Hartanto Edhie Wibowo

Hartanto Edhie Wibowo
PROFIL BERITA FOTO
Nama Lengkap : Hartanto Edhie Wibowo
Alias : Antok
Agama : Islam
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : 31 4 1969
Zodiac : Gemini
Warga Negara : Indonesia

Ayah : Sarwo Edhie Wibowo
Ibu : Sunarti
Saudara : Kristiani Herawati
Istri : Setya Kumala Sari
BIOGRAFI
Hartanto Edhie Wibowo atau biasa dipanggil dengan nama Antok adalah adik kandung ibu Ani Yudhoyono yang kini menjabat sebagai Ketua Departemen BUMN di DPP partai Demokrat. Hartanto Edhie Wibowo juga merupakan anggota DPR RI periode 2009-2014 dari partai Demokrat yang mewakili daerah pemilihan Banten III. Hartanto sendiri kini duduk sebagai anggota di Komisi 7 yang menangani permasalahan di bidang Energi Sumber Daya Mineral, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup. Di penghujung tahun 2012, nama Hartanto Edhie Wibowo dan istrinya, Setya Kumala Sari menjadi pembicaraan publik setelah keduanya terekam namanya dalam data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebagai pihak yang melakukan transaksi di Bank Century. Dalam dokumen yang sempat beredar dikalangan wartawan tersebut, hasil audit BPK menyebutkan bahwa Hartanto dan Satya Kumala Sari pernah tercatat sebagai nasabah Bank Century pada tahun 2007. Keduanya juga terekam melakukan penyetoran tunai melalui aplikasi pengiriman uang atas nama Satya Kumala Sari yang dilakukan Bank Century di Kantor Cabang Pondok Indah ke rekening Hartanto yang berada di Bank BCA cabang Times Square Cibubur pada tanggal 25 Januari dengan nilai sebesar Rp 452 juta. Penyetoran dengan metode yang sama selanjutnya dilakukan pada tanggal 30 Juli 2007 senilai Rp 368 juta dan transaksi terakhir dikirim ke rekening BII cabang Mangga Dua pada tanggal 22 November 2007 dengan nilai sebesar Rp 469 juta. Melihat rekaman transaksi ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berkesimpulan bahwa transaksi transfer dari Hartanto dan Satya Kumala Sari di Bank Century ke rekening Hartanto di BII patut diduga tidak wajar. Hal ini dikarenakan petugas Bank Century yang bertugas mengatakan tidak pernah menerima secara fisik valas dari keduanya.

Riset dan Analisa: Fathimatuz Zahroh

PENDIDIKAN
Oregon State University, USA (1993)

+++++++++++

Anggota Timwas: 3 Nama yang Disebut Anas Asal Demokrat
Dari 4 nama yang disebut Anas, dua di antaranya ada di pemerintahan.
ddd
Rabu, 6 Maret 2013, 17:30 Ita Lismawati F. Malau, Nila Chrisna Yulika
Anggota Timwas Century berkunjung ke kediaman Anas Urbaningrum, Senin 4 Maret 2013.(ANTARA/Dhoni Setiawan)
BERITA TERKAIT

Tiga Anggota DPR Terindikasi Terima Aliran Dana Bailout Century
“Kasus Century, Anas Cuma Tahu Kulitnya Saja”
PAN: Anas Tak Sebut Hatta Terima Dana Century
Hatta: Tuntaskan Kasus Century, Biar Tak Ada Fitnah
Hendrawan: Timwas Tak Bocorkan Nama Baru Century dari Anas

VIVAnews – Anggota Tim Pengawas Kasus Century, Hendrawan Supratikno, memberikan gambaran mengenai beberapa nama yang terlibat kasus Century yang disebut Anas Urbaningrum. Menurutnya, tiga dari empat nama yang disebut Anas itu berasal dari Partai Demokrat.

“Memang ada banyak nama yang diungkapkan. Setelah dikerucutkan tinggal lima nama, satu sudah meninggal. Tiga orang dari Demokrat, satu orang non-Demokrat,” kata Hendrawan di kantornya, Rabu 6 Maret 2013.

Dari keempat nama itu, imbuhnya, dua orang di antaranya berasal dari pemerintah dan dua orang lainnya non-pemerintah. “Tapi kami sudah pendam informasi siapa-siapa saja namanya karena kami sudah terikat janji dengan Anas,” kata Hendrawan yang ikut mendatangi kediaman Anas, Senin lalu.

Sebelumnya, sempat beredar salah satu nama yang disebut Anas adalah Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa. Namun, Hatta sendiri sudah membantah keterlibatannya dalam kasus Century.

Hendrawan kemudian mengaku bingung dengan adanya bantahan itu. Ia mengatakan bantahan itu justru menimbulkan terkesan ada sesuatu yang disembunyikan.

Nama Hatta, kata Hendrawan, memang sempat dibicarakan dalam pertemuan itu. Tetapi, ia tak menjelaskan secara rinci apakah nama Hatta disebut oleh Anas atau anggota tim kecil yang hadir.

Lebih lanjut, Hendrawan mengaku informasi-informasi yang diberikan Anas sudah memenuhi unsur kebaruan dan relevan. “Tapi apakah spesifik atau tidak, menurut saya masih belum,” kata dia.

Menurut Hendrawan, informasi dari Anas itu hanya untuk menambah pengetahuan kolektif. Namun, apakah seluruh nama yang disebut Anas akan dipanggil, Hendrawan menjelaskan keputusan itu harus diambil dalam forum rapat internal timwas. (umi)

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: