Ryamizard Ryacudu

 

 

 

++++

diunduh dari Wikipedia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ryamizard Ryacudu
Kepala Staf Angkatan Darat
Masa jabatan
4 Juni 2002 – 18 Februari 2005
Didahului oleh Endriartono Sutarto
Digantikan oleh Djoko Santoso
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat
Masa jabatan
2000 – 2002
Didahului oleh Agus Wirahadikusumah
Digantikan oleh Bibit Waluyo
Informasi pribadi
Lahir 21 April 1950 (umur 64)
Palembang, Sumatera Selatan
Suami/istri Nora Tristyana
Anak Ryano Patria Amanzha
Dwinanda Patria Noryanzha
Trynanda Patria Nugraha
Alma mater Akmil 1974
Agama Islam
Dinas militer
Pengabdian bagi  Indonesia
Dinas/cabang Lambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Masa dinas 1974–2005
Pangkat Pdu jendtni staf.png Jenderal TNI
Unit Infanteri

Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 21 April 1950; umur 64 tahun) adalah mantanperwira tinggi militer TNI AD yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005.[1] Ryamizard adalah menantu dari mantan Wakil Presiden, Try Sutrisno, ia dikenal sebagai jenderal lurus dan tegas. Kariernya mulai cemerlang setelah dia memangku jabatan Pangdam V Brawijaya, yang kemudian diteruskan menjadi Pangdam Jaya.

Saat terjadinya gesekan elit nasional pada masa presiden Gus Dur, Ryamizard yang saat itu Pangdam Jaya mengancam siapa saja yang akan mengganggu keamanan di wilayahnya akan dihadapinya.[2] Selepas dari Kodam Jaya, Ryamizard mendapat promosi bintang tiga sebagai Panglima Kostrad menggantikan Letjen TNI Agus Wirahadikusumah.

Kemampuannya merangkul semua unsur TNI saat apel siaga di Lapangan Monas yang melibatkan unsur TNI AL dan TNI AU Juli 2001 menarik KSAD untuk menunjuknya sebagai Wakil KSAD dan kemudian mengantikan Endriartono Sutarto sebagai KSAD.

Pendidikan Militer[sunting | sunting sumber]

Karier Militer[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah jabatan yang pernah dipegang Ryamizard:[3]

  • Komandan Peleton Kodam XII/Tanjung Pura (15 November 1976)
  • Komandan Kompi Pelajar, Komando Pendidikan (Dodik), Kodam XII/Tanjung Pura
  • Komandan Kompi Secaba, Dodik, Kodam XII/Tanjungpura (28 Desember 1977)
  • Komandan Batalyon infanteri 641 dan 642, Kodam XII/Tanjungpura (22 Juli 1980)
  • Kepala Seksi-2/Operasi Yonif 641 (18 Januari 1982)
  • Kepala Seksi Operasi Brigif Linud 17 Kujang I (1 Januari 1987)
  • Wakil Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak (1 Juli 1988)
  • Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak (1 Juni 1990)
  • Kepala Staf Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad
  • Komandan Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad (1 Juni 1994)
  • Asisten Operasi Kodam VII/Wirabuana (1 April 1995)
  • Komandan Kontingen Garuda XII-B ke Kamboja (1992)
  • Komandan Sektor 5 Barat, dipercaya oleh pasukan PBB di Kamboja (UNTAC)
  • Komandan Komando resort militer 044/Garuda Dempo, Kodam II/Sriwijaya (1 September 1995)
  • Kepala Staf Divif 2/Kostrad (1 Agustus 1996)
  • Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya, merangkap sebagai Wakil Ketua Tim Pengamanan Hutan Terpadu (15 Juli 1997)
  • Panglima Divif 2/Kostrad (15 Maret 1998)
  • Kepala Staf Kostrad (15 Juni 1998)
  • Pangdam V/Brawijaya (14 Januari 1999–4 November 1999)
  • Pangdam Jaya/Jayakarta (4 November 1999–1 Agustus 2000)
  • Pangkostrad (1 Agustus 2000–4 Juni 2002)
  • Kepala Staf Angkatan Darat (4 Juni 2002–5 Februari 2005)

Referensi[sunting | sunting sumber]

+++++++++++++++

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: ekspos@excite.com
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 05/III/13-19 Pebruari 2000
------------------------------

RYAMIZARD RYACUDU SANG PANGLIMA PERANG

(PERISTIWA): Pangdam Jaya Mayjen TNI Ryamizard Ryacudu telah menyatakan
sikapnya sebagai benteng pertahanan pemerintahan Gus Dur. Ia akan melawan
siapa saja yang mencoba kudeta terhadap Gus Dur.

Kalau Brigjen (Purn) Ryacudu, masih hidup, ia pasti bangga dengan anaknya,
Mayjen TNI Ryamizard Ryacudu. Brigjen Ryacudu adalah salah satu jendral
pendukung Bung Karno di zamannya. Karena Soekarnois dan berpengaruh di
kalangan militer saat itu, nama Brigjen Ryacudu dicatut Letkol Inf Untung di
daftar Dewan Revolusi pada 1965. Ryacudu pun, seperti halnya Panglima AURI
Laksamana Madya Udara Oemar Dhani, membantah terlibat dalam dewan itu. Toh
sebagai perwira Soekarnois yang keras dan cerdas, ia tetap ditendang Jendral
Soeharto, yang mengambil alih kekuasaan Soekarno ketika itu. 

Ryamizard, anak Palembang itu, tampaknya mewarisi sikap keras ayahnya yang
tetap setia pada pemerintahan sipil Soekarno kendati rekan-rekannya di
Angkatan Darat, di bawah pimpinan Soeharto melakukan pembangkangan, bahkan
mengkudeta. Hasil didikan Ryacudu kepada Ryamizard adalah: jadilan militer
yang profesional. "Saya bukan orang politik, saya tidak mau berpolitik. Saya
seorang prajurit," ujar Ryamizard suatu ketika. Jadi, baginya tentara harus
jauh-jauh dari politik. Ini artinya, ia mengingkari doktrin TNI sendiri yang
selama ini dikenal sebagai Dwifungsi ABRI. Doktrin ini, selama tiga dekade
mengajarkan, tentara juga harus berpolitik. Itu disadari Ryamizard. Lalu,
bersama kawan-kawannya lulusan Akmil 1973, dipimpin Mayjen TNI Agus
Wirahadikusumah, Ryamizard menulis buku: "Indonesia Baru dan Tantangan TNI,
Pemikiran Masa Depan". Buku ini menyoal doktrin Dwifungsi ABRI, dan
menganjurkan agar tentara kembali ke tugas profesionalnya sebagai militer.

Ryamizard kelahiran Palembang, 21 April 1950 dikenal luas sejak ia menjadi
salah satu komandan Kontinegn Garuda XII di Kamboja pada 1990-an, waktu itu
pangkatnya kolonel. Ia banyak menjadi sumber berita media massa di Tanah
Air, terutama harian Kompas. Dari Kamboja ia jadi Komandan Brigade Infanteri
17 Kostrad, lalu Aspos Kasdam VII/Wirabuana, lalu Kepala Staf Divif 2/
Kostrad, Kasdam II/Sriwijaya, Pangdif 2/Kostrad, Kepala Staf Kostrad,
Pangdam V/Brawijaya dan kini Pangdam V/Jaya. 

Yang membuat Ryamizad dibicarakan banyak orang, juga karena ia menikah
dengan salah satu anak perempuan Panglima ABRI, Jendral TNI Try Sutrisno.
Sejak Ryamizard berpangkat kolonel, ia sudah diperkirakan akan memiliki
bintang cermerlang, karena menantu jendral yang dekat dengan Soeharto. Jadi,
cukup unik sebenarnya perjalanan hidup Ryamizard. Ayahnya, Brigjen Ryacudu
adalah Soekarnois dan digusur karier militernya oleh Soeharto, lalu ia jadi
tentara yang ketika itu berada dalam kendali Soeharto, lalu ia menikah
dengan anak Try Sutrisno, salah satu jendral Soehartois, kendati kemudian
bergabung dengan jendral-jendral kritis dalam Partai Kesatuan dan Persatuan
(PKP).

Keberanian Ryamizard melawan klik Wiranto sebenarnya bukannya tanpa
perhitungan. Pertama, Ryamizard sendiri punya klik, yakni para perwira
pimpinan Mayjen Agus Wirahadikusumah. Klik "jendral reformis" ini mendukung
Presiden Gus Dur. Sementara sejumlah jendral lainnya, yang sebesarnya bukan
klik Agus, seperti KSAD Jendral TNI Tyasno Sudarto, ikut mendukung Gus Dur.
Jadi, hitung punya hitung akhirnya sejumlah jendral yang masih kuat dan
memiliki komando pasukan berada di pihak lawan Wiranto. 

Tak cukup diketahui, seberapa jauh hubungan pribadi Ryamizard dengan Gus
Dur. Sejauh ini dua orang ini tak punya hubungan khusus. Gus Dur, dulu,
dalam banyak kesempatan justru sering menuduh Jendral Try Sutrisno, mertua
Ryamizard, sebagai jendral yang harus bertanggung jawab dalam pembantaian
demonstran di Tanjung Priok, September 1984. Waktu itu Try adalah Pangdam
Jaya. Mungkin, keberpihakan Ryamizard ke Gus Dur, semata-mata karena ia
ingin profesional sebagai tentara. Atau, juga ada deal dengan Gus Dur, agar
tidak mengadili Try dalam kasus Tanjung Priok atau Aceh.

Tapi, lepas dari itu Ryamizard adalah panglima perang Gus Dur yang pantas
diandalkan untuk melawan "tangan-tangan kotor" di tubuh tentara yang ingin
mengambil kekuasaan secara paksa. (*)

 

+++++++++++++

Ini Alasan Ryamizard Ryacudu Dukung Jokowi
Sabtu, 05 Juli 2014, 03:30 WIB

edwin/republika
Ryamizard Ryacudu

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA– Mantan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (KSAD) Ryamizard Ryacudu mengatakan dirinya mendukung calon presiden (capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) karena sosok ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dinilainya bersih.

“Ibu Megawati bersih, lurus, dan (yang menerapkan) demokrasi sejati. Kebetulan ayahanda ibu Mega (Soekarno) dekat dengan orang tua saya juga,” katanya saat acara pembekalan relawan Jokowi-JK Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Jumat (4/7) malam.

Selain itu, kata dia, seorang pemimpin memiliki tugas mempersatukan yang dipimpin. Tugas kedua yaitu dapat mensejahterakan yang dipimpin. Kriteria dan penilaian itulah yang membuat Ryamizard memutuskan mendukung Jokowi untuk menjadi presiden periode 2014-2019.

Pada kesempatan itu ia juga menegaskan supaya para pendukung Jokowi pantang mundur. Sekali memutuskan memilih Jokowi-JK, kata dia, maka pilihan itu pantang disesali. Ia mewanti-wanti agar pendukung dan relawan Jokowi-JK jangan sampai mundur meski mengalami kesulitan dan tantangan.

“Yang paling penting tidak boleh takut. Kita siap untuk menang dalam pertarungan,” ujarnya.

Menantu dari mantan Wakil Presiden Try Sutrisno ini juga meminta supaya pendukung dan relawan menganggap angin lalu fitnah maupun serangan yang merugikan Jokowi maupun PDIP. Menurutnya, jika kejahatan dibalas dengan perbuatan yang sama maka itu sama saja menandakan kalau pendukung Jokowi-JK berbuat jahat.

Untuk itu, ia meminta supaya permusuhan yang ditebarkan dihadapi dengan persaudaraan. “Kalau ada yang memusuhi, memfitnah, mengintimidasi ya biarkan saja seperti anjing menggongong kafilah berlalu. Biar Allah SWT yang melihat karena kita ada di jalan yang benar,” katanya.

Justru, kata dia, pengalaman-pengalaman seperti ini yang harus dijadikan pelajaran jelang pemilihan umum presiden. Termasuk hal-hal apa saja yang harus diketahui, kelemahan, dan kelebihan harus diterapkan supaya bisa memenangkan pemilu.

Ia mengajak segenap pendukung dan relawan Jokowi melaksanakan pemilu presiden dengan bersih. Sehingga kemenangan Jokowi bisa diraih secara terhormat. Bukan menang dengan cara yang tidak terpuji. “Mudah-mudahan pemilu kali ini paling aman,paling tertib, dan paling jujur,” ujarnya.

 

++++++++++++++++

 

Ryamizard Siap Jadi Menteri di Kabinet Jokowi-JK

Jumat, 25 Juli 2014 | 18:03 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Penasihat Tim Kampanye Jokowi-JK, Ryamizard Ryacudu, terang-terangan menyatakan kesiapannya menjadi menteri dalam kabinet bentukan presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi-Jusuf Kalla. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat bahkan mengusulkan agar posisi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Kemanan serta Menteri Pertahanan tetap dijabat oleh purnawirawan TNI.”Ya, kalau diminta, saya siap membantu pemerintahan selanjutnya,” ujar Ryamizard seusai acara serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Darat di Mabes TNI, Jumat (25/7/2014).Ryamizard mengaku hingga kini belum berkomunikasi dengan Jokowi perihal jabatan di pemerintahan itu. Dia pun menyerahkan pilihan sepenuhnya kepada Jokowi. Meski demikian, Ryamizard tetap berpandangan perlunya kalangan profesional lebih banyak masuk dalam kabinet Jokowi-JK.

Dia berharap agar tak banyak politisi di kabinet itu. Namun, untuk jabatan Menko Polhukam dan Menhan, Ryamizard tetap menilai perlunya purnawirawan TNI menjabat dua posisi itu.

“Memang lebih bagus itu (TNI), karena harus orang yang paling mengerti. Yang lain (sipil) kan bisa menempati posisi yang lain. Enggak mungkin kan TNI jadi menteri ekonomi,” seloroh Ryamizard.

Sebelumnya, dalam akun resmi kubu Jokowi-JK di Facebook dengan nama Jokowi Center, publik diminta berpartisipasi dalam memberi pandangan mengenai siapa yang cocok menjadi pembantu presiden dan wakil presiden pada periode mendatang. Dalam akun tersebut, diunggah lembaran yang diberi nama Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR).

Tertulis, para relawan merasa perlu terus mengawal perjalanan politik Jokowi-JK dengan berbagai cara setelah dinyatakan sebagai pemenang pilpres. Jokowi Center dan Radio Jokowi akhirnya memutuskan untuk ikut mengawal proses penjaringan nama-nama calon menteri yang dianggap layak oleh rakyat.

Ada 34 daftar menteri yang dimintai pendapat. Masing-masing pos ada tiga calon. Ada pula opsi untuk mengisi sendiri nama tokoh di luar tiga calon yang ada. Dalam daftar tokoh yang masuk bursa calon menteri dalam KAUR itu terdapat nama Ryamizard. Untuk posisi itu, ada pula nama pengamat militer yang juga sekretaris timses Jokowi-JK, Andi Widjajanto, dan politisi PDI-P yang juga mantan Sekretaris Militer, Tubagus Hasanudin.

 

+++++++

Dulu Harta Ryamizard Rp 3,5 Miliar, Sekarang….

Ryamizard Ryacudu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta – Kekayaan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu belum diketahui besarnya. Ketika menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat pundi-pundinya belum dilaporkan. Teman seangkatan eks Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Akademi Militer melaporkan jumlah hartanya mencapai Rp 3,5 miliar pada 2001, sebelum menjabat Kepala Staf TNI AD.

Berapa peningkatan kekayaannya setelah belasan tahun menjadi purnawirawan? Sampai tulisan ini diturunkan belum diketahui angkanya. Sebab, harta Ryamizard yang tercantum di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara seperti dilansir lamanKomisi Pemberantasan Korupsi, masih data lama. Pada 2001 itu, Ryamizard menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat.

Harta Rp 3,5 miliar itu terbagi atas harta bergerak dan tidak bergerak. Untuk harta bergerak, Ryamizard punya tanah dan bangunan di Jakarta Pusat dengan harga jual Rp 626 juta.

Sedangkan total harta bergeraknya senilai Rp 1,1 miliar. Ryamizard punya beberapa kendaraan, seperti VW Caravelle yang diperoleh pada 2001 senilai Rp 325 Juta, Toyota Land Cruiser Rp 550 juta, Land Rover Rp 70 juta, Toyota Rp 45 juta, hingga Harley Davidson senilai Rp 135 juta.

Menantu mantan Wakil Presiden Try Sutrisno itu juga mengoleksi logam mulia dan barang antik senilai Rp 57 juta. Kemudian, harta bergerak lainnya berupa televisi, AC, laptop, dan perangkat sistem suara elektronik dengan nilai Rp 144 juta. (Baca juga berita seputar kabinet Jokowi di sini)

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: