Luhut Binsar Panjaitan

Menko Polhukam  kabinet Kerja Jokowi

 

Pembina Relawan Bravo 5 Pendukung Jokowi-JK (2014)

Namanya paling banyak disebut dalam Skandal Pencatutan nama Presiden dan Panama Papers

 

+++++++

dari Wikipedia

Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan (lahir di Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba SamosirSumatera Utara, 28 September 1947; umur 68 tahun) adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia saat ini. Ia juga menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia sejak 31 Desember 2014 hingga 2 September 2015[1]. Pada 12 Agustus 2015ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.

Sebelum masuk dalam Kabinet Kerja, Luhut Pandjaitan pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Tahun2000  2001 saat Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI 1999  2001. Sebelum menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, ia menjabat Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura.

Keluarga 

Putra Batak ini merupakan anak ke-1 dari 5 bersaudara pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu. Ia menikah dengan Devi Simatupang dan memiliki 4 anak, yaitu: Paulina, David, Paulus dan Kerri Pandjaitan.

Pendidikan

Untuk mengejar cita-cita, ia hijrah ke Bandung dan bersekolah di SMA Penabur. Di sinilah ia kemudian menjadi salah satu pendiri Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) yang menghimpun pelajar dan mahasiswa menentang Orde Lama dan PKI.

Pandjaitan adalah lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970. Pada Tahun 1967, Luhut masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bagian Darat dan 3 tahun kemudian meraih predikat sebagai Lulusan Terbaik pada tahun 1970, sehingga mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

Karier militernya banyak dihabiskan di Kopassus TNI AD. Di kalangan militer dikenal sebagai Komandan pertama Detasemen 81. Berbagai medan tempur dan jabatan penting telah disandangnya; Komandan Grup 3 Kopassus, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), hingga Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat. Ketika menjadi perwira menengah, pengalamannya berlatih di unit-unit pasukan khusus terbaik dunia memberinya bekal untuk mendirikan sekaligus menjadi komandan pertama Detasemen 81 (sekarang Sat-81/Gultor) kesatuan baret merah Kopassus, menjadi salah satu pasukan khusus penanggulangan terorisme terbaik di dunia.

Pendidikan yang diikutinya:

Pada Tahun 2001 Luhut Panjaitan mendirikan Politeknik Informatika Del di Desa Sitoluama, Toba Samosir.

Pelatihan

  • Royal Army Special Air Service (SAS), Inggris (1981).
  • Shooting & Anti-Terror Instructor Training, Jerman Barat (1981).
  • Counter-Terrorism and Special Operations Course, Grenzschutzgrupppe 9 (GSG-9) German Federal Police, Jerman Barat(1981).
  • US Army Airborne, Pathfinder, And Ranger Course, Fort Bragg And Fort Benning, Amerika Serikat (1976).
  • Free Fall Instructor Course, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat (1976).
  • Mobile Trainning Team (MTT) Instructor Course Golden Knight, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat (1978).
  • HALO/HAHO Jumpmaster Instructor Course, US Army Jumpmaster School, Amerika Serikat (1980).
  • US Army John F. Kennedy Special Warfare Center and School (US. Army Special Forces Course), Fort Bragg, Amerika Serikat(1978).
  • Bomb Disposal Instructor Training, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat (1977).
  • Jungle Warfare Instructor Training Course, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat (1979).
  • Guerrilla & Counter-Guerrilla Warfare Instructor Training Course, US Army Special Forces, Amerika Serikat (1978).

TMT Kepangkatan

  • Letnan Dua Inf (1970)
  • Letnan Satu Inf (1973)
  • Kapten Inf (1975)
  • Mayor Inf (1980)
  • Letnan Kolonel Inf (1983)
  • Kolonel Inf (1990)
  • Brigadir Jenderal TNI (1995)
  • Mayor Jenderal TNI (1996)
  • Letnan Jenderal TNI (1997)
  • Jenderal TNI (HOR) (01-11-2000)

Jabatan Militer

  • Komandan Peleton I/A Group 1 Para Komando, Kopassandha (1971).
  • Komandan Peleton Batalyon Siliwangi Di Kalimantan Barat, Pada Operasi Pemberantasan Dan Penumpasan PGRS/Paraku (1972).
  • Komandan Kompi A Group 1 Para Komando, Kopassandha (1973).
  • Komandan Kompi A Pasukan Kontingen Garuda (KONGA VI) Wilayah Port Said, Port Fuad, Port Suez, Mesir (Desember 1973 – Oktober 1974).
  • Ajudan Pribadi Brigjen TNI Yogi S Memed (Komandan Brigade Selatan, Wilayah Terusan Suez) Kontingen Garuda (KONGA VI), Mesir (Desember 1973 – Oktober 1974).
  • Komandan Tim C Group 1 Para Komando Satuan Lintas Udara Pada Operasi Seroja, Kopassandha (1975).
  • Komandan Kompi Pasukan Pemburu Kopasshanda Pada Elemen Satgas Tempur Khusus, Pada Operasi Seroja (1976), Sekaligus Meraih Prestasi Dan Predikat Sebagai Komandan Kompi Terbaik Dalam Operasi Seroja.
  • Perwira Operasi Pada Pusat Intelijen Strategis/Pusintelstrat.
  • Perwira Operasi Pada Satuan Tugas/Satgas Intel Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI.
  • Pendiri dan Komandan Pertama Detasemen 81 Anti Teroris Kopassus (1981)
  • Pendiri dan Komandan Pertama Proyek Rajawali Pada Pusat Intelijen Strategis/Pusintelstrat, BAIS ABRI (1983)
  • Komandan Satuan Pengamanan Presiden RI/VVIP Pada KTT ASEAN Manila, Filipina (1984).
  • Pendiri dan Komandan Pertama Proyek Charlie/Proyek Intelijen Teknik (Proyek Yang Menjadi Creme De La Creme TNI) Pada Detasemen 81 Anti Teroris Kopassus (1985).
  • Pendiri Dan Komandan Pertama Sekolah Pertempuran Khusus (Sepursus) Detasemen-81/Anti-Terror Kopassus Pada Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) (1986).
  • Komandan Satgas Tempur Khusus Pasukan Pemburu Kopassus (Detasemen-86) Di Sektor Tengah Khusus (Osu, Frekueike, Laisorobai) Timor-Timur (1986). Meraih Prestasi Dan Predikat Sebagai Komandan Satgas Tempur Terbaik Di Timor-Timur.
  • Komandan Sekolah Pusdik Para Lintas Udara Pusshandalinud/Pada Pusat Pendidikan Pasukan Khusus/Pusdikpassus, Kopassus (1987).
  • Asisten Operasi (Asops) Kopassus (1989)
  • Komandan Group 3 Sandhi Yudha Kopassus, (1990)
  • Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), (1993)
  • Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Madiun, Jawa Timur, Meraih Prestasi Sebagai Komandan Korem Terbaik Di Indonesia (1995)
  • Wakil Komandan Pusat Persenjataan Infanteri
  • Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI-AD (1996-1997)
  • Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD) (1997-1998).
  • Duta Besar RI Berkuasa Penuh Untuk Singapura (1999 – 2000)
  • Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI pada Kabinet Persatuan Nasional (2000 – 2001)
  • Pangkat Jenderal TNI (1999)
  • Kepala Staf Kepresidenan RI (2014 – 2015)
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan RI (2015 – Sekarang).

Karier di Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pada Tahun 1999 Presiden B.J. Habibie mengangkatnya menjadi Duta Besar Republik Indonesia Untuk Republik Singapura di era krusial awal Reformasi. Kepiawaian Luhut dalam diplomasi dianggap mampu mengatasi hubungan kedua negara yang sempat terganggu dan kurang selarasnya komunikasi antar pemimpin negara sepeninggal Presiden Soeharto. Dalam 3 bulan pertama masa jabatannya, ia mampu memulihkan hubungan kedua negara ke tingkatan semula.

Lalu pada masa Presiden Abdurrahman Wahid, Luhut ditarik dari Singapura sebelum masa baktinya berakhir. Gus Dur mempercayakannya sebagai Menteri Perdagangan dan Industri Republik Indonesia walau dalam periode yang singkat (2000 – 2001), sesingkat usia pemerintahan Gus Dur. Presiden di era pemerintahan selanjutnya pun bermaksud untuk mempercayakannya kembali sebagai Menteri, tetapi Luhut menolaknya karena ia menjaga etika terhadap Gus Dur.

Pada tanggal 31 Desember 2014, Luhut dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan Indonesia yang pertama oleh Presiden Joko Widodo. [2]

Pengembangan Masyarakat

Tahun 2001 Luhut memiliki ide membangun yayasan dan sekolah untuk masyarakat yang membutuhkan. Lalu bersama istrinya, Devi, Luhut membuat sebuah yayasan misi sosial bernama Yayasan Del. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan sumber daya manusia Indonesia agar menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara.

Yayasan Del bergerak di sektor pendidikan, teknologi, kesehatan, kemanusiaan dan membangun panti asuhan. Selain itu Del juga memberikan program beasiswa tanpa membedakan status maupun golongan.  Program pertamanya adalah dengan mendirikan Politeknik Informatika Del yang kini telah menjadi Institut Teknologi Del, di tepi Danau Toba. Tepatnya di Sitoluama, Laguboti, Kab. Tobasa. Sekarang, IT Del telah membuka program studi baru, yaitu: S1 Teknik Manajemen Rekayasa, Sistem Informasi dan Teknik Informatika, serta D3 Teknik Informatika.

Institut Teknologi DEL, ditujukan untuk anak berbakat dan dari keluarga tidak mampu Indonesia. Sejak didirikan, Institut Teknologi DEL bekerjasama dengan ITB Bandung, NIT India dan Wollongong University Australia.

Luhut juga mendirikan Yayasan Luhur Bakti Pertiwi yang telah melahirkan 250 alumni generasi muda berjiwa pemimpin berintegritas tinggi dari 23 provinsi. Selain itu Luhut juga mendirikan Yayasan Lingkar Bina Prakarsa sebagai lembaga independen dan non-partisan untuk menjadi Pusat Studi Kebijakan dan Pendampingan Strategis.

Kewirausahaan[sunting | sunting sumber]

Tahun 2004 Luhut mulai merintis bisnis di bidang energi dan pertambangan dengan mendirikan PT Toba Sejahtra Group. Kini di bawah Toba Sejahtra yang bergerak di sektor pertambangan batu bara, ada anak usaha yang bergerak di sektor minyak dan gas, perkebunan, dan kelistrikan.

PT Toba Bara Sejahtra Tbk (Toba Bara) adalah salah satu  produsen utama batubara termal yang kompetitif di Indonesia. Sebagai anak perusahaan PT Toba Sejahtra Group, Toba Bara telah berkembang menjadi produsen batubara utama yang beroperasi pada 3 (tiga) konsesi area tambang batubara di Kalimantan Timur. Area-area tambang yang berdekatan ini, yang dikelola oleh 3 (tiga) anak perusahaan, berada pada  lokasi tambang yang menguntungkan, serta dekat jaraknya dengan pelabuhan setempat. Sejak memulai produksi pada tahun 2007, mengalami  kenaikan yang cepat menjadi sebuah perusahaan  terkemuka di bidang batubara. Luas area tambang Toba Bara secara keseluruhan sekitar 7087 hektare dengan total estimasi sumber daya sebesar 236 juta ton.

Pembangunan pertama pada aset greenfield  dimulai dengan PT Indomining pada tahun 2007, diikuti dengan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) pada tahun 2008.  Kemudian, pembangunan PT Trisensa Mineral Utama (TMU) dimulai pada tahun 2011.

Tanggal 6 Juli 2012 Toba Bara mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan ticker TOBA dan merilis sebesar 210.681.000 saham atau 10,5 % dari jumlah modal disetor, dengan perolehan dana sebesar Rp 400.293.900.000,-. Harga perdana saham sebesar Rp 1.900,- per lembar saham.

Selain itu ada satu perusahaan konsesi yang dipegang Toba Sejahtra Grup, yaitu PT Kutai Energi. Sedangkan di sektor migas ada PT Energi Mineral Langgeng dan PT Fairfield Indonesia. Di sektor kelistrikan ada PT Pusaka Jaya Palu Power dan PT Kartanegara energi Perkasa. Lalu di sektor perkebunan ada dua perusahaan yaitu, PT Trisena Agro Sejahtera dan PT Adimitra Lestari. Kalu di sektor industri ada  PT Smartias Indo Gemilang, PT Rakabu Sejahtera dan PT Kabil Citranusa.

PT Pusaka Jaya Palu Tower yang bergerak di sektor kelistrikan sejak tahun tahun 2007, berhasil membangun pembangkit listrik tenaga uap. Dan ini merupakan pembangkit listrik tenaga uap swasta pertama di Indonesia.

Untuk coal and mining, sebagian besar hasil produksinya di-ekspor ke China, Korea, Taiwan, India, dan Jepang.

Bintang Jasa, Tanda Kehormatan dan Penghargaan

  • Ernst & Young Entrepreneur of the Year, untuk kontribusi pada Pengembangan Sosial (2011).
  • Penghargaan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia sebagai Pembina Olah Raga terbaik nasional (2006).
  • Komandan Resort Militer (Danrem) Terbaik se-Indonesia (1995).
  • Tanda Jasa Militer: Kesetiaan 8 Tahun, Kesetiaan 16 Tahun, Bintang Kartika Eka Paksi Prestasi dan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya.
  • Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akabri Bagian Darat (1970).
  • Bintang Yudha Dharma Nararya.
  • Bintang Prestasi Kartika Eka Paksi III.
  • Satya Lencana Nararya III.
  • Satya Lencana Kesetiaan XXV Tahun.
  • Satya Lencana GOM VIII/Dharma.
  • Satya Lencana Penegak.
  • Satya Lencana Seroja.
  • Satya Lencana Garuda VIII.
  • Satya Lencana Dwidya Sistha.
  • Satya Lencana PBB.

Afiliasi

Aktivitas Sosial

+++++++

Luhut dan Jokowi

Rahasia Kedekatan Jokowi-Luhut

Sabtu, 18/04/2015 17:51 WIB


Jenderal (Purnawirawan) Luhut Binsar Pandjaitan terkejut. Begitu juga beberapa purnawirawan jenderal yang menemaninya berkunjung ke Solo. Mereka hendak menemui Wali Kota Solo Joko Widodo. Ketika mereka mendarat di Bandar Udara Adi Soemarmo, rupanya Jokowi sendiri yang menjemput.

“Dia (Jokowi) naik Innova, nyetir sendiri,” ujar Atmadji Sumarkidjo, sahabat Luhut yang ikut dalam kunjungan pada 2009 itu, dalam fokus majalah detik edisi 177.

Jokowi menyambut para tamunya dari Jakarta itu dengan ramah. Pagi itu ia mengarahkan kemudinya ke kawasan Gading. Di daerah itu, ada warung soto terkenal, tempat Jokowi biasa menjamu tokoh-tokoh penting. Setelah sarapan, rombongan pun meluncur ke sebuah pabrik pengolahan kayu PT Rakabu Sejahtra, yang terletak di jalan raya Solo-Purwodadi, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Sragen, sekitar 15 kilometer dari Solo.

Hari itu untuk pertama kalinya Jokowi dan Luhut meninjau lokasi pabrik yang baru mereka dirikan. Sebelumnya, keduanya sepakat menjalin kerja sama bisnis. Rakabu Sejahtra mengolah kayu menjadi berbagai macam furnitur, seperti rangka pintu dan lantai kayu. Produk-produk dari pabrik tersebut diorientasikan untuk ekspor. Jokowi menguasai 51 persen saham, sedangkan Luhut 49 persen. Modal usaha Rakabu Sejahtra disebut-sebut lebih dari Rp 30 miliar.

***

Luhut Disebut Bisa Pengaruhi Perpanjangan Freeport

Rate This
LAPORAN UTAMA
KAMIS, 03 DESEMBER 2015

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said kemarin memberikan keterangan dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat ihwal dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto untuk perpanjangan kontrak PT Freeport di Indonesia. Salah satu yang diklarifikasi dalam sidang yang berlangsung delapan jam itu adalah soal peran Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan dalam perpanjangan kontrak Freeport.

Anggota Mahkamah dari Fraksi Partai NasDem, Akbar Faizal, mengatakan dalam rekaman antara Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, Setya Novanto, dan saudagar minyak Muhammad Riza Chalid, nama Menteri Luhut disebut sebanyak 66 kali. “Alur yang berkembang dalam rekaman itu seakan-akan Pak Setya atau Riza memberikan penjaminan kepada pihak Freeport dan sudah mendapatkan restu dari pejabat bernama Luhut Binsar,” ujarnya. “Kami ingin tahu dalam rangka apa? Hubungannya apa?”

Akbar pun menanyakan peran Luhut, perbedaan suara dengan Sudirman ihwal restu Istana terkait dengan pelaporan Setya ke Mahkamah, dan komunikasi dia dengan Luhut.

Sudirman mengatakan tak pernah melaporkan kasus Setya itu kepada Luhut. “Saya tidak pernah berkomunikasi masalah ini ke Luhut karena beda bidang dan bukan pimpinan saya,” kata Sudirman. Menteri Sudirman menyatakan hanya melapor kepada Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam salah satu percakapan dari rekaman panjang berdurasi 1 jam 20 menit 17 detik yang diperdengarkan kepada Mahkamah itu, Setya dan Riza meyakinkan Maroef bahwa mereka bisa membantu perpanjangan kontrak karya yang akan habis pada 2021 melalui Luhut. “Artinya, kalau ada opportunity…. Kan ada di Pak Luhut.” Riza juga mengungkapkan hubungan dekat antara Luhut dan Presiden Jokowi. “Kalau (Luhut) kasih sign, beliau (Jokowi) keluar kasih sign.”

Setya dan Riza juga menyebutkan telah berbicara dengan Luhut soal bagi-bagi saham Freeport. Pembicaraan saham tersebut diduga merupakan kelanjutan dari pertemuan antara Luhut dan bos Freeport, Jim Bob (James Robert Moffet), tiga tahun silam. “Gua bakal ngomong ke Pak Luhut janganlah ambil 20 persen, ambillah 11 persen, kasihlah Pak JK 9 persen. Harus adil. Kalau enggak, ribut.”

Wakil Ketua MKD Junimart Girsang menyatakan sidang akan memanggil Luhut. Menurut dia, rencana pemanggilan Luhut akan dibahas dalam sidang hari ini yang agenda utamanya mendengarkan keterangan Maroef dan Riza.

Dalam kesempatan terpisah, Luhut mengaku senang jika dipanggil Mahkamah Kehormatan Dewan. “Biar cepat tuntas,” katanya.HUSSEIN ABRI YUSUF| MITRA TARIGAN | BAGUS PRASETIYO| ANGELINA ANJAR SAWITRI | ISTIQOMATUL HAYATI

+++++

Kedekatan Luhut – Setya Novanto

Kedekatan Luhut & Setya Novanto, dari Rekaman hingga Hajatan
SABTU, 05 DESEMBER 2015 | 19:29 WIB

Kedekatan Luhut & Setya Novanto, dari Rekaman hingga Hajatan
Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan usai menghadiri pemberkatan pernikahan puteri Ketua DPR RI Setya Novanto, Dwina Michaella dengan Jason F Harjono di Gereja Katedral,Jakarta, Jumat, 27 November 2015. . TEMPO/Subekti
TEMPO.CO, Jakarta – Di tengah sorotan, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan hadir dalam hajatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto di Hotel Mulia di Senayan, Jakarta, Jumat malam, 4 Desember 2015. Setya menggelar resepsi pernikahan putrinya, Dwina Michaella, dengan Jason Harjono, putra pengusaha Setiawan Harjono (Oei Yung Gie), di hotel tersebut.

Saat Dwina dan Jason melangsungkan pemberkatan pernikahan di Gereja Katedral Jakarta, pada Jumat, 27 November 2015, Luhut pun hadir. Saat pemberkatan itu, menteri Kabinet Kerja lain yang hadir adalah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Namun keduanya tak datang saat resepsi kemarin. Pembantu Jokowi yang datang hanya Luhut, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso.

Kedekatan Luhut dan Setya tergambar dalam rekaman percakapan Setya dan pengusaha M. Riza Chalid saat mereka bertemu dengan bos PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin. Nama Luhut berulang kali disebut Setya dan Riza. Luhut dianggap bisa menjembatani perpanjangan kontrak Freeport.

“Yang saham. Soal saham itu, saya bicara ke Pak Luhut (Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan). Kita sudah bicara. Weekend saya ketemu. Biar Pak Luhut yang bicara ke Bapak (Presiden Joko Widodo),” ujar Riza dalam rekaman.

Novanto pun membalas dengan mengatakan pembicaraan tersebut harus segera dilakukan agar urusan cepat selesai. Kemudian Riza langsung mengatakan dirinya berencana menemui Luhut pada akhir pekan. “Kan ini long weekend, hari Minggu nanti saya temui Pak Luhut. Bisa Minggu malam. Biar Pak Luhut cek,” ujarnya dalam rekaman.

Pada kesempatan terpisah, Luhut mengatakan namanya hanya dicatut orang yang bercakap-cakap di dalam rekaman. Ia siap menjelaskan bila Mahkamah Kehormatan Dewan memanggilnya. “Beken juga saya,” ujarnya.

ANTONS

++++++++++++++++++

Senin, 25 April 2016

Luhut Terseret Panama Papers

 Luhut Terseret Panama Papers

JAKARTA – Presiden Joko Widodo akan memimpin rapat kabinet untuk membahas Panama Papers, pekan ini. Sejumlah lembaga juga telah diminta berkoordinasi untuk membentuk satuan tugas, di antaranya Kementerian Keuangan, Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, Komisi Pemberantasan Korupsi, Otoritas Jasa Keuangan, serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Ihwal rencana rapat itu dibenarkan oleh Ketua PPATK Muhammad Yusuf, kemarin. “Saat ini kami dalam tahap melakukan validasi data,” kata Ketua PPATK Muhammad Yusuf, kemarin.

Rencana ini muncul setelah beberapa nama warga negara Indonesia, termasuk politikus dan pejabat publik, disebut dalam daftar klien Mossack Fonseca. Firma hukum asal Panama ini menjadi sorotan dunia lantaran membantu pendirian perusahaan cangkang di negara suaka pajak. Yang terbaru, penelusuran Tempo menemukan keberadaan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan dalam bocoran dokumen.

Nama Luhut muncul di antara 11,5 juta file Panama Paper. Dia tercatat sebagai direktur tunggal Mayfair International Ltd, sebuah perusahaan kotak pos di Republik Seychelles, negara kepulauan di tengah Samudra Hindia.

Satu bundel berkas tersebut juga menunjukkan Mayfair International dimiliki oleh PT Persada Inti Energi dan PT Buana Inti Energi. Persada dan Buana, secara langsung ataupun tidak langsung, terkoneksi dengan Luhut. Dalam berkas Panama Papers, kedua perusahaan berkantor di lantai tiga gedung Graha Binakarsa, Jalan H R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Ketika Tempo menyambangi lokasi tersebut pada Selasa pekan lalu, kantor itu diisi oleh perusahaan lain, dan menurut seorang petugas keamanan, “Orang gedung di sini tahunya kedua perusahaan itu milik Pak Luhut.”

Akta perubahan anggaran dasar Persada pada 2012 menyebut dua pemegang saham: PT Pelita Buana Karya dan Elizabeth Prasetyo Utomo. Elizabeth adalah mantan direktur keuangan di PT Toba Bara Sejahtra Tbk periode 2008-2009. Adapun salinan putusan Mahkamah Agung pada 2012 menyebut Davit Togar Pandjaitan, putra Luhut, sebagai Direktur Umum Buana Inti Energi. Kala itu, Buana bersengketa perdata dengan mitra bisnisnya, PT Bangun Bejana Baja.

Ditemui Tempo pada Kamis lalu, Luhut membantah terlibat dalam pendirian Mayfair International Ltd. “Saya tidak kenal,” ujarnya soal PT Persada Inti Energi. “Saya baru punya uang pada 2009.” (Baca juga majalah Tempo: “Cangkang Luhut di Pojok Afrika”)

Juru bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi Sapto Pribowo, belum bersedia mengomentari temuan Tempo. Begitu pula juru bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Hussein Abdullah. “Coba dipelajari dahulu nanti seperti apa,” kata Hussein. “Sejauh yang saya tahu, belum ada rencana memanggil dia (Luhut).”

Para pegiat transparansi pemerintahan mendesak Presiden tak melibatkan Luhut dalam rencana pembentukan satuan tugas untuk menyelidiki keberadaan pejabat di Panama Papers. Direktur Program Transparency International Indonesia, Ilham Saenong, khawatir pelibatan Luhut dalam satuan tugas akan menimbulkan konflik kepentingan. “Penyelidikan yang akan dilakukan satuan tugas nanti harus bebas dari segala bentuk intervensi,” kata Ilham.

Direktur Eksekutif Kemitraan Monica Tahuhandaru berharap Luhut menjelaskan keberadaan perusahaan cangkang yang menyebutnya sebagai direktur. Bahkan, menurut dia, “Seorang pejabat harus transparan sebelum menjabat.” AGOENG W | MITRA T | ISTMAN MP

 

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: