Koesmayadi

 

Jendral TNI yang selain  meninggal secara misterius di rumahnya ditemukan senjata dan amunisi dalam jumlah besar.

++++++++++++++++++++++++

09 Agustus, 2006 – Published 16:10 GMT
TNI: Kesalahan Koesmayadi
Almarhum Brigjen Koesmayadi dinyatakan melakukan tindak pidana dengan melakukan impor dan menyimpan 185 pucuk senjata beraneka jenis.

Hal ini adalah kesimpulan penyelidikan kepemilikan senjata yang dilakukan oleh Puspom TNI.

Setelah sebulan mengadakan penyelidikan, tim investigasi Puspom TNI Rabu siang mengumumkan hasil kasus kepemilikan dan penyimpanan 185 pucuk senjata yang dimiliki oleh almarhum Brigjen Koesmayadi, sebagai Wakil Asisten Logistik KSAD.

Menurut Komandan Puspom TNI Mayjen Hendarji Supandji, Koesmayadi melakukan impor senjata dengan dua cara, legal dan ilegal. Namun dengan menyimpan sendiri senjata tersebut, Puspom TNI menyimpulkan Kusmayadi melakukan kesalahan.

Atasan Kusmayadi seperti KSAD saat itu, Ryamizard Ryacudu, tidak termasuk dalam kesebelas orang yang ditingkatkan ke penyidikan.

Menurut Hendarji pangkat tertinggi yang diperiksa lebih lanjut adalah seorang brigjen yang tak lain adalah Koesmayadi sendiri.

Menurut KSAD Jendral Djoko Santoso inisiatif impor dan penyimpanan senjata datang dari Kusmayadi sendiri.

Pemilikan 185 senjata berbagai jenis ini terungkap saat Koesmayadi meninggal dunia dan senjata-senjata tersebut dipindahkan dari rumah dinas ke rumah pribadinya.

Akan tetapi hasil investigasi ini menurut pengamat militer dari Universitas Indonesia, Andi Widjajanto adalah sebuah jalan tengah yang terbaik untuk citra TNI.

Wacana untuk membuat pansus pemilikan senjata ini menurut Andy Widjajanto tidak akan mendapat sambutan meluas di kalangan parlemen.

Dan dia memperkirakan kasus pemilikan senjata ini akan berhenti pada hasil penyelidikan Puspom TNI ini.

KSAD Joko Santoso menyatakan hasil investigasi ini sesuai dengan kenyataan di lapangan karena beragamnya jenis senjata yang ditemukan dan motivasi pribadi Koesmayadi.

Hasil penyelidikan ini akan diserahkan pada DPR.

 

++++++++++++++++++

Jumat, 30/06/2006 15:44 WIB

Koesmayadi, Brigjen Atau Mayjen?

Nurfajri Budi Nugroho – detikNews

detikcom/Dikhy Sasra

Jakarta – Sejumlah wartawan sempat bingung saat mengawasi suasana rumah resik Koesmayadi di Puri Marina, Jalan Pangandaran V/15, Ancol, Jakarta Utara. Wartawan saling bertanya-tanya, Koesmayadi itu pangkatnya mayor jenderal (mayjen) atau brigadir jenderal (brigjen) sih? Begitu Koesmayadi meninggal dunia pada Minggu 25 Juni, wartawan hanya tahu bahwa Wakil Asisten Logistik TNI AD (Waaslog) ini berpangkat brigjen. Saat KSAD Jenderal Djoko Santoso menggelar jumpa pers mendadak 29 Juni malam, KSAD juga menyebut Koesmayadi sebagai brigjen. Apa Koesmayadi mendapat kenaikan pangkat kehormatan (anumerta) menjadi mayjen? Pertanyaan itu bergelayut di benak wartawan karena satu penyebab: karangan bunga raksasa yang dikirim Kedubes Australia tertulis bahwa Koesmayadi berpangkat mayjen. “Turut berduka cita atas meninggalnya Bp Mayjen TNI Kusmayadi” begitulah karangan bunga kiriman Australian Defence Staff Australian Embassy Jakarta. Wartawan yang berada di sekitar rumah Koesmayadi lalu mengontak rekan-rekannya yang biasa meliput TNI. Hasilnya, Koesmayadi masih brigjen. “Lagian nggak gampang kan dapat anumerta,” komentar wartawan. Sementara, sejumlah karangan bunga lainnya menulis pangkat Koesmayadi dengan benar yaitu brigjen. Karangan bunga itu antara lain dikirim oleh Lily Soekardi, PT Esefa Krida dan dari Merial Esa serta direksi dan karyawan PT Wahana Sarana Baladika.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: