Megananda Daryono

Dirut BUMN,  direktur utama PT Perkebunan Nusantara III  sebelumnya deputi Menteri BUMN.

Pengangkatan Megananda Daryono ini penuh kontroversi, karena yang bersangkutan dianggap pernah terkait dengan kasus korupsi.  Tapi akhirnya pengangkatan berjalan mulus karenan Menteri BUMN Dahlan Iskan bersikukuh bahwa Megananda adalah figur yang punya integritas . Semoga !

 

++++

Megananda Antarkan Terbentuknya Holding BUMN Perkebunan
Senin, 5 Maret 2012 | 15:38

JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan pengangkatan mantan Deputi Menteri BUMN Industri Primer Megananda Daryono sebagai direktur utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) adalah untuk mengantarkan terbentuknya perusahaan induk (holding) BUMN perkebunan.

“Pak Mega diperlukan di situ untuk mengantarkan terbentuknya holding, karena beliau selama ini yang menangani holding BUMN perkebunan,” kata Dahlan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin.

Menurut Dahlan, konsep holding BUMN perkebunan terlontar dari Megananda semasa menjadi Deputi Industri Primer Kementerian BUMN. Selain itu, Megananda dikenalnya memiliki integritas dan profesional, serta dikenal di kalangan BUMN perkebunan.

Saat ini, pemerintah tengah menunggu PP terkait pembentukan holding BUMN perkebunan.

Dahlan mencatat hingga 2011, aset BUMN perkebunan mencapai Rp50 triliun dengan pendapatan Rp45 triliun, serta laba bersih Rp3,5 triliun. Tahun ini, perusahaan komoditas ini diharapkan dapat mengantongi laba Rp5 triliun.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN III Megananda Daryono pernah mengungkapkan pihaknya akan mencari dana minimal Rp5 triliun guna memenuhi kebutuhan BUMN perkebunan lainnya, seperti PTPN I Persero, PTPN II, serta PTPN V dan PTPN XIV.

“Dana ini akan digunakan untuk pengembangan oil chemical serta pabrik minyak goreng,” ujar Megananda seraya menambahkan bahwa PTPN III akan berperan sebagai kreditor dan kemudian disalurkan kepada PTPN yang membutuhkan dana pengembangan. (ant/gor)

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: