Jan Darmadi

alias Apiang, Bos Judi Jakarta, pengusaha perjudian dan properti

Anggota Watimpres Presiden Jokowi

Ketua Majelis Tertinggi Partai Nasdem

+++++++++++++++++++++++

News / Nasional

Ini Profil Singkat Jan Darmadi, Anggota Wantimpres dari Nasdem

Senin, 19 Januari 2015 | 14:06 WIB
Kompas.com/SABRINA ASRIL Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jan Darmadi
JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Senin (19/1/2015). Pelantikan digelar di Istana Negara dan dihadiri beberapa pimpinan lembaga dan menteri Kabinet Kerja.

Salah satu anggota Wantimpres adalah Jan Darmadi, politisi Partai Nasdem. Di Nasdem, dia menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem.

Jan juga merupakan pengusaha properti. Dia pendiri PT Jakarta Setiabudi International. Jan juga pemilik Hotel Mandarin, Mercure Ancol, Jakarta Theater dan Setiabudi Building.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Rio Patrice Capella mengatakan, pemilihan Jan bukan tanpa dasar. Jan dianggap merupakan tokoh senior yang berpengalaman di bidang bisnis.

Mengutip situs Wantimpres, tugas Wantimpres adalah untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara. Pemberian nasihat dan pertimbangan tersebut wajib dilakukan oleh Wantimpres baik diminta ataupun tidak oleh Presiden. Penyampaian nasihat dan pertimbangan tersebut dapat dilakukan secara perorangan maupun sebagai satu kesatuan nasihat dan pertimbangan seluruh anggota dewan.
Dalam menjalankan tugasnya, Wantimpres melaksanakan fungsi nasihat dan pertimbangan yang terkait dengan pelaksanaan kekuasaan pemerintahan negara. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya tersebut, Wantimpres tidak dibenarkan memberikan keterangan, pernyataan, dan/atau menyebarluaskan isi nasihat dan pertimbangan kepada pihak manapun.

Atas permintaan Presiden, Wantimpres dapat mengikuti sidang kabinet serta kunjungan kerja dan kunjungan kenegaraan. Dalam melaksanakan tugasnya, Wantimpres dapat meminta informasi dari instansi pemerintah terkait dan lembaga negara lainnya. Selain itu, kepada Ketua dan Anggota Wantimpres diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya sesuai dengan yang diberikan kepada Menteri Negara.


Astagfirullah, Bos Judi, Jan Darmadi alias Apiang jadi Watimpres, Jokowi Terlalu

KONFRONTASI – Presiden Joko Widodo resmi melantik Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem Jan Darmadi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Pria yang dikenal dengan panggilan Apiang tersebut mendapat sorotan tajam karena disebut sebagai bekas bos judi.

Pernyataan tersebut dilontarkan pertama kali oleh Profesor Sosiolog dari Universitas Indonesia Prof. Thamrin Amal Tomagola setelah Jokowi melantik kesembilan Wantimpres di Istana Negara, Senin (19/1). Pernyataan tersebut ditulis Tamagola melalui akun Twitter pribadinya.

“Keprihatinan Sore: Astagfirullah, Bos Judi, Jan Darmadi alias Apiang dilantik hari ini jadi Anggota Wantimpres ! Pemberi pertimbangan judi?” tulis Tamagola, Senin (19/1).

Jan Darmadi yang merupakan putra pengusaha Dadi Darma pernah menjalankan bisnis judi ayahnya di Jakarta saat ibukota dipimpin Gubernur Ali Sadikin. Di era orde baru pimpinan Presiden Soeharto, pria yang menempuh pendidikan sekolah menengah di Singapura sempat menjalankan bisnis judi Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB).

Seperti apa perjalanan bisnis bos judi Jan Darmadi hingga menjadi Wantimpres, berikut rangkumannya.

1. Kelola judi di Petak Sembilan, Jakarta Barat

Jan Darmadi menempuh pendidikan mulai dari sekolah menengah hingga hingga meraih gelar MBA di luar negeri. Pertengahan 1960, Jan kembali ke Indonesia dan menjalankan usaha ekspor-impor.

Seperti dikutip dari buku ‘Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia’ karya Sam Setyautama dan Suma Mihardja, selain mengelola bisnisnya sendiri, Jan dipercaya meneruskan usaha ayahnya, Jau Fuk Sen. Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem tersebut dipercaya memimpin sejumlah kasino milik ayahnya yang ada di Jakarta.

“Pertengahan 1960 ia kembali ke Jakarta untuk melanjutkan usaha ekspor-impor dan meneruskan usaha ayahnya, Jau Fuk Sen, pemilik kasino PIX di Petak Sembilan dan kasino NIBC di Jakarta Theatre. Ia mendirikan real estate PT Antilope Maju dan PT Copy Las.”

Bersama adiknya Eddy Darmadi, ia mendirikan Darmadi Group yang membawahi 50 perusahaan yang kebanyakan bergerak di bidang properti, real estate, hotel, perkantoran, perstektilan, dan supermarket. Ia juga mempunyai saham di Panin Bankdan Bank Susila Bhakti.

2. Jadi bos judi SDSB di era Presiden Soeharto

Mulai dari ayahnya, Jau Fuk Sen keluarga Jan Darmadi dikenal dengan pusat pemerintahan. Di era orde baru (orba) pimpinan Presiden Soeharto, Jan dipercaya mengelola Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB). Meski pemerintah menyebut SDSB sebagai bentuk bantuan sosial, banyak ulama yang menyebut SDSB sebagai judi.

Saat merdeka.com konfirmasi ke Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Roy Capella, ia membenarkan jika Jan Darmadi sempat mengelola SDSB. Namun menyebutkan, jika SDSB merupakan program pemerintah orde baru.

“Ya. Tapi sekarang Pak Jan sudah arif,” ujar Roy Capella, Selasa (20/1).

3. Melaju mulus ke Istana

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/1). Jokowi sempat dikecam karena mengangkat Wantimpres yang berasal dari parpol pendukungnya saat pilpres kemarin.

Satu dari sembilan Wantimpres yang diangkat Jokowi, Jan Darmadi yang merupakan Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem tersebut mendapat sorotan tajam. Pria yang dikenal dengan panggilan Apiang disebut sebagai bos judi.

Jan Darmadi merupakan Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem. Terkait pengangkatan Jan yang merupakan kader partai pendukung pemerintah, banyak yang beranggapan jika pengangkatan tersebut merupakan bagi-bagi jatah partai yang selama ini turut memenangkan pasangan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden.

Menyikapi kabar tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno beralasan, pengangkatan dan pelantikan Wantimpres adalah hak prerogratif Presiden Jokowi.

“Presiden dalam hal ini seperti diamanatkan UUD 45 presiden diminta atau tidak diminta membentuk (Wantimpres) selambat-lambatnya 3 bulan setelah dilantik. Batas waktunya besok, hari ini dilantik,” kata Pratikno kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/1).[merdek

– See more at: http://www.konfrontasi.com/content/nasional/astagfirullah-bos-judi-jan-darmadi-alias-apiang-jadi-watimpres-jokowi-terlalu#sthash.7nKoQ0xW.dpuf

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: