Teddy Thohir

Salah satu pendiri Astra Internasional bersama William Soerjadjaja . Ayah dari Boy Garibaldi dan Erick Thohir.

++++

Artikel dari Swa

: Agar Sukses, Benahi Internal Perusahaan Lebih Dulu

Tokoh bisnis yang bisa jadi panutan di mata Teddy Thohir, Preskom TNT Group adalah mereka yang bagus membenahi internal keluarganya dan sumber daya manusia (SDM) di dalam organisasi perusahaannya untuk menyatukan visi misi. Caranya, seperti yang ia lakukan bersama almarhum William Soerjadjaja adalah membentuk ikatan qalbu dengan karyawan. Secara profesional ‘treath the people as human’ , memperlakukan orang sebagai manusia. Mereka juga harus dihormati, berinteraksi dan berempati dengan masing-masing karyawan.

Setelah kuat di dalam organisasinya, baru melihat keluar. “Saat internal sudah solid, barulah kita mencari profesional,” ucapnya. Dengan pendekatan hubungan jiwa dari sisi internal  kemudian bertemu dengan profesional yang kalkulasinya sangat hati-hati justru akan menjadi sinergi yang kuat untuk pertumbuhan perusahaan. “Ketika mulai besar, Pak Willliam yang melakukan lobbying ke bank. Kami cari objek yang lebih besar, kenang Teddy.

Berbicara kehebatan Willia, ia menilai mantan mitranya itu memiliki sikap low profile dan leadership yang tinggi. Pendiri Astra tersebut memiliki cita-cita besar tapi, ia tetap rendah hati. “Sampai waktu makan siang di kantor, dia melihat ada karyawan yang masih terus bekerja, ia katakan, berhenti dulu kerjanya, pergi makan nanti kamu sakit!. Hal-hal seperti itu beliau lakukan dari dulu. Kunci sukses Pak William itu adalah, rendah hati dan berjiwa besar. Makanya dia disayangi dari internal sampai elit-elit politik, karena dia tidak sombong,”ungkap Teddy yang masih memegang saham PT Astra International Tbk. ini.

William sudah menanamkan dan membentuk profesionalisme seorang pemimpin dari awal ia membangun Astra. Misinya sosial tetapi visinya mencari untung sebanyak-banyak dengan cara yang baik. Tidak melanggar undang-undang dan hukum agama. Bisa dilihat organisasinya, untungnya besar tapi tertib hukum. Tak heran bila pensiunan Astra keluar dari Astra memiliki nilai tambah. “Kemanapun dia mau kerja diterima dan punya nilai tinggi,”terangnya.

Dari tokoh bisnis, ternyata Teddy mengagumi Achmad Bakrie. Dari generasi ke generasi keluarganya tidak ada yang ribut. Yang kedua ia suka keuletan Chairul Tanjung . Sangat ulet dan terus putar otak untuk membesarkan bisnisnya secara profesional. CT mengangkat banyak profesional dan dia berani dalam mengambil keputusan.

Ia melihat geliat CT ketika mengelola Bank Mega (dulu Bank Karman). Ia memberi perumpamaan bank sebuah sendok, minuman kopi meski dituang gula bila tidak diaduk dengan sendok, jadinya tak sedap.

Nama yang lain yang diidolakan Teddy adalah pemilik Djarum, Budi Hartono yang eksis hingga generasi ketiga. “Pengusaha hebat lainnya Ciputra. Siapa yang tak kenal Pak Ci?, pengusaha pemberani dan fokus di bidangnya,”tambah Teddy tentang pengusaha yang layak menjadi panutan. (EVA)

One Comment

  1. Posted October 26, 2013 at 8:14 am | Permalink

    Best info prend


Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: