Lukman Neska

Pengusaha yang dekat dengan J Kalla dan Ahmad Tirto Sudiro (pendiri Ketua Umum  ICMI)

Perusahannya Lukman Neska antara lain :

PT Amindo Wana Persada untuk urusan pengelola HPH bersama  Ahmad Tirto Sudiro 

PT Suvindo Indah Prestasi, pemasok kotak suara  pemilu, sebagai Direktur Utama

 

+++++

Kliping dari Tempo

KPU Batalkan Kontrak Pemasok Kotak Suara

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemilihan Umum membatalkan kontrak dengan PT Survindo Indah Prestasi dalam pengadaan kotak suara Pemilu 2004.

Keputusan tersebut diambil sehubungan dengan tersendatnya produksi dan distribusi kotak suara. “Ini sesuai kontrak, jika PT Survindo tidak memenuhi target yang ditetapkan, kontrak kami putus,” kata Mulyana W. Kusumah, anggota KPU, di Jakarta kemarin.

Pembatalan kontrak dilakukan setelah KPU bertemu dengan pimpinan PT Survindo Indah Prestasi, Rabu (21/1). Hadir dalam pertemuan itu antara lain Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin, Chusnul Mar’iyah, Valina Singka, dan Hamid Awaluddin. PT Survindo diwakili direktur utamanya, Lukman Neska, bersama Direktur Utama PT Asgarindo Utama Dedi Gandhi Sukma, yang membantu produksi kotak suara.

Sejak 23 Desember 2003 KPU sebenarnya sudah memecah kontrak pengadaan 2,19 juta kotak suara dari Survindo sebagai pemenang tender. 

Menurut Ketua Divisi Logistik KPU Chusnul Mar’iyah, saat itu pihaknya mencium gelagat kurang bagus dari proses produksi. Setelah diteliti, ternyata produksi tersendat karena Survindo kesulitan keuangan untuk membeli bahan baku. Akhirnya, kata dia, KPU hanya memberikan 60 persen pekerjaan ke Survindo dan sisanya dikerjakan PT Tjakrindo Mas.

Mulyana menambahkan, laporan terakhir Biro Pengawasan KPU menyebutkan bahwa Survindo baru menyelesaikan sekitar 24 persen dari sekitar 1.316.493 kotak suara yang harus mereka kerjakan. Padahal, berdasarkan kontrak tertanggal 23 Desember lalu, seluruh produksi kotak suara harus sudah selesai akhir Januari ini. “Dari perhitungan kami, mereka tak mungkin mengejar target produksi,” kata Mulyana.

Namun, kata Mulyana, KPU masih memberi kesempatan Survindo menyelesaikan pekerjaan sesuai bahan baku yang masih tersisa. Menurut dia, produksi kotak suara perusahaan itu yang masih berjalan saat ini akan tetap dibayar KPU.

Chusnul menjelaskan, KPU sudah menunjuk Tjakrindo Mas dan CV Almas guna melanjutkan sisa pekerjaan Survindo. Masing-masing mendapat jatah 10 persen dari jumlah seluruh kebutuhan kotak suara. Khusus untuk Tjakrindo, kata dia, masih ada kemungkinan penambahan. 

Sementara itu, Direktur Utama SurvindoLukman Neska menyatakan, hingga kemarin pihaknya telah menyelesaikan 450 ribu kotak. Selain itu, kata dia, masih ada bahan baku lembaran alumunium yang tengah diproses dan diperkirakan akan menghasilkan 120 ribu kotak. 

Lukman tidak menjawab tegas soal pemutusan kontrak dari KPU. Ia hanya menyebut, sejauh ini pihaknya belum menerima surat resmi pemutusan kontrak. “Pemutusan baru sebatas pernyataan lisan,” katanya.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: