Moeldoko

Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Pramono Edhi Wibowo.

Sebelumnya : Wakil Kepala Staf Angkatan Darat

Akmil 1981

Konon terlibat operasi pembersihan Ahmadyah di Jawa Barat ( Operasi Sajadah)

+++++++++++++

TEMPO.COJakarta – Calon Kepala Staf TNI Angkatan Darat,Letnan Jenderal Moeldoko, diwanti-wanti untuk tak melupakan peristiwa ‘Operasi Sajadah’.

Operasi tersebut sempat mencuat di tahun 2011, ketika dikabarkan ada intimidasi terhadap jemaah Ahmadiyah yang dilakukan TNI. Ketika itu, Moeldoko yang masih berpangkat Mayor Jenderal dan menjabat Panglima Daerah Militer III Siliwangi. Dia dianggap bertanggungjawab, namun Moeldoko membantah adanya operasi tersebut.

“Publik harus diberitahu bahwa ada catatan tersendiri untuk Moeldoko ini, ketika dia tak melakukan upaya apapun terhadap peristiwa itu,” kata Wakil Ketua Komisi Pertahanan dari Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Tubagus Hasanuddin, kepada Tempo saat dihubungi, Senin, 20 Mei 2013. “Jangan sampai ketidakpeduliannya terbawa hingga menjadi KSAD.”

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Moeldoko menjadi KSAD baru menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo, yang telah memasuki masa pensiunnya pada awal Mei lalu. “Pelantikan akan saya lakukan pada Rabu, 22 Mei mendatang,” kata Yudhoyono dalam konferensi pers, Senin, 20 Mei 2013.

Meksipun punya catatan, Tubagus berpendapat Moeldoko memiliki pengalaman yang cukup untuk menjadi KSAD. “Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, hingga berkecimpung di lembaga pendidikan, termasuk menjadi Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional,” kata dia. Sejak Moeldoko lulus dari Akademi Militer, karirnya dirasa bagus hingga menjadi Letnan Jenderal seperti sekarang.

Tubagus menyarankan Moeldoko untuk mengembalikan tingkat disiplin prajurit, dan mencegah peristiwa bentrokan terulang. “Jangan sampai seperti Cebongan,” ujar dia. “Jangan lupakan profesionalisme. Latihan rutin tetap dijaga.”

Menurut Tubagus, Moeldoko bisa mengawal netralitas TNI AD dalam menyongsong Pemilu 2014. “Dia tak ada hubungan emosional dengan SBY. Tak pernah jadi pengawal atau ajudan. Mudah-mudahan netralitas bisa terjamin,” ujar dia.

++++

KPK Ogah Selidiki Harta Jenderal TNI Moeldoko
Headline

Jenderal Moeldoko – (Foto : inilah.com/Ardhy Fernando)
Oleh: Firman Qusnulyakin
nasional – Kamis, 23 Mei 2013 | 07:03 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Jenderal Moeldoko resmi menduduki jabatannya sebagai Kepala Staf TNI AD (KSAD) menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo yang pensiun.

Pejabat baru militer itu tercatat memiliki kekayaan yang cukup fantastis sebesar Rp32,1 miliar. Termasuk di antaranya harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah kota.

Meski hartanya cukup fantastis, namun ternyata hal tidak membuatnya dibidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ditelusuri aset yang dimilikinya.

Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo kepada INILAH.COM saat dikonfirmasi seputar itu.

“Tidak dibidiklah,” ujar Johan, Kamis, (23/5/2013).

Moeldoko lebih beruntung ketimbang Polisi yang miliki rekening gendut Labora Sitorus yang dimiliki rekening Rp1,5 trliun. Ia pun disidik oleh KPK, meski tidak ditangani oleh Komisi yang dipimpin oleh Abraham Samad itu.

Sebelumnya, dalam catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK per 25 April 2012 atau saat menjabat Wakil Gubernur Lemhannas, Moeldoko memiliki total kekayaan Rp 32.185.223.702. Jumlah itu terdiri dari tanah dan bangunan di Jakarta, Bekasi dan Pasuruan dengan nilai total Rp 22,1 miliar. Ada juga tanah di Bogor, Pontianak, hingga Bandung.

Tercatat pula, Moeldoko memiliki beberapa kendaraan yang bernilai total Rp1,7 miliar, logam mulia senilai Rp4,6 miliar, giro setara kas sebesar Rp2,8 miliar, dan US$ 450 ribu. Ia juga tercatat memiliki utang sebesar Rp300 juta.[jat]

++++++++++++++++

Rabu, 31 Juli 2013 | 11:53 WIB

Ahmadiyah: Moeldoko Terlibat Operasi Sajadah 2011

Ahmadiyah: Moeldoko Terlibat Operasi Sajadah 2011

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta – Langkah Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Moeldoko untuk menjadi Panglima TNI sudah semakin dekat. Namun, juru bicara Ahmadiyah, Firdaus Mubarik, mengingatkan, saat menjadi Panglima Kodam III/Siliwangi, Moeldoko diduga pernah terlibat Operasi Sajadah.

Firdaus mengatakan, setelah penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Banten, pada 2011, terjadi penekanan oleh TNI hampir di seluruh Jawa Barat.

“Sebelum peristiwa Cikeusik, gerakan intimidasi biasanya dilakukan oleh polisi dan pejabat pemerintah daerah, tapi setelahnya tidak,” ucap Firdaus ketika dihubungi Rabu, 31 Juli 2013. Menurut dia, setelah Cikeusik, personel TNI ikut serta dalam upaya mengintimidasi, mendatangi rumah, memanggil, hingga meminta Ahmadiyah untuk meninggalkan ajarannya.

 

+++++++++++++++

 

Profil Komando Baru TNI

Minggu, September 01, 2013
IDB

5

Profil Panglima TNI Jendral Moeldoko
JAKARTA-(IDB) : Jenderal (TNI) Moeldoko resmi menjabat sebagai Panglima TNI setelah dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/8/2013). Moeldoko menggantikan Laksamana (TNI) Agus Suhartono yang memasuki masa pensiun.
Moeldoko merupakan perwira penerima Bintang Adimakayasa sebagai lulusan terbaik Akabri tahun 1981. Pria kelahiran Kediri, 8 Juli 1957, itu menikahi Koesni Harningsi dan dikaruniai dua anak, yakni Randy Bimantoro dan Joanina Rachma.
Moeldoko mengawali karier sebagai Komandan Peleton di Yonif Linud 700 Kodam VII/Wirabuana tahun 1981. Setelah itu, ia menjabat Komandan Kompi A Yonif Linud 700/BS, Kepala Seksi Operasi Yonif Linud-700-BS, Perwira Operasi Kodim 1408/BS Makassar, dan Wadan Yonif 202/Tajimalela.
Moeldoko kemudian menjabat Kepala Seksi Teritorial Brigif-1 PAM IK/JS, Danyonif 201/Jaya Yudha, Dandim 0501 BS/Jakarta Pusat, Sepri Wakil KSAD, Pabadya-3 Ops PB-IV/Sopsad, Dan Brigif-1 Pengamanan Ibu Kota, dan Asops Kasdam VI/TPR.
Jabatan lain, Dirbindiklat Pussenif, Danrindam VI/TPR, Danrem 141/TP Dam VII/WRB, Pa Ahli KSAD Bidang Ekonomi. Tahun 2008, Moeldoko menjabat Dirdok Kodiklat TNI AD, Kasdam Jaya tahun 2009, Pangdivif 1/Kostrad 2010, Pangdam XII/Tanjungpura tahun 2010, Pangdam III/Siliwangi tahun 2010, Wagub Lemhannas tahun 2011, Wakil KSAD tahun 2013, dan KSAD tahun 2013.
Moeldoko juga pernah mengikuti Operasi Seroja Timor-Timur tahun 1984 dan Konga Garuda XI/A tahun 1995. Ia juga pernah mendapat penugasan di Singapura, Jepang, Irak-Kuwait, Amerika Serikat, dan Kanada.
Tanda kehormatan negara yang pernah diraih Moeldoko berupa Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV, Satya Lencana Seroja, tanda jasa dari PBB, Satya Lencana Santi Dharma, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, dan Bintang Kartika Eka Paksi Utama.
Profil KSAD Letjen Budiman
Letnan Jenderal (TNI) Budiman resmi menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat setelah dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/8/2013). Budiman menggantikan Jenderal (TNI) Moeldoko yang diangkat menjadi Panglima TNI.
Budiman merupakan perwira penerima Bintang Adimakayasa sebagai lulusan terbaik Akabri tahun 1978. Pria kelahiran Jakarta, 25 September 1956, itu menikah dengan Wanti Mirzanti. Ia memiliki tiga anak, yakni Budi Diwyacitta, Budi Wiratama, dan Anindyanari.
Budiman mengawali kariernya sebagai Danton Yonzipur-3 di Kodam III/Siliwangi. Setelah itu, ia menjabat Danki-A Yonzipur-3 Kodam III/Siliwangi, Dankitar Akabri Darat, Pasiops Yon Dewasa Tarsis Akmil, Dan Kotakta Yontar Remaja, Kasi Siapsat Bagbinsat Ditziad, dan Danden Zipur-6/Kodam VI Tanjung Pura.
Setelah itu, Budiman masuk ke Kopassus sebagai Kazi Kopassus, Danyon Zipur-10 Kostrad, dan Pabadya-3/Latgab Panan-II/Sopsad. Ia diangkat menjadi Sespri Wakil KSAD tahun 1997, kemudian Sespri KSAD tahun 1998 dan Koorspri KSAD pada tahun yang sama.
Tahun 1999 Budiman menjabat Komandan Pusdikzi di Bogor, lalu Paban II/Bindik Spersad tahun 2002. Pada 2002 ia diberi kepercayaan menjabat Danrem 061/Surya Kencana Dam III/Siliwangi. Setelah itu, ia menjabat Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Polkamnas dan Sesmil Setneg tahun 2008.
Jabatan penting dan strategis lain yang pernah dijabat, yakni Pangdam IV/Diponegoro tahun 2009, Dankodiklat TNI AD tahun 2010, dan Wakil KSAD tahun 2011. Sebelum menjabat KSAD, Budiman menduduki posisi Sekjen Kementerian Pertahanan.
Budiman pernah menjalani tugas di beberapa negara, di antaranya Amerika Serikat, Australia, Somalia, Papua Niugini, Denmark, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Lulusan Lemhannas tahun 2005 itu juga pernah mengikuti berbagai operasi militer, seperti Operasi Seroja di Timor-Timur, Operasi Bhakti Trans Kalimantan, dan Unoson II di Somalia.

Firdaus mengatakan saat itu Moeldoko masih berpangkat mayor jenderal dan menjabat Panglima Daerah Militer III Siliwangi. Dia dianggap bertanggung jawab atas intimidasi ini. “Tapi Moeldoko membantah bila TNI terlibat,” kata Firdaus. Bantahan itu disampaikan ketika bertemu dengan aktivis hak asasi manusia, seperti Direktur Eksekutif Human Rights Working Group, Choirul Anam; dan aktivis Kontras, Syamsul Alam Agus.

Setelah bertemu dengan para aktivis HAM, Moeldoko langsung menarik semua personelnya di wilayah. “Tiba-tiba secara fisik menghilang dari peredaran,” ucap dia. Ketika dimintai pendapat mengenai posisi Moeldoko yang sekarang menjadi calon Panglima TNI, Firdaus menolak berkomentar.

Kepada Tempo, Moeldoko juga pernah membantah terlibat Operasi Sajadah. “Tidak ada itu Operasi Sajadah, yang benar adalah Gelar Sajadah,” ujarnya saat masih menjabat Pangdam Siliwangi. Menurut dia, program Gelar Sajadah hanya berupa imbauan moral kepada masyarakat untuk mengantisipasi konflik dan perbuatan anarkistis setelah diterbitkannya Peraturan Gubernur Jawa Barat tentang larangan Ahmadiyah. (Baca: Pangdam Siliwangi Bantah Gelar Operasi Sajadah)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Jenderal Moeldoko sebagai calon Panglima Tentara Nasional Indonesia menggantikan Laksamana Agus Suhartono. Laksamana Agus Suhartono akan pensiun pada Agustus bulan depan. Moeldoko sebelumnya baru menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Sebelum menjabat sebagai Kasad, Moeldoko menjabat sebagai Wakil Kasad.

SUNDARI | JULI

 

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: