Erik Hidayat

Anak menteri perindustrian  ( kabinet  Indonesia II) MS Hidayat

 

++++

Diunduh dari : http://economy.okezone.com/read/2011/11/13/22/528745/erik-hidayat-anak-menteri-pun-jatuh-bangun-jalani-bisnis

Erik Hidayat: Anak Menteri pun Jatuh Bangun Jalani Bisnis

Minggu, 13 November 2011 13:10 wib | R Ghita Intan Permatasari – Okezone
 

Erik Hidayat. Foto: Arpan/okezoneErik Hidayat. Foto: Arpan/okezoneMenjadi seorang pengusaha tentu tidak mudah. Selain harus membangun dan mempertahankan usaha sendiri, juga dituntut harus memikirkan nasib kepala-kepala keluarga yang bekerja kepada perusahaan yang dimiliki pengusaha.

Adalah Ariful Yaqin Hidayat atau yang dikenal dengan nama Erik Hidayat, yang berani menjawab tantangan demi menjadi seorang pengusaha. Berawal dari motivasi yaitu uang, Erik terus berusaha untuk mendirikan sebuah perusahaan sendiri karena dirinya menganggap dengan mendirikan perusahaan sendiri, ide-ide yang ada dalam setiap diri manusia dapat tersalurkan dengan baik daripada bekerja untuk orang lain.

Selain itu, jiwa entrepreneur yang dimiliki Erik merupakan kolaborasi antara keturunan dan pengalaman usia remaja. Kala itu, Erik remaja selalu tertantang untuk dapat menghasilkan uang sendiri dari kreativitas yang dilakukannya sejak SMP sampai SMA.

“Kalau jadi pengusaha itu kita bisa berusaha lebih, waktunya juga tergantung kita sendiri. Lebih challenging menjadi pengusaha daripada kita bekerja di tempat lain dan semua ide-ide kreatif kita pun menjadi sangat real ketika jadi pengusaha,” ungkapnya ketika berbincang denganokezone, beberapa waktu lalu.

Awalnya, bapak dua anak ini mulai merintis usahanya dibidang properti. Jatuh bangun dalam merintis usaha pun dirasakannya. Saat terjadi krisis moneter di Indonesia beberapa tahun silam, usaha properti miliknya sempat terkena imbas, bahkan perusahaanya pun sempat tidak jalan.

Akan tetapi dengan semangat dan keyakinan bahwa dirinya mampu bangkit kembali dan keinginan untuk menyelamatkan pegawai-pegawainya agar tidak terkena PHK, membuat Erik terus berusaha mencari peluang usaha dibidang lain di luar properti.

“Saya juga pernah down pada saat krisis. Perusahaan kita turun banget, artinya kita sedang memulai perusahaan properti dan utang kita juga banyak di bank, membuat perusahaan kita tidak jalan. Akan tetapi ada satu spirit yang kita dapatkan dari kesulitan tersebut. Spirit untuk tidak memecat pegawai-pegawai kita dan itu spirit yang kita inginkan sejak dulu,” paparnya.

“Kita pun melihat peluang-peluang lain, selain di properti. Maka kita pun mulai merambah ke bidang energi, ke dunia pendidikan dan di situ kita berhasil bangkit meskipun dengan jarak waktu yang lama, kita bisa men-driver perusahaan-perusahaan kita dibidang yang lain,” tambah Erik.

Buah usaha Erik untuk bertahan pun tidak percuma. Saat ini, pria kelahiran Jakarta, 28 Januari 1974 itu pun mengelola beberapa usaha di antaranya properti berupa real estate developer yaitu Itasia Birunusa di Jatinangor, Bandung, lalu Sentosa Birunusa di Bekasi Timur, dan PT Graha Niaga Tower, Management Building & Property.

Lalu dalam bidang energi dan infrastruktur, putra kedua Menteri Perindustrian MS Hidayat ini juga mengelola Mitra Selaras Hutama (MSH) Energy Power Plant Poiton 2, dengan kapasitas 2×600 MW, di Probolinggo. Kemudian di bidang Agro Industri, mengelola MSH Agro (Mitra Sentosa Utama) bidang pertanian, pengembangan pertanian labu Jepang untuk ekspor.

Selanjutnya, dalam dunia pendidikan, pria yang mempunyai hobi bulu tangkis dan futsal ini juga mendirikan Yayasan Nur Fitriah, Al Azhar di Kota Legenda, Bekasi Timur.

Melihat berbagai peluang usaha yang masih banyak, ke depannya Erik yang pernah mencalonkan diri untuk menjadi Calon Ketua Hipmi ini pun akan merambah usaha lain yaitu dibidang pertambangan dan perkebunan. Bahkan dirinya pun tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat nanti salah satu perusahaannya akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO).

Di balik keberhasilannya hingga saat, pria lulusan Webster University Regents College London, Inggris ini pun tidak memungkiri bahwa peran keluarga sangatlah penting. Motivasi utama Erik dalam merintis usaha pun untuk keluarga tercinta.

“Peran keluarga sangat sentral sekali. Ketika keluar rumah pun ada izin dari kelaurga dan apa-apa yang kita kerjakan buat keluarga juga dan komunikasi yang kita jalani bersama istri  dan keluarga menjadi motivasi tersendiri dan itu  sangat penting bagi saya,” jelas Erik.

Tip Menjadi Pengusaha

Dengan pengalamannya tersebut, Erik pun memberikan tip kepada pembaca bagaimana menjadi pengusaha, di antaranya adalah dengan berani jatuh. Menurutnya dengan berani jatuh, seseorang dapat belajar dari kejatuhannya tersebut sehingga akan lebih kuat menghadapi tantangan di era globalisasi mendatang.

“Tip saya untuk Anda yang ingin menjadi pengusaha mudah saja. Harus pantang menyerah, berani jatuh lalu membuat jaringan yang seluas-luasnya dan stay focus,” pungkasnya. (nia) 
(ade)

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: