Maroef Sjamsoeddin

Pelapor/perekam dari kasus Pencatutan nama Presiden untuk urusan saham PT Freeport Mc Morran Indonesia

++++++

Dari wikipedia

Marsekal Muda TNI (Purn.) Maroef Sjamsoeddin adalah seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara dari Korps Pasukan Khas yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1980. Setelah pensiun dari militer, pada 7 Januari 2015, ia menjadi Presiden Direktur Freeport Indonesia, menggantikan Rozik B. Soetjipto yang memasuki masa pensiun[1]. Selama karier militernya, ia pernah menjabat sebagai Komandan Skadron 465 Paskhas, Atase Pertahanan RI untuk Brasil, Direktur Kontra Separatis BIN, Sahli Hankam BIN dan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) selama periode 2011-2014[2]. Ia memperoleh gelar Master of Business Administration dari Jakarta Institute Management Studies. Ia ditawari langsung menjadi Presdir Freeport Indonesia oleh Chairman of Board Freepor-McMoRan, James Robert Moffett (Jim Bob), setelah sebelumnya melihat kinerjanya yang pada saat itu masih menjabat sebagai Wakil Kepala BIN dalam menangani pemogokan di pertambangan Freeport pada tahun2011[3].

Pada Desember 2015, namanya mencuat karena ia melakukan rekaman pembicaraannya dengan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha minyak Reza Chalid. Dalam rekaman tersebut diduga ada pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden RI. Kasus ini dibawah ke Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) berdasarkan laporan dari Menteri Energi dan Sumber Daya MineralSudirman Said[4][5].

Keluarga 

Maroef Sjamsoeddin adalah anak dari Sjamsoeddin, seorang purnawirawan berpangkat letnan kolonel[6]. Kakaknya, Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin[7] adalah mantan wakil Menteri Pertahanan pada masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Karier Militer 

__________________

Kamis 03 Dec 2015, 14:49 WIB

Sidang MKD Kasus Setya Novanto

Begini Cara Maroef Sjamsoeddin Rekam Pembicaraan ‘Papa Minta Saham’

Indah Mutiara Kami – detikNews
Begini Cara Maroef Sjamsoeddin Rekam Pembicaraan Papa Minta SahamFoto: Lamhot Aritonang
Jakarta – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin merekam pembicaraannya dengan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha minyak Reza Chalid lewat ponsel. Bagaimana cara dia merekamnya?

Maroef merekam pembicaraan pada pertemuan ketiga, tepatnya tanggal 8 Juni 2015 di ruang meeting Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan. Saat itu, lokasinya berada di lantai 21, tempat yang sama dengan pertemuan kedua yang terjadi pada sebulan sebelumnya.

Untuk mencapai lantai 21, dibutuhkan akses khusus, sehingga Maroef harus dijemput oleh staf Setya Novanto. Dia lalu bertemu kembali dengan Setya dan Reza Chalid, sama seperti pertemuan kedua.

“Saya membawa hape saya. Saya rekam. Kenapa saya rekam? Karena saya sendirian. Ketua DPR berdua. Saya perlu ini, sebagai bagian dari nilai akuntabilitas saya,” kata Maroef saat memberikan keterangan di sidang MKD, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2015).

Maroef kemudian menggambarkan suasana pertemuan tersebut. Saat masuk ke dalam ruangan, dia sudah mengatur ponsel dalam posisi merekam. Ponselnya ditaruh di atas meja. 

Tak ada orang lain di ruang rapat yang kapasitasnya untuk 12 orang tersebut. Hanya ada Maroef, Setya dan Reza Chalid. Ketiganya duduk melingkar. 

“Posisi duduk meja yang mulia adalah kepala meja duduk ketua DPR. Saya duduk di sebelah kiri dan sebelah kanan Reza Chalid,” terangnya.

Ponsel itu terus merekam semua pembicaraan. Maroef tidak pernah menghentikannya. Isi rekaman sama persis dengan rekaman yang diperdengarkan di MKD semalam. Barang bukti itu dibawa oleh Menteri ESDM Sudirman Said.

Baca juga: Ini Transkrip Lengkap Rekaman Setya Novanto

Maroef menceritakan, isi pembicaraan sudah melebar ke mana-mana. Mulai dari membahas saham, perpanjangan kontrak sampai pencatutan nama presiden dan wakil presiden. Merasa tak berkenan, Maroef berusaha secepat mungkin mengakhiri pembicaraan.

“Di rekaman itu, di bagian terakhir saya minta diakhiri karena sudah melebar ke mana-mana. Saya bila ‘terima kasih pak’,” terangnya. 
(imk/mad)

 

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: