Non Saputri

Non Saputi alias Bunda Putri

Pengusaha kolutif Departemen Pertanian

Tokoh ini bikin heboh hingga Presiden SBY bereaksi keras

++++++++++++++++++++++++++++

KAMIS, 10 OKTOBER 2013 | 16:27 WIB

Sebut Tak Tahu Bunda Putri, Luthfi Dimarahi Hakim

Sebut Tak Tahu Bunda Putri, Luthfi Dimarahi Hakim

Bunda Putri alias Non Saputri. Istimewa

TEMPO.COJakarta – Bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Isaaq, kena tegur hakim lantaran membantah kenal sosok Non Saputri alias Bunda Putri. Padahal, sebelumnya ia mengatakan dengan lancar bahwa perempuan itu dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Anda tidak rasional. Ketika ditanyakan dekat dengan SBY, langsung cepat menjawab. Tapi begitu ditanyakan dia siapa, saudara tidak tahu,” katanya hakim anggota Nawawi Pomolango di persidangan Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2013.

Tak hanya itu, hakim Nawawi juga mengaku tak suka karena Luthfi menuding berbagai pihak. Sebab, selain menyebut dekat dengan SBY, Luthfi juga mengatakan Bunda Putri merupakan anak pendiri Golkar. “Saya tidak mau persidangan ini jadi ruang untuk nyekaksana nyekak sini,” ujar Nawawi.

Dalam kesaksiannya untuk Fathanah, Luthfi akhirnya mengakui mengenal Bunda Putri. Ia mengatakan mengenal Bunda dari Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Luthfi mengatakan pernah beberapa kali bertemu dengannya. “Saya bertemu dia tiga-empat kali,” katanya.

Luthfi membenarkan bahwa Bunda merupakan orang yang penting. Menurut dia, Bunda memiliki banyak informasi seputar kabinet pemerintahan. “Dia penghubung antara dewan pembina dengan dewan pembina,” katanya. Luthfi tak menjelaskan dewan pembina mana yang dimaksud.

Nama Bunda Putri pertama kali muncul dalam rekaman telepon yang diputar jaksa di persidangan Ahmad Fathanah pada 29 Agustus lalu. Dalam rekaman itu, Bunda Putri membahas reshufflekabinet SBY dengan Luthfi. Mereka menyebut sejumlah nama, seperti Haji Susu, Pak Tan, Dipo, dan Pak Lurah.

Meski beberapa kali berkomunikasi dengan Bunda, Luthfi mengaku tak mengenal siapa nama lengkapnya. “Tidak tahu,” katanya.

NUR ALFIYAH

Jumat, 11/10/2013 19:38 WIB

Ini Alasan KPK Putar Rekaman Soal Bunda Putri Hingga Bikin Heboh

Mega Putra Ratya – detikNews

Jakarta – Berawal dari rekaman sadapan KPK, nama Bunda Putri muncul, hingga akhirnya membuat marah Presiden SBY. Kenapa KPK memunculkan sosok itu dalam persidangan?

“Karena kan terkait dengan keterangan-keterangan yang lain, gitu. Tapi dia sifatnya berdiri sendiri oleh karena itu kita masih dalami,” kata Ketua KPK Abraham Samad saat ditemui di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (11/10/2013).

Menurut Samad, keterangan Bunda Putri itu bersifat berdiri sendiri. Tak ada kaitan dengan perkara yang bergulir di persidangan.

“Tidak punya nilai pembuktian, karena dia berdiri sendiri. Tidak didukung oleh fakta-fakta dan bukti-bukti lain,” tegasnya.

Kemarahan SBY muncul karena namanya dikaitkan dengan Bunda Putri oleh mantan presiden PKS Luthfi Hasan di persidangan. SBY menyebut apa yang dikatakan Luthfi tidak benar.

Siapa Bunda Putri ini? Penelusuran majalah detik menemukan jejak bahwa Bunda Putri yang memiliki nama asli Non Saputri bertempat tinggal di Jalan Metro Pondok Indah, SB-09, RT05/015, Jakarta Selatan.

Bunda Putri ini diketahui berasal dari Cilimus, Kuningan, Jabar. Bunda Putri juga memiliki rumah di sana. Menurut adik tirinya, Otong Mulyadin yang juga kepala desa, Bunda Putri kerap pulang 4-5 bulan sekali. Ketika pulang dia kerap membagikan sembako dan uang ke penduduk yang tak mampu.

Namun yang mengejutkan, dari mulut Otong keluar pengakuan bahwa kakaknya itu bersuamikan seorang pejabat di Kementan tak lain Direktur Jenderal Hortikultura Hasanuddin Ibrahim alias Odeng.

++++++++++++++++++

JUM’AT, 18 OKTOBER 2013 | 16:12 WIB

Sutiyoso Lupa Kapan Foto Bareng Bunda Putri

Sutiyoso Lupa Kapan Foto Bareng Bunda Putri

Foto yang diduga sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta Soetiyoso bersama Bunda Putri. Tokoh Bunda Putri disebut-sebut dekat dengan Presiden SBY, namun hal ini dibantah dan presiden berjanji akan mengungkap siapa sosok Bunda Putri ini. Seruu.com

TEMPO.COJakarta – Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Sutiyoso, mengaku tak mengenal sosok Bunda Putri. Ia justru penasaran terhadap perempuan tersebut, meski fotonya bersama Bunda Putri beredar di dunia maya dan dimuat dalam situs Seruu.com.

“Aku sendiri penasaran ingin tahu siapa BP (Bunda Putri) itu,” kata Sutiyoso saat dikonfirmasi lewat pesan pendek, Jumat, 18 Oktober 2013.

Sutiyoso lupa kapan foto tersebut diambil. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut hanya mengira-ngira waktu pengambilan gambar itu sudah lama. Sebab, baju yang dikenakannya ketika berfoto bersama Bunda Putri sudah tak ada. “Kausnya saja aku cari enggak ketemu, berarti sudah lama banget,” ujarnya. Sutiyoso pun mengaku tak mengingat tempat pengambilan foto itu.

Foto Sutiyoso dengan perempuan yang diduga merupakan Bunda Putri beredar di dunia maya. Dalam gambar itu, Sutiyoso yang mengenakan kaus biru berkerah putih duduk bersandar di sofa. Ia tersenyum ke arah kamera.

Di belakangnya, Bunda Putri juga tampak tersenyum. Ia mendekatkan badannya ke arah Sutiyoso. Jarak mereka hanya terpaut beberapa senti.

Tak hanya dengan Sutiyoso, foto Bunda Putri dengan tokoh lain juga beredar. Di antaranya, Bunda Putri terlihat bersama Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng beserta keluarganya, juga Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin.

NUR ALFIYAH

+++++++++++++++++++++++++++

JUM’AT, 18 OKTOBER 2013 | 14:32 WIB

Menpora Pernah Menginap di Rumah Bunda Putri

Menpora Pernah Menginap di Rumah Bunda Putri

Sosok yang diduga bernama Bunda Putri (kedua kiri) berfoto bersama mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Sosok misterius yang namanya terungkap pada kasus korupsi kuota sapi impor ini menjadi perhatian publik. Seruu.com

TEMPO.COJakarta – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, ternyata pernah menginap di rumah Non Saputri yang terletak di lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Andi, yang baru saja ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi karena diduga terlibat kasus Hambalang, menghabiskan malam tahun baru 2012 di rumah Saputri atau Bunda Putri.

Berdasarkan laporan majalah Tempo edisi 16 September 2013, berbagai upacara penyambutan pun digelar untuk Andi yang saat itu masih menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga. Di halaman rumah Saputri, dipasang tenda pesta. Bahkan, sejumlah acara seperti turnamen catur pun digelar untuk menyambut Andi. Rizal Mallarangeng, adik Andi, menolak berkomentar ketika dimintai konfirmasi.

Pada 10 Oktober lalu, LHI mengaku mengenal Bunda Putri dalam persidangan kasus korupsi kuota impor daging sapi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Luthfi yang bersaksi untuk tersangka Ahmad Fatanah mengklaim Bunda Putri merupakan orang yang dekat dengan SBY.

Luthfi mengaku mengenal Bunda dari Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin. Menurut dia, Bunda merupakan orang penting yang menghubungkan antar dewan pembina partai politik. Ia memaparkan Bunda Putri merupakan anak dari satu dari pendiri Partai Golkar.

Nama Bunda Putri pertama kali muncul dalam rekaman telepon yang diputar jaksa di persidangan Ahmad Fathanah pada 29 Agustus lalu. Dalam rekaman itu, Bunda Putri membahas perihalreshuffle dengan Luthfi. Mereka menyebut sejumlah nama, seperti Haji Susu, Pak Tan, Dipo, dan Pak Lurah. Hari ini beredar foto-foto Bunda Putri bersama beberapa pejabat dan mantan pejabat.

++++++++++++++++++++

JUM’AT, 18 OKTOBER 2013 | 11:16 WIB

Foto Bersama Bunda Putri Muncul, Gita: Tidak Kenal

Foto Bersama Bunda Putri Muncul, Gita: Tidak Kenal

Foto Bunda Putri bersama Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Menurut Rizal Ramli dalam Seruu.com, tokoh sebenarnya berinisial SS dan bukan Bunda Putri. Seruu.com

TEMPO.COJakarta – Menteri Perdagangan Gita Wirjawan membantah mengenal sosok Bunda Putri atau Non Saputri. Sebelumnya, foto Gita bersama Bunda Putri beredar di dunia maya dan dimuat di situs Seruu.com.

“Tidak kenal. Itu di Munas Barindo, banyak yang hadir dan menyalami saya,” katanya kepada Tempo di Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2013. Gita mengatakan foto tersebut diambil dalam Musyawarah Nasional (Munas) Barisan Indonesia (Barindo) 2013 di Surabaya.

Menurut dia, meski dalam foto tersebut Bunda Putri terlihat sedang menyematkan pin pada bajunya, itu merupakan hal wajar yang dilakukan semua orang padanya. “Semua rakyat saya salami,” katanya. (Baca: Jawaban SBY Soal Bunda Putri Disebut Dekat dengan Istana)

Gita juga mengatakan, saat bertemu Bunda Putri pada Munas Barindo, ia tidak bertemu khusus atau mengobrol. “Saya tidak kenal, katanya dia tipe yang suka nongol di banyak acara. Tiap hari, saya ketemu ratusan orang di berbagai acara, harus salaman, disambut. Saya selalu bersikap baik pada tiap orang,” kata Gita.

Kemarin beredar foto Bunda Putri bersama Gita Wirjawan di salah satu media online. Dalam foto tersebut, Bunda Putri tampak menancapkan pin pada Gita. Sebelumnya juga beredar foto Bunda Putri bersama beberapa pejabat, seperti mantan Menteri Pemuda dan Olahrag, Andi Mallarangeng, Agum Gumelar, Faisal Basri, mantan Gubernur DKI Sutiyoso, dan Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminudin. (Lihat Foto

</div
+++++++++++++
Senin, 21/10/2013 11:39 WIB
Sidang Luthfi Hasan
Hilmi: Bunda Putri Bernama Non Saputri, Murid Agama Saya
Moksa Hutasoit – detikNews

Bunda Putri (kacamata hitam)
Menelusuri Bunda Putri
Jakarta – Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin mengaku kenal dengan Bunda Putri. Hilmi menganggap Bunda Putri sebagai murid keagamaannya.

“Sering datang ke saya, sebagai murid, konsultasi keagamaan,” kata Hilmi saat menjadi saksi untuk Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Hilmi tidak menjelaskan detil seperti apa hubungan murid dan guru itu. Bunda Putri yang dikenalnya dengan nama asli Non Saputri.

“Saya kenal dengan sebutan beliau Non Saputri,” tegas Hilmi.

Setelah sempat mangkir dari panggilan jaksa, Hilmi akhirnya memenuhi untuk bersaksi bagi Luthfi di Pengadilan dalam kasus suap kuota impor daging.

+++++++++++++

SENIN, 21 OKTOBER 2013 | 15:58 WIB

Bunda Putri Telepon Hilmi Setelah Fathanah Diciduk

Bunda Putri Telepon Hilmi Setelah Fathanah Diciduk

Foto Bunda Putri bersama seseorang yang diduga sebagai Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin. Foto-foto ini diterima redaksi Seruu.com dari orang tak dikenal melalui surat elektronik. Seruu.com

TEMPO.COJakarta – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin mengakui pernah menghubungi Luthfi Hasan Ishaaq –saat itu menjabat Presiden PKS– sehari setelah tertangkapnya Ahmad Fathanah. Dia menelepon Luthfi setelah sebelumnya Bunda Putri memberitahu bahwa kantor partainya dikepung petugas Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Dia yang kasih tahu kantor Dewan Pengurus Pusat PKS dikepung polisi,” katanya saat bersaksi untuk terdakwa Luthfi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 21 Oktober 2013.

Lantaran kabar tersebut, Hilmi kemudian menghubungi Luthfi untuk meminta penjelasan. Menurut dia, Luthfi membantah bahwa kantor mereka didatangi polisi. “Itu yang banyak wartawan,” ujarnya.

Hilmi juga mengakui kembali menghubungi Luthfi untuk memastikan kabar penangkapan Fathanah. Menurut Luthfi, itu urusan bisnis. “Katanya itu biasa, ‘b to b’ (business-to-business),” katanya.

Pengakuan Hilmi ini terlontar setelah jaksa Muhibuddin membacakan rekaman percakapan antara Luthfi dan Hilmi pada 30 Januari 2013 atau sehari setelah Fathanah dicokok oleh penyidik KPK. Soalnya, sebelumnya Hilmi membantah pernah berkomunikasi dengan Luthfi usai penangkapan tersebut. “Tidak, mungkin tidak sempat,” katanya.

Ahmad Fathanah ditangkap oleh KPK pada 29 Januari 2013 malam di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat. Ia dicokok beberapa jam setelah menerima duit Rp 1 miliar dari PT Indoguna Utama. Duit itu diduga merupakan bagian dari Rp 40 miliar yang dijanjikan untuknya dan Luthfi terkait dengan pengurusan kuota impor daging sapi untuk perusahaan tersebut. Sehari setelahnya, penyidik KPK menangkap Luthfi di kantor DPP PKS.

Dalam persidangan Fathanah pada 29 Agustus lalu, terungkap bahwa Bunda Putri sempat meminta penjelasan kepada Luthfi soal penangkapan Fathanah tersebut. Melalui anak Hilmi, Ridwan Hakim, ia meminta Luthfi datang ke rumahnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, untuk menjelaskan hal itu. (Hilmi Mengenal Bunda Putri sebagai Non Saputri)

 

+++++++++++++++++++++

 

RABU, 23 OKTOBER 2013 | 06:25 WIB

Bunda Putri Disebut Tak Lulus SMA Cilimus

Bunda Putri Disebut Tak Lulus SMA Cilimus

TEMPO.CO, KUNINGAN—Sosok Bunda Putri yang belakangan ramai diperbicangkan ditengarai tak lulus sekolah menengah atas (SMA). Penelusuran Tempo di SMA Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, menemukan nama lengkap Bunda Putri adalah Non Nurlaela Saputri. ”Kalau Bunda Putri itu bernama asli Non Nurlaela memang benar pernah terdaftar di SMA Cilimus pada 1978,” ujar Nana Suyana, Kepala Tata Usaha SMAN Cilimus, kemarin.

Dari data buku siswa yang ditunjukkan kepada Tempo, Non Nurlaela memiliki nomor induk 781001-1096 dengan nama panggilan Non. Ia masuk SMA Cilimus pada 1978, namun tidak menyelesaikan sekolahnya. ”Pada 1979 ada keterangan dia keluar tanpa alasan jelas,” kata Nana.

Nama Bunda Putri menjadi perbincangan setelah percakapan teleponnya dengan Luthfi Hasan Ishaaq, bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera, yang juga terdakwa kasus suap kuota impor sapi, tersadap Komisi Pemberantasan Korupsi. Luthfi  juga menyebut sosok Bunda dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhyono. Presiden bereaksi dengan menyatakan keterangan itu tidak benar.

Dari buku induk SMA Cilimus yang sudah usang itu, tertera Non lahir di Jambi pada 27 April 1962. Dari daftar nilai yang dilihat Tempo, diketahu pada semester pertama dia mendapatkan nilai 7 untuk empat mata pelajaran, dan 6 di mata pelajaran lainnya. Namun pada semester dua, nilai Non anjlok. Mata pelajaran olahraga, bahasa asing dan agraria mendapat nilai 5 dengan tinta merah.

Tempo menelusuri rumah Bunda Putri di Jalan Cinangka RT 18 RW 03, Desa dan Kecamatan Cilimus. Rumah itu terlihat sepi. Para tetangga yang ditemui memilih bungkam saat diwawancarai. Ketua RT setempat menyatakan tidak memiliki lagi kartu keluarga milik Bunda Putri.

Selain di Cilimus, Bunda Putri disebut memiliki rumah di kawasan Pondok Indah, Jakarta. Saat disambangi, para tetangga mengatakan tak tahu aktivitas di rumah bernomor SB-09 itu. Supardjo, penjaga rumah terdekat, mengatakan sebelum kasusnya ramai, sopir Bunda Putri masih sering lewat depan rumah. “Tetapi sekarang tak tahu di mana,” kata Supardjo yang sudah bekerja di sana selama empat tahun. Dia mengaku tak tahu nama sopir bunda putri. Selama ini Suparjo hanya sekadar bertegur sapa saat bertemu.

DEFFAN PURNAMA | FAIZ NASHRILLAH | BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE | SUKMA

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: