Anis Matta

Politikus PKS menjabat sebagai Presiden PKS menggantikan Lutfi Hasan Ishaaq.

Sebelumnya dia menjabat sebagai wakil ketua DPR periode 2009-2014

 

+++++++++++++++++++
abtu, 2 Februari 2013 12:16 WIB
PKS Blunder Pilih Presiden Partai Hedonis
Junaedi — HARIAN TERBIT

JAKARTA—Jumat (1/2) kemarin Partai Keadilan Sejahtera (PKS) punya presiden partai baru, menyusul ditangkapnya presiden yang lama gara-gara tersangkut kasus korupsi impor daging sapi. Presiden baru PKS itu adalah Anis Matta, kader muda yang diyakini mampu membawa partai dakwah itu menjadi lebih baik. Betulkah?

Sayangnya, menurut penilaian pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Indria Samego, pilihan terhadap Anis itu dianggap tak terlalu tepat.

Bahkan dikatakan bahwa pilihan terhadap Anis Matta sebagai blunder bagi partai dengan nomor urut 3 pada pemilu 2014 tersebut. Apalagi masyarakat sudah mengetahui sepak terjang dan gaya hidup Anis Matta yang selalu hidup bermewah-mewah dan berpoligami.

Informasi yang terhimpun menyebutkan Anis Matta saat ini punya gaya hidup hendonisme, jam tangan Rolex, total kekayaan pun mencapai Rp6.479.720.000 dan U$ 10 ribu serta dua istri yakni Anaway Irianti Mansyur dan Szilvia Fabula.

“Seharusnya orang-orang PKS mempertimbangkan kebiasaan hidup mewah tersebut, karena bisa membuat bangsa dan partainya mengalami kehancuran. Saya tidak mengetahuinya apakah pilihan terhadap Anis itu ada faktor lain untuk mendapatkan keuntungan orang-orang partainya,” tegas Indria Samego kepada Harian Terbit, Sabtu (2/2).

Menurutnya, PKS seharusnya membuktikan sebuah partai yang taat azas yaitu tidak mengedepankan jabatan, namun berorientasi pada idiologi untuk mensejahterakan bangsa ini. Mereka harus berjuang memperjuangan moral bangsa sehingga lebih baik lagi.

“Selama ini masyarakat sudah pesimis dengan keberadaan Anis Matta. Untuk itu, kita lihat saja apakah Anis akan mampu membawa partai dakwah yang tengah ternoda akibat ulah seniornya menjadi PKS yang lebih baik,” katanya.

KRITIK SESEPUH

Sesepuh PKS, Mashadi mengatakan, Anis Matta didepan kader-kadernya yang militan bicara nilai-nilai Islam yang sifatnya ideal. “Tapi justeru dalam bermuamalah dia justru jauh dari prinsip dan nilai Islam,” ujar Mashadi.

Soal jam tangan Rolex milik Anis Matta, Mashadi mengatakan hal itu tidak terlalu aneh. “Itu sudah menjadi sikap kolektif PKS pemujaan terhadap harta, kemewahan sudah menjadi sikap. Anis Matta membangun rumah di Utan Kayu berlantai tiga, tidak masuk akal. Kalau memiliki akal sehat tidak berbuat seperti itu,“ kritiknya tajam.

Mungkin karena sebal dengan perilaku elit PKS yang munafik itu, Mashadi malas berkomunikasi dengan para juniornya. “Saya sudah lama tidak berkomunikasi dengan elit PKS. Sekarang ini, elit PKS memuja kenikmatan dunia,” kata Mashadi yang ketika jadi anggota DPR biasa ngantor dengan menaiki sepeda motor buntutnya. Ia tidak merasa risih memarkir motornya di sela-sela mobil-mobil mewah para anggota DPR lainnya.

Dalam data Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), Politisi kelahiran Bone 17 Desember 1968 itu memiliki sejumlah harta tidak bergerak. Umumnya berupa tanah yang paling banyak terdapat di Kota Kendari Sulawesi Tengah. Anis mendapatkan tanah itu dari warisan, hibah, dan juga hasil sendiri. Hibah terbesar tanah 20.000 m2 di Kendari.

Total kekayaan harta tidak bergerak Rp 5,7 miliar. Sedang harta bergerak berupa Toyota Harrier 2008, Toyota Kijang 2000, Honda Supra 1996.

Anis Matta sendiri mengaku dirinya sudah biasa memakai jam tangan Rolex. Jam tangan mewah ini biasa dipakai di pergelangan tangan kirinya. “Nggak, tenang sajalah,” kata Anis apakah dia terus memakai Rolex.

Bagi Anis, jam tangan hanyalah sebuah kepantasan sebagai pejabat publik, bukan gaya hidup. “Lebih kepada kepantasan. Jam tangan Rolex hanya sebagai aksesori bukan hobi,” kata Anis.

Anis Matta menyebut PKS akan melakukan tobat nasional. Tapi bukan hanya itu saja, Anis akan mengubah gaya hidupnya. Salah satunya soal jam tangan.

m’at, 01 Februari 2013 | 16:10 WIB

Anis Matta Pidato, Petinggi PKS Menangis

TEMPO.CO, JakartaMajelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera menunjuk Anis Matta sebagai presiden PKS yang baru, menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq. Saat didaulat menyampaikan pidato politik, Anis memanfaatkan waktunya untuk mengobarkan kembali semangat kader-kader PKS. Beberapa kader yang berada di ruangan tersebut terlihat menangis terharu.

“Ini isyarat besar bagi PKS, pembenahan diri dan momentum bagi PKS untuk bangkit,” kata dia dengan berapi-api, diselingi suara takbir oleh beberapa kader yang hadir dalam konferensi pers di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS, Jumat, 1 Februari 2013.

Tampak mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid menangis tertahan. Matanya merah berkaca-kaca. Begitu juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Bekasi Sa’dudin yang telihat jelas menitikkan air mata. Beberapa kader lainnya juga terlihat terharu dan menahan tangis mendengar pidato Anis.

Anis menyebut partainya sedang menghadapi tirani terkait dengan penangkapan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang diduga terlibat kasus suap impor daging sapi. Tentu saja PKS tak akan mudah menghadapi hari-hari berikutnya. “Kita tidak melawan gerakan antikorupsi, tapi motif tirani ini yang kita lawan,” kata dia.

Usai terpilih, Anis memastikan akan segera melakukan konsolidasi internal. Mantan Sekretaris Jenderal PKS ini yakin partainya tetap solid. “Ubah musibah menjadi rahmat. Insya Allah kita bisa melalui dan melakukannya,” kata dia.

Semula, dalam rapat konsultasi antara Majelis Syuro dan Dewan Pimpinan Pusat mencuat dua nama yang digadang-gadang menjadi presiden PKS yang baru, yaitu Anis Matta dan Hidayat Nur Wahid. Namun, Hidayat sudah menyatakan menolak jabatan presiden PKS karena pernah menjabat sebagai presiden pada periode 2000-2004.

 

‎”Anis Matta Penguasa & ‘Mesin Uang’ PKS” by @Kusuma_Putri99

Sudah mjd rahasia umum kalau Anis Matta adalah penguasa PKS sejak lama. Anis Matta lah yg paling banyak menyediakan uang utk kebutuhan partai bersama Tamsil Linrung

Ada yg ingat ttg surat palsu DPR tgl 27 Des 2010 yg ditanda tangani oleh Anis Matta dlm kasus dana PPID th 2010?. Surat dr DPR ke Menkeu yg berisi ttg nama2 daerah penerima dana PPID, program percepatan infrastruktur daerah senilai 7,7 T. Surat yg dipalsukan oleh Anis Matta, bahkan smp ada insiden gebrak meja yg dilakukan oleh Anis Matta ktk Menkeu menanyakan ttg surat ini. Surat yg berujung dg hilangnya sejumlah 125 nama Kab/Kota yg seharusnya menerima dana PPID sesuai dg rapat banggar. Diantara ke 125 nama Kab/Kota yg dihilangkan tsb ada 4 kabupaten yg diurus oleh Wa Ode atas dasar suap yg diterima Wa Ode. Suap dari Haris Surahman dan Fahd Arafiq yang membuat Wa Ode dan Fahd Arafiq kemudian mendekam di penjara. Hilangnya nama2 Kab/Kota penerima dana PPID terutama yg suapnya sdh diterima oleh Wa Ode inilah yg membuat Wa Ode marah. Kemarahan Wa Ode ini yg kemudian diungkap di @MataNajwa yg membuat publik terhenyak bahwa ada mafia di banggar

Pimpinan DPR dan Pimp. Banggar kaget setengah mati karena Wa Ode membongkar permainan busuk mereka. Bersama BK DPR, pimp DPR dan pimp banggar spt diketahui kemudian menjebak Wa Ode dg bantuan ketua KPK Abraham Samad. Tamsil Linrung lah yg memerintahkan Samad utk menangkap Wa Ode meski Busyro tdk setuju, krn Wa Ode dianggap bkn prioritas. Tamsil Linrung memasukkan Wa Ode ke penjara selain takut sepak terjangnya sbg mafia di banggar terbongkar juga disebut2 menerima suap dari Gub. Sultra Nur Alam, yg mau menjegal Wa Ode dalam pilkada Sultra. Wa Ode yg keturunan bangsawan Raja Sultra & memiliki dana yg cukup utk maju nyagub dianggap sbg lawan yg hrs disingkirkan

Penangkapan Wa Ode yg diskriminatif dan atas pesanan Tamsil Linrung melalui Samad ini membuat Amien Rais meradang. Amien Rais menuduh ada burisrawa di KPK. Tapi kemudian Amien Rais langsung dibungkam oleh KPK dg membocorkan data bhw Amien Rais menerima sumbangan dr Wa Ode. Data diserahkan ke Tempo lewat Johan Budi humas KPK yg juga eks wartawan Tempo utk dipublikasikan. Amien Rais lgs bungkam

Dengan terpilihnya Anis Matta sbg Presiden PKS, faksi Keadilan di PKS semakin terpinggirkan. Orang2 PKS dr faksi Keadilan spt Hidayat NW, @tifsembiring @fahrihamzah disingkirkan. Meski @tifsembiring menjadi menteri, tapi kewenangannya di kominfo banyak ditentukan oleh stafsus Menkominfo Adiseno. Adiseno ini adalah orang yg ditempatkan oleh Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi dr faksi PKS Sejahtera. Sedangkan Mentan Suswono yg skg ini disebut2 terlibat dlm kasus Sapi yg terekam pembicaraannya oleh KPK adalah dr faksi PKS Sejahtera

Masih ingat dg kasus korupsi pupuk di Berdikari (persero) ?

Harga pupuk merk Vitabio dipatok seharga Rp 550.000/kg, pdhal harga di pasaran berkisar Rp 150.000 sd Rp 200.000/kg. Mentan Suswono, Dirjen Sarana Prasarana Gatot, Direktur Pupuk Suprapti, pimp banggar Tamsil Linrung. Anggota Komisi IV Romy Romahumurzy, Herman Khaeron adalah bbrp orang2 yg terlibat dlm kasus mafiapupuk ini. Peran mereka dlm menyediakan anggaran proyek, syarat kemasan, ketersediaan stok dan jenis bakteri pd pupuk/dekonpresor. Mengatur tender dg mengarahkan agar yg menang adalah pengusaha tertentu (PT. Vitafarm, milik Agus). Perusahaan yg sama yg digunakan oleh Nazar utk memenangkan proyek (Baca Juga: – “Dugaan Korupsi Di PT. Berdikari (Persero) Dalam Pengadaan Pupuk Hayati” ==> http://chirpstory.com/li/13503 )

Dengan ditunjuknya Anis Matta salah satu biang mafia di DPR sbg Presiden PKS, sdh dpt diduga ke arah mana PKS mau dibawa. Untuk persiapan dana pemilu 2014.

One Comment

  1. Posted February 27, 2014 at 3:52 pm | Permalink

    semoga membawa perubahan yang lebih baik kepada pks


Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: