Trimedya Panjaitan

Politikus PDIP

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari PDIP

Pengacara

++++

dari merdeka.com

Trimedya Panjaitan


Nama Lengkap : Trimedya Panjaitan

Profesi :

Agama : Kristen

Tempat Lahir : Medan

Tanggal Lahir : Senin, 6 Juni 1966

Zodiac : Gemini

Warga Negara : Indonesia

BIOGRAFI

Trimedya Panjaitan adalah seorang politisi dari Partai Demokrat Indonesia Raya (PDIP). Ia juga menjabat sebagai Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum dan perundang-undangan, hak asasi manusia, serta keamanan periode 2009-2014. Selain itu, ia kini juga menduduki posisi sebagai Ketua Bidang Hukum DPP PDIP 2010-2015. Selaku Ketua Bidang Hukum DPP partainya, Trimedya meyakini bahwa rekan separtainya yang tengah terlilit kasus suap Wisma Atlet setelah namanya disebut-sebut oleh Nazaruddin, Wayan Koster, tidak telibat kasus tersebut karena tidak adanya bukti apa pun yang bisa menjadikan Wayan sebagai tersangka. Ia juga menyatakan bahwa PDIP sudah menjanjikan pemberian bantuan hukum kepada Wayan Koster kalau kadernya itu sangat membutuhkan.

Pada bulan Maret 2012 lalu, ia dan tiga anggota Komisi III lainnya, yaitu Benny K. Harman, Nudirman Munir, dan Ruhut Sitompul diadukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Petisi 50 ke Badan Kehormatan DPR. Ketua Kelompok Kerja Petisi 50, Judilheri Justam, melaporkan keempat nama tersebut ke Badan Kehormatan DPR karena diduga keempat anggota DPR yang memang memiliki latar belakang pengacara itu  masih aktif sebagai advokat. Padahal, berdasarkan pasal 208 ayat 2 UU 27/2009, anggota DPR dilarang melakukan pekerjaan sebagai pejabat struktural pada lembaga pendidikan swasta, akuntan publik, konsultan, advokat atau pengacara, notaris dan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan tugas dan wewenang DPR serta hak sebagai anggota DPR. Saat melapor ke BK, Pokja Petisi 50 melampirkan sejumlah bukti berupa alamat beserta foto kantor pengacara milik keempat anggota DPR tersebut yang masih menggunakan nama mereka.

Menanggapi hal ini, Trimedya menyatakan bahwa sejak tahun 2003 dirinya adalah advokat nonaktif. Ia tidak lagi memiliki kantor serta tidak ada nama dan tanda tangan dirinya sebagai advokat dalam kop apapun.

PENDIDIKAN
  • SDN HKBP Medan (1979)
  • SMPN 5 Medan (1982)
  • SMAN 30 Jakarta (1985)
  • Fak. Hukum Universitas Pancasila Jakarta (1991)
KARIR
  • Pembela Umum LBH (1991-1993)
  • Pembela Umum YLBHI (1993-1996)
  • Pemimpin Law Office Trimedya Panjaitan & Associates (1996-2004)
  • Ketua Komisi III DPR RI (2004-2009)
  • Anggota Komisi III DPR RI (2009-2014)
  • Ketua Bidang Hukum DPP PDIP (2010-2015)

++++++++++++++++++++++++++++

Trimedya: Budi Gunawan Ikut Susun Visi-Misi Kampanye Jokowi-JK

Sabtu, 10 Januari 2015 20:27 WIB

Trimedya: Budi Gunawan Ikut Susun Visi-Misi Kampanye Jokowi-JK
Kompas.com
Trimedya Panjaitan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Faktor kedekatan akhirnya diakui sebagai salah satu alasan di balik terpilihnya Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri.

Budi ternyata pernah ikut menyusun visi dan misi di bidang pertahanan dan keamanan bagi Jokowi dan Jusuf Kalla dalam pelaksanaan pemilihan presiden lalu.

Hal ini disampaikan Ketua DPP PDI-P Trimedya Panjaitan di kantor DPP PDI-P, Sabtu (10/1/2015).

“Jokowi pasti kenal karena dalam aktivitas partai, misalnya ultah Bu Mega, Lebaran ini. Dia (Budi Gunawan) Secara emosional ada keterikatan, termasuk waktu susun visi misi dalam hankam, beliau dilibatkan,” kata Trimedya.

Trimedya membantah anggapan bahwa pemilihan Jokowi terhadap Budi Gunawan lebih karena permintaan dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno. Seperti diketahui, Budi merupakan mantan ajudan Megawati saat menjadi Presiden.

“Nggak ada masukan dari Megawati. Sepanjang yang saya tahu, bu Mega nggak pernah menyorongkan Budi Gunawan kepada Pak Jokowi,” imbuh dia.

Trimedya yakin pertimbangan Jokowi memilih Budi Gunawan sudah dilakukan secara matang termasuk menimbang penilaian yang dilakukan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Dia pun berpendapat pemilihan Budi Gunawan sudah tepat karena Budi dikenal sebagai polisi yang intelek.

Sebelumnya, Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan mengungkapkan ada lima nama yang awalnya disodorkan oleh Kompolnas kepada presiden. Kelima nama itu adalah Kabareskrim Komisaris Jenderal Suhardi Alius, Kepala Lemdikpol Komjen Budi Gunawan, Irwasum Komjen Dwi Priyatno, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, dan Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno.

Semuanya telah menjalani proses penelusuran jejak rekam. Salah satunya adalah dengan melakukan penelusuran internal. Surat rekomendasi dari Kompolnas diberikan pada 9 Januari pagi hari.

Tak sampai satu hari, Jokowi langsung menunjuk Budi Gunawan yang merupakan mantan ajudan Megawati. Surat penunjukan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri itu kemudian diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat di hari yang sama.

DPR nantinya yang akan melakukan uji kepatuhan dan kelayakan terhadap calon Kapolri itu.(Sabrina Asril)

+++++++++++++

Tempo 19 Januari 2015

Aliran Duit dari Budi Gunawan, Ini Kata Trimedya

TEMPO.CO, Jakarta – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Trimedya Panjaitan, membantah pernah menerima cek dari Budi Gunawan senilai Rp 250 juta pada Februari 2006. “Itu tidak benar. Buat apa saya meminta uang dari Budi Gunawan?” katanya, Ahad, 18 Januari 2015. (Baca: Oegroseno: Budi Gunawan Pasti Ditahan KPK.)

Trimedya mengatakan dari dulu hingga sekarang ia tak pernah punya hubungan bisnis dengan Budi Gunawan. “Saya dulu kenal karena beliau ajudan Ibu Mega. Berteman biasa saja hingga sekarang,” katanya.

Hingga saat ini, Trimedya mengklaim hubungannya dengan Budi hanya hubungan kerja. “Karena beliau di kepolisian dan saya di komisi hukum,” katanya. (Baca: Tokoh Lintas Agama Dukung KPK Sebut Pejabat Korup.)

Pada Februari 2006, Trimedya Panjaitan disebut mencairkan sepuluh cek multiguna senilai Rp 250 juta. Cek tersebut berasal dari Budi Gunawan. “Tidak ada itu. Saya enggak ada berurusan uang dengan beliau,” kata Trimedya.

INDRI MAULIDAR

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: