Budi Gunawan

Komisaris Jendral Polisi, sempat menajdi calon tunggal KAPOLRI oleh Presiden Joko W, sebelum ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK .

Budi Gunawan saat ini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Polri. Jenderal bintang tiga itu dikenal dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan pernah menjadi ajudan Megawati pada 2001-2005. Budi juga sempat menduduki jabatan Kapolda Jambi dan Kapolda Bali.                    

+++++++++++++

Akhirnya, KPK Jadikan Budi Gunawan Tersangka

TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan kejutan menjelang pelantikan Kepala Kepolisian RI. KPK menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan, yang menjadi calon tunggal Kapolri, sebagai tersangka kasus rekening gendut. Menurut KPK, calon Kapolri ini dijerat atas kasus kepemilikan rekening yang mencurigakan.

“Komjen BG tersangka kasus tipikor (tindak pidana korupsi) saat menduduki Kepala Biro Pembinaan Karier (Polri),” kata Ketua KPK Abraham Samad dalam jumpa pers di Kuningan, Jakarta, Selasa, 13 Januari 2015.

Menurut Samad, KPK melakukan penyelidikan sejak Juli 2014. Budi diduga melanggar Pasal 12a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11, atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 

“KPK telah melakukan penyidikan setengah tahun lebih terhadap transaksi mencurigakan (Budi),” ujarnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari Kepolisian ataupun Budi Gunawan.

LINDA

Budi Gunawan Bukan Juara, Siapa Peraih Adhi Makayasa 83?

Budi Gunawan Bukan Juara, Siapa Peraih Adhi Makayasa 83?
TEMPO.CO, Makassar – Komisaris Jenderal Budi Gunawan boleh menjadi calon tunggal Kepala Polri yang diusulkan Presiden Joko Widodo kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Namun peraih Adhi Makayasa alias lulusan terbaik Kepolisian tahun 1983 ternyata Inspektur Jenderal Anton Setiadji, yang kini menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat. (Baca: Kontroversi Pencalonan Budi Gunawan di Sini)”Iya, kebetulan saya yang dapat lulusan terbaik. Tapi tidak usah diributkanlah,” kata Anton saat dihubungi Tempo, Senin, 12 Januari 2015. Adhi Makayasa merupakan penghargaan tahunan untuk lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Kepolisian. Penerima penghargaan Adhi Makayasa ini adalah mereka yang secara seimbang mampu memperlihatkan prestasi pada tiga aspek: akademis, jasmani, dan kepribadian alias mental. Penganugerahan penghargaan diberikan langsung oleh presiden atau yang mewakili atas nama presiden. 

Anton menjelaskan Adhi Makayasa bersifat tunggal untuk setiap matra. “Hanya satu yang terima (di Kepolisian),” ucapnya. Adapun prestasi Budi Gunawan sewaktu mengenyam pendidikan pun terbilang bagus, yakni masuk lima besar. Meski demikian, Anton kembali menyebutkan masalah itu tak perlu diributkan. (Jokowi Pilih Budi Dikecam, Ini Kata Istana)

Di mata Anton, Budi adalah sosok polisi yang berkepribadian baik, cerdas, dan bisa dipercaya. “Pak Budi itu sosok polisi yang baik dan berintegritas,” ujar pria kelahiran Malang ini. Ia pun mendukung koleganya itu menjadi orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia. 

Menurut Anton, siapa pun yang terpilih memimpin Korps Bhayangkara, tentu adalah polisi terbaik. Ia mengatakan tidak perlu mempersoalkan pelbagai hal, termasuk peraih Adhy Makayasa itu. “Siapa pun yang jadi Kapolri, itu pasti yang terbaik,” ujar mantan Kepala Kepolisian Daerah Bangka Belitung ini.

TRI YARI KURNIAWAN

 

+++

Soal Harta Miliaran Rupiah, Budi Gunawan: Itu Legal

Aghnia Adzkia, CNN Indonesia
Selasa, 13/01/2015 18:23 WIB
Soal Harta Miliaran Rupiah, Budi Gunawan: Itu LegalTersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji sekaligus calon Kapolri Budi Gunawan menerima kedatangan anggota Komisi II DPR RI, di kediamanny. Jakarta, Selasa (13/1). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia — Calon tunggal Kapolri Komjen Budi Gunawan terjerat dugaan kasus rekening gendut. Ketua Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengumumkan penetapan Budi sebagai tersangka, siang tadi di kantornya.

Kepala Lembaga Pendidikan (Lemdik) Polri tersebut tercatat memiliki harta kekayaan senilai total Rp 22,65 miliar per 26 Juli 2013. Jumlah tersebut bertambah lima kali lipat dibanding 19 Agustus 2008 silam, yang berjumlah Rp 4,68 miliar.

Menanggapi penambahan jumlah tersebut, Budi menjawab santai. “Semua sudah dijelaskan di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), semua legal. Tidak ada yang kami tutupi, semua legal,” ujar Budi usai menggelar pertemuan dengan Komisi Hukum DPR di kediamannya, bilangan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (3/1) 

Berdasarkan catatan LHKPN KPK atas nama Budi Gunawan yang diakses CNN Indonesia, Sabtu (10/1), harta tersebut terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan, harta bergerak berupa alat transportasi, serta harta lainnya. Penambahan harta terjadi pada sektor tanah dan bangunan sebanyak Rp 18,79 miliar. Sebelumnya pada tahun 2008, ia hanya memili tanah dan bangunan senilai Rp 2,74 miliar. Namun pada tahun 2013 menjadi Rp 21,53 miliar. 

Tanah dan bangunan tersebut tersebar di sejumlah wilayah yaitu seluas 13.127 meter persegi di Kabupaten Bogor; 1.157 meter persegi dan 244 meter persegi di Bandung; bangunan seluas 880 meter persegi di Jakarta Selatan; tanah seluas 2.026 meter persegi di Jakarta Selatan; tanah 220 meter persegi di Bekasi; tanah seluas 203 meter persegi di Subang; serta tanah seluas 16.367 meter persegi di Serang.

Selain itu, Budi tercatat memiliki sebuah mobil Nissan Juke, satu unit mobil Mistsubishi Pajero Sport, dan sebuah mobil Nissan Teana. Dia juga memiliki dua unit motor.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Lemdik Polri, Budi menduduki posisi Kapolda Bali. Dia juga pernah menjadi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada tahun 2010-2012. Tahun 2009-2010 Budi menjabat Kepala Divisi Pembinaan Hukum Polri.

Budi disebut dekat dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri setelah pernah menjadi ajudan saat Mega menjadi Presiden tahun 2001-2005.

Sebelumnya, Presiden Jokowi diketahui mengirim surat kepada pimpinan DPR tetanggal 9 Januari 2015. Surat itu menyebut bahwa Budi Gunawan layak diangkat sebagai Kapolri karena memiliki kemampuan, kecakapan, dan memenuhi syarat jadi Kapolri. 
(sip)

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: