sebagai pengedardan pengguna narkotik.“Mereka terbukti menggunakannarkotik setelahmenjalani tes urine,” katanya.

Kepala PeneranganKostrad Letnan KolonelHeru mengatakan operasinarkoba digelar dengan memeriksa sampel urine146 warga di PerumahanKostrad. Hasil pemeriksaanBadan NarkotikaNasional Provinsi DKI Jakartamenyatakan beberapadi antara mereka terbuktimengkonsumsi narkotikjenis morfin, amfetamindan metamin.

Heru membenarkan bahwasebagian yang terjaringdalam operasi merupakananggota TNI. Namunia enggan menjelaskandugaan keterlibatan danpenangkapan Ivan dalamoperasi tersebut. Bagi merekayang berlatar militer,kata Heru, proses pemeriksaanakan dilimpahkankepada Detasemen PolisiMiliter. “Intinya anggotayang positif akan diproseshukum oleh polisi militer,”ucapnya.

Dugaan keterlibatanIvan dalam peredarannarkotik ini bersamaandengan rencana pemeriksaannyadalam kasuspenganiayaan seorangpekerja rumah tangganya,T, kemarin. Lantaranberstatus anggota Dewan,pemanggilan pemeriksaanterhadap Ivan harus atasizin Presiden Joko Widodo.Direktur Reserse KriminalUmum Polda Metro JayaKomisaris Besar KrishnaMurti mengatakan izin dari Presiden sudah turun.“Tapi Ivan minta ditundakarena alasan pekerjaan,”ujarnya. LantaranIvan berhalangan, polisiakan menjadwalkan ulangpemeriksaan kedua dalamwaktu dekat. Jika pemanggilanitu tak bersambut,petugas akan melayangkansurat pemanggilan ketigadisertai upaya penahanan.

Dalam kasus penganiayaantersebut, polisitelah memeriksa sejumlahsaksi, seperti rekankerja T, petugas keamanandi kediaman Ivan diApartemen Ascott, JakartaPusat; serta istri Ivan, AnnaSusilowati. Dalam laporannyapada Oktober 2015,T mengaku kerap disiksaoleh Ivan dan istrinya.Selama bekerja, T hanyamendapat jatah makansekali sehari. Gajinya punditahan tanpa alasan.

Kuasa hukum T juga melaporkanIvan ke MahkamahKehormatan Dewan.Wakil Ketua Mahkamah Junimart Girsang mengatakan sepakat menyelidikikasus itu lewat mekanisme sidang panel. Opsi itudiambil karena bobotnya berbilang berat.

Ivan belum bisa dimintai konfirmasi ihwal dugaan keterlibatan narkoba dan rencana pemeriksaan sebagai tersangka penganiayaan T. Upaya Tempo mewawancarainya melalui telepon tak kunjung terjawab.Begitu pun pengacaranya,Tito HanantaKusuma. Ivan juga takmenghadiri rapat paripurnadi DPR kemarin. KetuaFraksi PPP Hazrul Azwartak tahu di mana Ivanberada. “Kami juga sedang mencarinya. Sepanjanghari ponselnya tidak aktif,”ucapnya. AFRILIA SURYANIS | GHOIDA RAHMAH | ANGELINA ANJAR SAWITRI

_______

 

 

 

Selasa, 23 Februari 2016 – 14:30 wib

PPP Tidak Bisa Pecat Ivan Haz

JAKARTA – Juru bicara Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Tsani mengatakan, pihaknya tidak bisa mengeluarkan Ivan Haz. Meski saat ini putra mantan Wakil Presiden Hamzah Haz tersebut terjerat dua kasus, yakni dugaan penganiaan PRT dan dugaan pembelian narkoba.

“Kalau kader menjabat di lembaga negara harus tunduk di UU,” ujar Arsul kepada awak media di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2016).

Arsul menambahkan, jika partai memberhentikan kader yang sekaligus anggota dewan, justru menyalahi UU MD3. Karena itu, pihaknya memilih menunggu hingga penetapan hukum.

“Kalau diberhentikan sekarang menyalahi UU MD3, itu standar buat pejabat lembaga negara. Baru diberhentikan sementara kalau sebagai terdakwa,” imbuhnya.

Jika nantinya terdapat hasil putusan yang berkekuatan hukum tetap, dan dinyatakan bersalah, baru kemudian partai bisa mengeluarkan kader. Khusus kasus penganiayaan PRT, Arsul mengatakan Ivan hingga kini masih membantah melakukan perbuatan tersebut.

“Kalau kasus PRT, yang bersangkutan menyangkal kemudian kasusnya diproses hukum dan MKD kita biarkan. Kita berharap MKD memutus nanti kita laksanakan. Prosesnya secara lembaga tidak internal partai, ada UU-nya. Kalau kita tindak nanti partainya digugat,” tandasnya.

(aky)

++++

VIDEO: Rekaman Ini Diduga Politikus Ivan Haz Pukul PRT di Lift

By

on 24 Feb 2016 at 19:47 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Gambar dari kamera pengintai atau CCTV di Apartemen Ascot, Jakarta, terlihat adegan pria yang diduga Ivan Haz memukul seorang pembantu rumah tangganya (PRT).

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Rabu (24/2/2016), penganiayaan inilah yang menyeret Politikus PPP Ivan Haz sebagai tersangka. Polisi sudah memanggilnya untuk diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Selasa 23 Februari kemarin.

Namun, Ivan Haz mangkir. Polisi akan mengirim surat pemanggilan kedua, Senin pekan depan.

Bila mangkir lagi seperti pada pemanggilan pertama, Ivan Haz akan dijemput paksa.

Kuasa hukum Ivan Haz, Tito Hananta Kusuma menyatakan kliennya siap memenuhi panggilan polisi pekan depan.

Ivan Haz, anggota DPR dari PPP dan putra mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, pada 19 Februari ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap pembantu rumah tangganya bernama Toipah (20).

Penganiayaan terjadi di Apartemen Ascot, Jakarta, termasuk di dalam lift apartemen. Alat bukti yang dimiliki polisi antara lain laporan korban, hasil visum korban dan rekaman video penganiayaan.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: