Marwan Jafar

Petinggi partai PKB

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tinggal dan Transmigrasi Indonesia pada Kabinet Kerja 2014–2019.

++++

Biografi dari Wikipedia

 

(lahir di Pati, Jawa Tengah, 12 Maret 1971; umur 43 tahun) adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tinggal dan Transmigrasi Indonesia pada Kabinet Kerja 2014–2019. Sebelumnya ia menjabat sebagai anggota DPR RI dari PKB mewakili Jawa Tengah. Di DPR, ia bertugas di Komisi V yang menangani Kementerian Pekerjaan Umum Indonesia, Kementerian Perumahan Rakyat Indonesia, Kementerian Perhubungan Indonesia dan Badan SAR Nasional. Marwan Ja’far merupakan Ketua Fraksi PKB DPR. Sebelumnya dia menjabat sebagai sekretaris fraksi partai PKB. Dia juga pernah menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU. Ketika itu, dia kerap menuangkan gagasan cemerlang tentang pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Persatuan Santri Ahlusunnah Wal Jama’ah (PSAJ) yang merupakan organisasi sayap PKB siap menyampaikan rumusan Muskerwil ke DPW PKB Jateng dan DPP PKB. Marwan merupakan anggota DPR yang vokal saat memperjuangkan produk-produk kebijakan yang bersinggungan langsung dengan kepentingan warga NU. Maka dia dijagokan menjadi calon gubernur Jateng 2013. Dia dianggap sebagai sosok yang layak karena merupakan kader pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Marwan yang juga mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini tergolong loyal dan komitmen terhadap perjuangan pesantren dan NU.

Pendidikan

Karier

  • Anggota DPR-RI periode 20142019
  • Anggota DPR-RI periode 20092014
  • Anggota DPR-RI periode 20042009
  • Komisaris PT. Wahana Sarana Jati (2004-sekarang)
  • Direktur PT. Wahana Sarana Jati (20002004)
  • Marwan & Sidabutar Partners Law Firm sebagai Senior Partners (2003)
  • Marketing Manager PT. Sentra Mekanindo (19992000)
  • Direktur PT. Madu Buana Abadi sebagai (2000)
  • Rusdiono & Partners Law Firm sebagai Konsultan Hukum (1999)

++++

Di Mata Tetangganya, Menteri Jokowi Ini Dianggap Antisosial

Senin, 27 Oktober 2014 | 10:18 WIB
Alsadad RudiSuasana di rumah kediaman Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2014).
JAKARTA, KOMPAS.com — Tak peduli terhadap lingkungan sekitar. Itulah pandangan sejumlah warga Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terhadap sosok Marwan Jafar, pria yang baru saja ditunjuk sebagai Menteri Desa, Pembangungan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Di mata para tetangganya, Marwan dan keluarganya yang baru sekitar lima tahun tinggal di kawasan tersebut dikenal tertutup dan jarang bergaul. Jangankan untuk ikut kumpul dalam pertemuan di rapat RT, Marwan bahkan tidak membuka pintu rumahnya untuk warga sekitar saat hari Lebaran tiba.

“Dia enggak kenal orang. Takut sama tetangga kayaknya. Kalau ada acara orang sekitar sini enggak pernah diundang,” ujar Rm (59), salah seorang tetangga Marwan, saat dijumpai Kompas.com, Senin (27/10/2014) pagi.

Rm menuturkan, dalam lima tahun terakhir, ia bahkan baru bertatap muka dengan Marwan dua kali. Yang pertama, saat Marwan akan membeli tanah di lokasi rumahnya saat ini sekitar lima tahun yang lalu. Yang kedua, saat salah satu sanak keluarga Rm meninggal dunia sekitar tiga tahun yang lalu.

Khusus untuk hal yang kedua, Rm mengatakan bahwa saat itu pertemuannya dengan Marwan bukan dalam rangka Marwan yang datang melayat, melainkan Rm yang mendatangi kediaman Marwan untuk meminjam selang air yang akan digunakan Rm untuk acara tahlilan.

“Waktu dia mau beli tanah, ada sempat saya ketemu sama dia. Diananya-nanya kondisi lingkungan sini. Terus waktu adik saya meninggal,” papar Rm.

Serupa dengan Rm, Amd (57), tetangga Marwan lainnya, juga melontarkan hal yang sama. Amd bahkan mengaku sama sekali tak pernah berbincang dengan politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa itu. Padahal, kata Amd, Marwan memang tinggal di Pejaten Barat. Menurut Amd, hampir setiap hari ia melihat kendaraan Marwan keluar masuk.

“Biasanya kan kalau ada yang jarang ngumpul sama tetangga karena bukan rumah tetapnya. Misalnya dia tinggal di tempat lain, tapi ini dia tinggal di sini kok sehari-hari,” ujar Amd.

Pantauan Kompas.com pada Senin pagi jelang pelantikannya di Istana Negara, kondisi kediaman Marwan tampak sepi. Tak ada satu pun orang yang tampak di halaman kediamannya yang ditutupi pagar setinggi sekitar hampir dua meter itu.

Rumah Marwan merupakan bangunan dua lantai. Rumah tersebut tak tampak mencolok dibanding rumah para tetangganya karena rumah-rumah sekitarnya juga bertipe sama dengan rumah Marwan.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: