Reza Rajasa

anak  Hatta Rajasa, pengusaha minyak

+++

sedikit kisah dari Reza Rajasa diunduh dari http://www.gebraknews.com/2014/06/merasa-terluka-mantan-besan-hatta.html?m=1

Jumat, 13 Juni 2014

Merasa Terluka Mantan Besan Hatta Rajasa Dukung Jokowi – JK

 GebrakNews – Rumah kediaman Mooryati Soedibyo mantan ibu besan dari cawapres Hatta Rajasa, ternyata malah dijadikan Posko Pusat Tim Relawan Jokowi – Jusuf Kalla.

Mantan nenek mertua Muhammad Reza Ihksan Rajasa ini merelakan rumahnya di Jalan Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat menjadi pusat kegiatan dan koordinasi aktifitas para relawan pasangan capres – cawapres yang menjadi kompetitor cawapres Hatta Rajasa, mantan besan putranya, Djoko Ramiadji.

Sekitar dua bulan lalu (21/4) Jokowi, capres dari PDI Perjuangan, meresmikan Rumah Mooryati Soedibyo Pusat Relawan yang diberi nama Rumah Koalisi Indonesia Hebat, yang beralamatkan Jalan Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat itu.

Keputusan Mooryati Soedibyo berpihak pada rival mantan besan putranya itu, menunjukan hubungan tidak harmonis antara dia dan putranya, Djoko Ramiadji dengan Hatta Rajasa, yang pernah berbesan setidaknya selama kurang lebih empat tahun.

Reza Rajasa putra sulung Hatta Rajasa sudah bercerai dengan Kusuma Anggraini (Ninik) putri sulung Djoko Ramiadji pada tahun 2013 lalu, sekitar satu dua bulan sebelum pernikahan adik Reza, Siti Noor Azima Rajasa, 21 Oktober 2013.

Penyebab perceraian Reza dan Ninik, cucu tercinta Mooryati Soedibyo disebut – sebut karena Reza sering pulang larut malam dalam kondisi mabuk, acap berkata kasar dan kotor serta hadirnya wanita idaman lain (WIL) di sisi Reza Rajasa.

Perasaan sakit hati dan terzalimi oleh perilaku Reza Rajasa ini menyebabkan perasaan Mooryati Soedibyo sebagai eyang putri dari Ninik, Istri Reza merasa tergores begitu dalam. Apalagi, akhirnya pasangan muda itu bercerai ketika usia perkawinannya masih seumur jagung.

Perasaan terluka Mooryati Soedibyo itulah yang menjadi latar belakang keputusannya menyerahkan rumah tinggalnya di Jalan Mangunsarkoro, Menteng Jakarta Pusat sebagai Posko Pusat Tim Relawan Jokowi – Jusuf Kalla, dan dasar dari sikap Mooryati membantu sepenuhnya pasangan capres – cawapres Jokowi – JK untuk mengalahkan Prabowo – Hatta Rajasa.

Reza Rajasa dari pagi tadi hingga berita diturunkan tidak membalas dan menjawab permintaan tanggapan dan konfirmasi yang dikirimkan melalui telepon selularnya.

 

+++++

sumber :http://asatunews.com/hukum-kriminal/2014/07/22/reza-rajasa-putra-cawapres-hatta-rajasa-gelapkan-uang-rp-5-miliar

  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
Reza Rajasa Putra Cawapres Hatta Rajasa Gelapkan Uang Rp 5 Miliar
Diduga Digunakan Untuk Biaya Gaya Hidup Glamournya
Selasa, 22 July 2014 17:50:46

VIEWED:

513724
    

ASATUNEWS – Seorang jenderal purnawirawan yang merupakan salah satu koordinator tim inti pemenangan Prabowo-Hatta mengeluhkan sikap ingkar Prabowo-Hatta terhadap komitmennya menanggulangi logistik seluruh aktivitas tim sukses, pertai koalisi, dan relawan pendukungnya. “Dampaknya sungguh fatal. Tim sukses dan pendukung Prabowo-Hatta babak belur. Banyak di antara mereka sudah membayar di muka biaya-biaya untuk kegiatan kampanye,” keluh jenderal bintang tiga purnawirawan yang enggan dicantumkan namanya kepada Asatunews.com, Selasa (22/7), di kompleks perumahan menteri Widya Chandra VII Nomor 9 Jakarta Selatan.

Seorang ketua simpul relawan bernama Martin mengatakan, koordinasi tim sukses capres-cawapres Prabowo-Hatta memang kacau-balau jika tidak mau disebut hancur-hancuran, karena tidak dicairkannya uang untuk membiayai kampanye selama sebulan penuh. “Kami tidak mengerti atas sikap Prabowo-Hatta. Awalnya, mereka mengatakan uang pembiayaan kampanye pilpres sudah tersedia, bahkan rencana kegiatan sudah disetujui, tapi kok ketika diperlukan tiba-tiba semua menghindar, lari dari tanggung jawab. Tinggal kami sekarang dikejar-kejar utang oleh rekanan, relawan, dan dari mana-mana,” ujar Martin yang bertanggung jawab memobilisasi dukungan untuk Prabowo-Hatta di Jawa Barat.

Keluhan mengenai seretnya dana kampanye pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta Rajasa memang terdengar santer di mana-mana. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang ditunjuk cawapres Hatta Rajasa sebagai bendahara timses malah memilih diam dan bungkam saat ditagih para koordinator, ketua divisi, ketua bidang, dan lain-lain. Dana yang seharusnya sejak awal masa kampanye pilpres sudah dikucurkan mendadak berhenti hingga tidak ada sama sekali. Banyak anggota tim sukses awalnya bekerja mati-matian untuk kemenangan Prabowo-Hatta berhenti karena sudah tahan lagi menanggung sendiri biaya kampanye Prabowo-Hatta, sambil berharap mendapat penggantian secepatnya. Celakanya, ternyata sia-sia. Sekarang timbul penyesalan mendalam karena meninggalkan utang di mana-mana.

Hendra, seorang koordinator tim pencitraan media, sangat menyesalkan sikap tak komit dari Prabowo-Hatta, Ony Haryanto, dan Zulkifli Hasan. Mereka dinilai lari dari tanggung jawab, meninggalkan para pendukungnya dengan kondisi terbelit utang.

“Kami mendengar sendiri dari mulut Hatta Rajasa ketika menghadiri rapat di rumahnya. Hatta menjanjikan menanggung semua biaya pemenangan pilpres. Ternyata cuma tipu daya,” ujar Hendra menyesalkan kebohongan Hatta Rajasa di Rumah Polonia, Jakarta Timur, markas besar timses Prabowo-Hatta, Senin (21/7). Hendra menambahkan, nasib buruk para pendukung Hatta makin diperparah lagi dengan perilaku putra sulung Hatta Rajasa, Reza Rajasa. Karena banyak menipu dan menggelapkan hak timses dan pendukung ayahnya, Reza sekarang dikejar banyak orang.

Letjen (Purn) Yunus Yosfiah, salah satu ketua organisasi sayap pendukung Prabowo-Hatta, mengatakan dirinya sangat prihatin dengan lemahnya koordinasi dan langkanya logistik pilpres dari capres-cawapres Prabowo-Hatta. “Banyak orang datang mengeluh kepada saya, meminta tolong bantu menagihkan komitmen yang pernah dijanjikan. Tapi, saya kan tidak berada di struktur tim sukses. Bagaimana bisa saya bantu menagihnya?” Yunus malah balik bertanya.

Sementara itu, beberapa orang timses Prabowo-Hatta senada menyesalkan pasangan itu yang sigap mengeluarkan uang sebesar Rp 100 miliar untuk masing-masing gubernur pendukung Prabowo-Hatta tapi di lain pihak menelantarkan ribuan pendukung lain yang sudah mati-matian bekerja untuk mereka. “Kami yang modal pas-pasan mendukung Prabowo-Hatta ditelantarkan, sedangkan para gubernur yang kelebihan sumber daya malah dibantu jor-joran,” kata salah seorang elite di timses Koalisi Merah Putih.

Mengenai Reza Rajasa yang dianggap menipu dan menggelapkan uang kampanye Prabowo-Hatta, Yunus mengaku sudah sering mendengarnya.

Reza Rajasa yang juga pengusaha muda yang juga pengurus HIPMI itu tidak peduli dengan nama baik dan reputasi ayahnya Hatta Rajasa, mantan Menko Perekonomian, besan Presiden SBY yang sekarang merupakan calon wakil presidrn. Sudah banyak pihak mengaku ditipu Reza Rajasa: jenderal, ormas Islam terkemuka, aktivis, atau tokoh nasional.

“Semuanya kena sikat sama Reza. Jumlahnya belasan miliaran rupiah. Dari Partai Gerindra saja Reza Rajasa menerima uang lebih Rp 5 miliar. Diantaranya Rp 2 miliar untuk tim khusus yang ditilep dan tidak diteruskan oleh Reza Rajasa,” kata Hendra saat ditemui Senin kemarin (21/7) di Rumah Polonia, Jakarta. | BA/ASN-021

– See more at: http://asatunews.com/hukum-kriminal/2014/07/22/reza-rajasa-putra-cawapres-hatta-rajasa-gelapkan-uang-rp-5-miliar#sthash.1BAf7klp.dpuf

 

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: