MEDAN| Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara, Anuar Shah SE meninggal dunia di usia 49 tahun. Tokoh pemuda Sumut yang akrab dipanggil Aweng tersebut tutup usia di Amsterdam, Belanda Sabtu (8/8/2015), sekitar pukul 11 siang Waktu Indonesia.  

Nama besar Anuar Shah di ormas kepemudaan di Sumatera Utara sudah tidak diragukan lagi. Sejak menakhodai PP Sumut, banyak kontribusi yang sudah diberikannya. Menjadi Ketua MPW PP Sumut dua periode (2007-2012, 2012-2017), nama Aweng tak bisa terpisahkan dari ormas Pemuda Pancasila.

Abang kandung almarhum, Rahmat Shah mengakui, sepakterjang Anuar Shah di organisasi kepemudaan mendapat dukungan penuh keluarga. “Banyak kontribusi positif yang sudah  diberikan untuk Sumatera Utara. Terutama di bidang pendidikan, kepemudaan dan kemasyarakatan. Karena itu, kami keluarga besar selalu memberikan dukungan penuh bagi almarhum,” ujar Rahmat Shah saat dihubungi edisimedan, sesaat lalu.

Rahmat Shah bilang, perjuangan almarhum dalam membesarkan Pemuda Pancasila masih belum selesai. Karena itu, dia berpesan agar aktivitas positif yang dilakukan Aweng bersama PP Sumut harus tetap diteruskan.”Kontribusi almarhum untuk organisasi Pemuda Pancasila, khususnya di bidang pendidikan, kepemudaan dan sosial, harus menjadi contoh bagi generasi muda. Almarhum juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, siap membantu siapa saja,” jelasnya lagi.

Rahmat Shah yang mengaku berada di Medan, juga memohon doa agar amal baik dan ibadah almarhum dapat diterima Allah SWT. “Kami memohon agar warga Sumatera Utara mendoakan agar kebaikan almarhum bisa diterima Allah. Saya mewakili keluarga juga mohon maaf atas  segala kesalahan almarhum semasa hidupnya. Sebagai manusia biasa, pasti tak luput dari salah dan khilaf,” ujarnya.

Aweng tutup usia karena penyakit yang dideritanya. Keberadaan Aweng di Amsterdam, Belanda untuk menjalani penyakit yang lama diidapnya.

“Saat ini jenazah Aweng masih di Amsterdam. Insya allah besok (Minggu-red) baru tiba di Medan. Perlu waktu 16-18 jam untuk membawa jenazah dari Amsterdam ke Medan,” imbuhnya.

Rencana, pihak keluarga akan mengebumikan jenazah pekuburan Jalan Sei Deli Medan. “Rencananya almarhum akan dikebumikan di Sei Deli, pekuburan keluarga,” pungkas Rahmad Shah.

Sementara itu, suasana rumah duka di Jalan Kiwi No. 80 AA, Sei Sikambing, Kecamatan Medan Sunggal Medan, Sabtu (8/8/2015) sore ini sudah ramai dikunjungi kerabat. Di halaman rumah, terlihat anggota Komando Inti (Koti) PP Sumut terlihat berjaga-jaga.

Kerabat dekat dan keluarga juga sudah melakukan takziah dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Quran. Pihak keluarga juga sudah menyiapkan tempat khusus dengan menempatkan sebuah kasur khusus di tengah-tengah rumah duka. Jika tak ada aral melintang, jenazah tiba di Medan yang direncanakan Minggu sore sekitar pukul 16.00 WIB. [ded]