Yunus Yosfiah

Mantan menteri Penerangan dalam Kabinet Habibie 1998-1999

Pengurus Partai Persatuan Pembangunan ( sempat jadi sekretaris jendral PPP 2003-2007

 

Sekarang termasuk dalam jajaran 80 jendral yang mendukung Prabowo S menjadi Presiden

+++

Pertiwa Balibo 5

 

“Yunus Yosfiah Penembak Pertama Balibo 5”
Sudah lebih dari 30 tahun, perkara pembunuhan 5 wartawan di Balibo, Timor Timur, tak kunjung terungkap. Secercah harapan muncul Selasa (06/02) dalam kesaksian di sebuah sidang komisi penyelidik kematian di Sidney, Australia.
Diungkap, Yunus Yosfiah, pensiunan jenderal yang waktu itu merupakan komandan sebuah satuan penyergap, merupakan orang pertama yang melepaskan tembakan. Yunus Yosfiah sempat menjadi menteri penerangan di zaman pemerintahan Habibie, dan kini menjadi politikus Partai Persatuan Pembangunan. Tentang kesaksian ini, Gerry van Klinken seorang ilmuwan Australia yang sejak lama mengikuti kasus Balibo 5 dengan tekun, menggambarkan:
“Ini sebetulnya tidak baru, karena sudah sering diungkap wartawan dalam berbagai investigasi. Namun yang berbeda, kali ini kesaksian itu muncul pada sebuah komisi resmi yang hasilnya sedikit banyak punya implikasi hukum”
Peristiwanya terjadi pada tanggal 16 Oktober 1975, sebulan sebelum invasi Indonesia ke Timor Timur. Kelima wartawan itu adalah dua warga Inggris: Brian Peters dan Malcolm Rennie, dua warga Australia: Greg Shackleton dan Tony Stewart, serta warga Inggris Gary Cunningham.
Kelimanya tengah melakukan investigasi tentang persiapan invasi tentara Indonesia ke Timor Timur. Namun tanggal 16 Oktober 1975 mereka tewas, dan mayatnya bahkan tinggal tulang belulang yang hangus. Pemerintah dan tentara Indonesia bersikukuh, lima wartawan itu tewas karena terjebak dalam baku tembak antara faksi Timor Timur. Namun berbagai investigasi membuktikan lain.
Dan akhirnya, Selasa (06/02), 30 tahun sesudah peristiwa, seorang Timor Timur dengan nama sandi Glebe 2, bersaksi bahwa itu pembunuhan disengaja oleh tentara Indonesia, dan Yunus Yosfiah yang waktu itu berpangkat kapten melepaskan tembakan pertama. Ia menyatakan pula, mayat kelima jurnalis kemudian dibakar dalam rumah tempat mereka disergap. Saksi warga Timor Timur ini waktu itu bekerja pada kesatuan pimpinan Yunus Yosfiah. Ia diperintahkan tutup mulut. Dan Glebe 2 mematuhi perintah itu, sampai Selasa.
Adalah Maureen Tolfree dengan upayanya yang tak kenal lelah, yang membuat kesaksian itu terjadi. Ia adalah saudara dari Brian Peters, juru kamera Inggris yang bekerja di Televisi Saluran 9 Australia. Sesudah membentur jalan buntu tiga puluh tahun, Maureen Tolfree mendapat jalan baru. Yakni Komisi Penyelidik Sebab Kematian di negara bagian New South Wales Australia, sebagai satu-satunya yang memungkinkan penyelidikan kematian kendati mayatnya sudah tidak ada. Kebetulan Brian Peters satu-satunya Balibo 5 yang memiliki alamat di negara bagian itu. karenanya pengadilan sebab kematian ini tidak melakukan penyelidikan terhadap kematian ke-empat Balibo 5 lainnya. Kebetulan pula, situasi politik sudah berubah. Sebagaimana disebut Gerry van Klinken, peneliti Australia yang kini tinggal di Leiden, Belanda”
Dulu tidak ada yang bersedia menjadi saksi. Sekarang ada orang Timor yang dulu bekerja di satuan militer itu yang bersedia menjadi saksi. Jadi bisa diharap, kebenaran akan terungkap.”
Di Jakarta, Yunus Yosfiah serta merta membantah. Sementara di Sidney, selain si Glebe 2 tadi, masih ada 65 orang saksi lain yang akan tampil di sidang komisi ini. Juga pemeriksaan berbagai alat bukti seperti dokumen inteljen dan percakapan radio saat peristiwa itu terjadi. Dan bantahan Yunus Yosfiah serta militer Indonesia akan benar-benar diuji. Sementara di London dan Canbera, pemerintah Inggris dan Australia juga was-was. Karena mereka juga dituduh menutup-nutupi dan mengaburkan peristiwa.

 

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: