Priyo Budi Santoso

 

Politikus Partai Golkar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia :
   

Priyo Budi Santoso (lahir di TrenggalekJawa Timur30 Maret 1966; umur 47 tahun) adalah anggota sekaligus Wakil Ketua DPR Periode 2009-2014, mewakili Partai Golongan Karya dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo).

Ia pernah tercatat sebagai ketua umum termuda dalam organisasi trikarya (SoksiMKGR, dan Kosgoro 1957). Ia juga pernah menjadi salah seorang ketua koordinasi dalam Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan Ketua PB Lembaga Karate Do Indonesia (Lemkari).

+++++++++++

 KPK Harus Segera Perjelas Status Priyo Budi Santoso

KPK Harus Segera Perjelas Status Priyo Budi Santoso
Selasa, 28 Mei 2013 09:14 WIBTRIBUNNEWS.COM,JAKARTA–Wakil Ketua DPD RI, Laode Ida, meminta Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status hukum Wakil Ketua DPR RI
Priyo Budi Santoso dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan kitab suci
Al Quran.

“Persoalan siapapun yang terlibat termasuk Priyo Budi Santoso kalau KPK
punya data tidak boleh hanya umbar informasi seperti itu karena akan
menjadikan Priyo teraniaya dalam proses tidak berkepastian,” kata Laode
ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Selasa (28/5/2013).

Oleh karena itu, Laode meminta KPK tegas jika sudah ada bukti
keterlibatan Priyo. harus segera ditangani secara khusus dengan
memperjelas posisi hukum yang bersangkutan.

“Begitu pula kalau buktinya sumir, tidak memadai, maka harus disampaikan
juga ke publik. Saya katakan proses hukum terhadap figur publik seperti
Pak Priyo harus cepat dituntaskan sebab kalau tidak akan menjadi
teraniaya publik dan berkepanjangan tidak bagus bagi proses hukum,” kata
Laode.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas menegaskan kalau pihaknya
telah mengantongi bukti awal keterlibatan Priyo Budi Santosa dalam kasus
dugaan suap pengurusan pengadaan Alquran di Kementerian Agama (Kemenag)
tahun anggaran 2011-2012.

Sementara Ketua KPK, Abraham Samad menegaskan, pihaknya akan memvalidasi
seluruh bukti dan keterangan yang mengaitkan keterlibatan Priyo Budi
maupun dua kader partai Golkar lainnya, Fahd El Fouz dan Vasco Rusemy.

Sejak Sabtu, 25 Mei 2013, hingga hari ini Selasa 28 Mei 2013
Tribunnews.com belum berhasil melakukan konfirmasi ke Priyo soal
pernyataan Busyro. Pesan singkat atau SMS yang dikirim belum dijawab.
Demikian pula nomor telepon selulernya belum aktif hingga siang ini.

http://www.tribunnews.com/2013/05/28/kpk-harus-segera-perjelas-status-priyo-budi-santoso

+++++++++++++++++

Priyo Diduga Muluskan Proyek Kementerian Agama

Jum at, 07 Juni 2013

Priyo Diduga Muluskan Proyek Kementerian Agama

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi berjanji tidak akan berhenti
mengusut dugaan keterlibatan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo
Budi Santoso dalam kasus dugaan korupsi sejumlah proyek di Kementerian
Agama, termasuk pengadaan Al-Quran. “Kalau korupsinya sistemik, maka KPK
akan mengusut kasus ini secara sistemik pula,” kata Wakil Ketua KPK
Busyro Muqoddas ketika dihubungi Tempo kemarin.

Nama Ketua Partai Golkar sekaligus Ketua Umum MKGR ini mulai disebut
setelah KPK mengantongi catatan Fahd El Fouz ihwal fee pengurusan
proyekproyek di Kementerian Agama. Tertulis, misalnya, Priyo mendapat
jatah 3,5 persen dari proyek alat telekomunikasi senilai Rp 66 miliar.
Fahd adalah Ketua Gema MKGR.

Catatan Fahd disebut juga dalam putusan terdakwa kasus Al-Quran,
Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetia, Kamis pekan lalu. Zulkarnaen
adalah anggota DPR dari Golkar sekaligus Wakil Ketua Umum MKGR. “Kami
juga menunggu putusan ini berkekuatan hukum tetap untuk mengusut nama
yang disebut-sebut,” kata Busyro.

Ketika diperiksa KPK pada 9 Agustus 2012, Fahd mengatakan dokumen itu ia
buat bersama Dendy, Rizky, dan sejumlah pengurus MKGR. Versi jaksa,
catatan fee dan pemberiannya diatur Dendy dan Fahd atas perintah
Zulkarnaen. Belakangan, dalam persidangan, Fahd mengaku membuat catatan
itu sendiri dan sengaja mencatut nama Priyo.

Nama Priyo juga tersadap KPK ketika Zulkarnaen menelepon Fahd, akhir
September 2011. Zulkarnaen meminta Fahd menghubungi Priyo agar bisa
berbicara dengan Nasaruddin Umar–ketika itu Direktur Jenderal Bimbingan
Masyarakat Islam dan Wakil Menteri Agama. Tujuannya untuk memuluskan
proyek mereka. Caranya, kata Zulkarnaen kepada Fahd, Priyo mengundang
Nasaruddin memberikan tausiah Lebaran di rumah Priyo.

Pengacara Zulkarnaen, Erman Umar, tidak membantah percakapan kliennya
dengan Fahd yang menyebut nama Priyo. Adapun Wakil Menteri Agama
Nasaruddin kemarin membantah pernah bicara soal proyek maupun undangan
tausiah dengan Priyo. “Tapi, kalau di kompleks perumahan DPR, saya
sering,” katanya.

Kemarin Priyo belum bisa dimintai konfirmasi. Disambangi di rumah
dinasnya di Jalan Denpasar, Kuningan; dan rumah pribadinya di Perumahan
Tanjung Mas Raya, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, petugas keamanan di
rumah itu mengatakan Priyo tengah ke luar kota. Dihubungi melalui
teleponnya, Priyo juga tak merespons. Tapi, sebelumnya, Priyo pernah
menolak tudingan menerima fee proyek di Kementerian Agama. Adapun soal
melobi Nasaruddin, “Itu tak benar sama sekali,” ujarnya. ANTON APRIANTO
| NUR ALFIYAH | FEBRIANA FIRDAUS | RAMADHANI

Dari Catatan sampai Rekaman

Komisi Pemberantasan Korupsi mengantongi sejumlah petunjuk yang
mengaitkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso dengan
kasus dugaan korupsi beberapa proyek di Kementerian Agama, termasuk
proyek pengadaan Al-Quran. Berikut ini petunjuk tersebut:

1. Dua lembar catatan fee sejumlah proyek di Kementerian Agama yang
ditulis Fahd El Fouz. Menurut Fahd dalam persidangan terdakwa Zulkarnaen
Djabar dan Dendy Prasetia, ia mencatut nama Priyo supaya mendapat jatah
lebih besar. Tapi, menurut jaksa KPK, fee diatur Dendy dan Fahd atas
perintah Zulkarnaen. Berikut ini catatan jatah Priyo:

Proyek laboratorium Madrasah Tsanawiyah 2011 Rp 31,2 miliar, jatah PBS
(Priyo Budi Santoso) 1 persen.

Proyek alat telekomunikasi di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Rp 66
miliar, jatah PBS (Priyo Budi Santoso) 3,5 persen.

Bantahan Priyo (Sabtu, 1 Juni):
“Nama saya dicatut Fahd.”

2. Rekaman percakapan Zulkarnaen-Fahd, 28 September 2011 pukul 21.16.55
WIB. Zul meminta Fahd menghubungi Priyo dan mengundang Nasaruddin Umar
(ketika itu Dirjen Bimbingan Islam dan Wakil Menteri Agama) dalam acara
tausiah Lebaran di rumah Priyo, guna membahas proyek pengadaan Al-Quran.
Fahd mengaku kepada Zulkarnaen, tugas itu sudah dilaksanakan.

Bantahan Priyo (Februari 2013):
“Saya tidak pernah melobi Nasaruddin.”

Bantahan Nasaruddin (Kamis, 6 Juni):
“Kalau tausiah di kompleks perumahan DPR, saya sering.”

3. Rekaman percakapan Priyo-Fahd, Januari 2012. Priyo meminta Fahd tak
menyeret dirinya. Rudi Alfonso, pengacara Golkar dan Priyo, mengakui
adanya percakapan Priyo-Fahd, tapi isinya soal permintaan maaf Fahd
kepada Priyo karena telah membawa-bawa namanya.

NASKAH: ANTON SUMBER: KPK, PUTUSAN ZULKARNAEN, WAWANCARA, PDAT

http://koran.tempo.co/konten/2013/06/07/312112/Priyo-Diduga-Muluskan-Proyek-Kementerian-Agama

 

++++++++++++++++++

 

Sabtu, 21/12/2013 21:32 WIB

Priyo Budi Santoso Terpilih Sebagai Ketua Presidiun ICMI

Ikhwanul Khabibi – detikNews
 

Jakarta – Priyo Budi Santoso terpilih sebagai Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Priyo akan memimpin ICMI untuk satu tahun ke depan. Priyo yang juga Wakil Ketua DPR menggantikan Marwah Daud Ibrahim. Sebelumnya, dia juga merupakan anggota Presidiun ICMI.

“Saya mendapat amanat yang begitu berat, memimpin ICMI di tahun politik yang genting,” ujar Priyo dalam dalam pidatonya di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/12/2013).

Usai menerima tampuk kepemimpinan, politisi Partai Golkar itu langsung memberikan perintah pertama untuk para pengurus ICMI. Apa perintah pertama itu?

“Perintah pertama saya, kepada semua Korwil saya perintahkan untuk langsung membangun komunikasi kepada Ormas Islam. Gandeng Ormas besar seperti NU, Muhammadiyah, Persis, dan lain-lain,” tegasnya.

Tak hanya menjalin komunikasi dengan Ormas Islam, Priyo juga memerintahkan agar ICMI menjalin komunikasi kepada Ormas agama lain. Dia ingin agar ICMI bisa bekerja sama dengan semua golongan.

“Kita harus bisa berbaur dengan semua Ormas dan golongan. ICMI harus bisa mengambil peran,” ujar Priyo.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: