Sjahril Djohan

mafia kasus

++++

Siapa Sjahril Djohan

Kini, Sjahril Djohan merupakan saksi kunci kasus-kasus yang dihembuskan Susno Duadji.
Rabu, 14 April 2010
Oleh : Ismoko Widjaya, Nur Farida Ahniar, Elly Setyo Rini, Bayu Galih
Syahril Johan (VIVAnews/Bayu Galih)

VIVAnews – Dimulai dari pertemuan tertutup antara Komisaris Jenderal Susno Duadji dengan Komisi III Bidang Hukum DPR, nama Sjahril Djohan mencuat ke publik.  

Hingga dini hari tadi, Rabu 14 April 2010, SJ alias Sjahril Djohan masih diperiksa di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. 

Susno Duadji pada Kamis 8 April lalu mendatangi DPR untuk mengadu dan meminta perlindungan hukum-politik. Susno menyebut kasus baru, mafia perusahaan Arwana di Pekanbaru, Riau. 

Susno bahkan mengatakan dalam kasus mafia Arwana ini terdapat makelar kasus alias markus yang sama dengan kasus pajak Gayus Tambunan. Mr X pun disebut Susno. Akhirnya dalam pertemuan tertutup, Susno menyebut nama Mr X itu alias SJ. 

“Menurut Susno, Mr X yang berinisial SJ itu mantan orang Deplu (Departemen Luar Negeri),” kata anggota Komisi III DPR Nasir Jamil dalam perbincangan dengan VIVAnews, Jumat 9 April lalu. 

Kendati demikian, kata dia, dalam pertemuan tertutup itu Susno hanya menyebut inisial. Susno tidak merinci siapa orang berinisial SJ itu dalam rapat tertutup di hari sebelumnya.

“Dia disebut mafia. Kalau ada kasus-kasus, SJ turut merekayasa kasus,” ujar anggota DPR dari daerah pemilihan Nanggroe Aceh Darussalam ini.

Keluarnya nama SJ juga ditegaskan Sekretaris Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana. Denny juga menyebut mantan Wakil Kapolri. 

“Sudah disebut saja. Ada yang namanya Syahrial Johan (SJ), ada mantan wakapolri. Bagaimana tindak lanjutnya, Satgas tentu akan mencermati,” kata Denny Indrayana dalam diskusi di Radio Trijaya, Sabtu 10 April 2010.

Menurut Denny, satgas punya kepentingan agar kasus yang baru disebutkan Susno Duadji itu terbongkar. Satgas akan mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait.

***

Adalah mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman yang membenarkan nama Sjahril Djohan pernah menjadi staf khususnya. Tapi Marzuki tak tahu lagi keberadaan pria yang inisialnya disebut Komisaris Jenderal Susno Duadji itu sebagai makelar kasus atau markus.

“Pak Sjahril Djohan yang saya tahu, hanya Pak Sjahril Djohan yang pernah bekerja di Kejaksaan,” kata Marzuki Darusman saat dihubungi, Senin 12 April 2010.

Marzuki Darusman sendiri mengaku tidak mengetahui nama Sjahril Djohan lainnya. Setelah pensiun dari staf khusus Jaksa Agung Bidang Intelijen dan Politik Luar Negeri, Syahril Johan tidak diketahui lagi keberadaannya.

Itu juga ditegaskan pengacara Susno Duadji, Henry Yosodiningrat. “Salah satu reputasi dan latar belakang SJ, dia pernah menjadi staf khusus Jaksa Agung, seorang diplomat,” kata Henry kepada VIVAnews, Senin 12 April 2010. 

SJ merupakan mantan pegawai Departemen Luar Negeri (Deplu). SJ tak lebih dari 10 tahun menjadi pegawai Deplu.

“Masuknya mungkin sekitar tahun 70-an. Tahun 80-an dia dipecat dari Deplu karena menggunakan ijazah palsu,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepadaVIVAnews sebelum jumpa pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Daewoo Hotel Vietnam, Jumat 9 April 2010. 

***

Sjahril Djohan diduga juga pernah berbisnis jual beli senjata. “Pernah bisnis semacam calo senjata,” kata mantan pegawai Deplu yang satu angkatan tahun masuk dengan SJ, dalam perbincangan dengan VIVAnews di Daewoo Hotel, Vietnam, Jumat 9 April 2010.

Menurut dia, SJ masuk sekitar tahun 1974 dan dipecat sekitar tahun 1980. SJ dikeluarkan dari Deplu karena kedapatan menggunakan ijazah palsu.

Hingga sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi, Sjahril Djohan masih diperiksa di Markas Besar Polri. Pengacara Hotma Sitompoel mendampingi Sjahril Djohan selama pemeriksaan. 

Kini, Sjahril Djohan merupakan saksi kunci kasus-kasus yang dihembuskan Susno Duadji. Kepala Pusat Pengamanan Internal, Komisaris Besar Budi Wasesa mengatakan, Sjahril mengaku telah terjadi aliran dana ke beberapa oknum kepolisian.

“Dari SJ kita bisa ketahui ke mana saja (aliran dana). Kepada Si A, Si B atau Si C tapi ini baru dari pengucapan sepihak dari SJ,” kata Kombes Budi Waseso, semalam.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: