Samin Tan

Direktur dari BUMI Plc.

++++++++++++

 

Foto:

 

Samin Tan


Nama Lengkap : Samin Tan

Alias : No Alias

Profesi : 

Tempat Lahir : Teluk Pinang, Riau

Tanggal Lahir : Selasa, 3 Maret 1964

Zodiac : Pisces
No Relation

BIOGRAFI

Siapa sangka seorang mahasiswa yang tidak menyelesaikan kuliah namun berhasil menjadi salah satu pria terkaya di Indonesia. Dialah Samin Tan. Pada 1986, Samin sempat mengenyam pendidikan di jurusan Akuntansi, Universitas Tarumanegara. Lalu, pada 1987-1998 dia mengawali karir sebagai mitra dari KPMG Hanadi Sudjendro & Rekan. Kemitraan ini berlanjut pada Deloitte Touche pada 1998-2002.

Mengenai kekayaannya, ayah dua anak ini pernah dinobatkan sebagai 40 pria terkaya di Indonesia versi majalah Forbes tahun 2011. Saat itu dia menduduki posisi ke-28 setelah Ciputra. Posisi tersebut mengalahkan Sandiaga Uno dan Aburizal Bakrie.

Pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk sejak 2007 itu terus mengembangkan sayapnya sebagai pengusaha sukses di bidang pertambangan dan batu bara. Dia menancapkan taring kejayaannya dengan menduduki posisi Chairman Bumi Plc (London) raksasa pertambangan Indonesia yang tercatat di London Stock Exchange. Dengan kekayaan USD 940 juta Samin, menurut Forbes telah membantu permasalahan utang Bakrie dengan membeli 50 persen saham Bumi Plc di Bursa London. Selain itu sejak 2002 sampai sekarang pria 48 tahun itu memiliki investasi di Renaissance Capital Asia.

Samin Tan merupakan sosok yang ambisius. Hal itu terlihat dari bagaimana dia menjalankan bisnisnya dan mendapat banyak pencapaian hingga kini. Dia mengatakan jika ingin meyakinkan seluruh stakeholder agar bekerja tanpa lelah untuk memenuhi pencapaian tujuan utama perseroan.

Perubahan manajemen dari pemimpin sebelumnya, Nathaniel Rothschild, oleh Samin Tan diharapkan bisa meningkatkan kinerja perusahaan. Samin optimistis perubahan ini membuat Bumi bisa memenuhi tujuan menjadi penghasil utama batu bara termal kelas dunia.

Pada Juli 2013, akhirnya Samin memiliki kesepakatan untuk mengakuisisi saham milik Bakrie di Bumi Plc, senilai 223 juta dollar AS. Dari akuisisi saham tersebut, maka dia akan menguasai saham Bumi Plc sebesar 47 persen.

Last update 12 Juli 2013 15:45 WIB

Bakrie & Samin Tan Pede Bisa Tepis ‘Serangan’ Rothschild di Bumi Plc

Angga Aliya – detikfinance
Selasa, 15/01/2013 11:02 WIB
Jakarta – Salah satu orang terkaya di Indonesia sekaligus Komisaris Utama Bumi Plc Samin Tan bersama Grup Bakrie optimistis bisa menepis ‘serangan’ yang dilancarkan Nathaniel Rothschild di perusahaan tambang yang terdaftar di bursa London itu.Mereka percaya diri, meski Rothschild, yang punya 14,7% hak voting di Bumi Plc, sudah menggalang dukungan dari investor-investor minoritas supaya mendapatkan hak voting yang lebih tinggi lagi.Saat ini, Bakrie & Samin Tan yang sudah berkongsi sejak 2011 punya 29,9% hak voting di perusahaan yang dulu bernama Vallar itu. Rothschild pun terus menggalang dukungan menjelang rapat pemegang saham yang akan digelar bulan ini.

Dalam rapat itu, Rothschild sudah mengusulkan adanya perombakan petinggi Bumi Plc. Ia meminta 12 dewan direksi dan komisaris yang sekarang lengser, diganti oleh orang-orang pilihannya sendiri.

Tidak main-main, orang pilihan Rothschild itu semuanya bukan orang sembarangan. Mantan bos Leighton Holdings Ltd. (LEI) Wallace King ia ajukan sebagai komisaris utama.

Sementara, Brock Gill ia usulkan menjadi CEO dan Rothschild sendiri kembali menjadi direktur eksekutif. Ia juga menominasikan adik kandung kandidat bakal calon presiden RI Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, menjadi salah satu direktur.

Calon direksi lain yang diusulkan Rothschild antara lain Roger Davis, mantan anggota parlemen dan menteri hukum Inggris Jonathan Djanogly, dan Richard Gozney. Gozney sebelumnya pernah menjabat sebagai duta besar Inggris untuk Indonesia.

Grup Bakrie & Samin Tan pun tidak tinggal diam. Keduanya mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan pemegang saham lainnya untuk meminta dukungan dalam proposal yang sudah diajukan.

“Kami sedang berbicara dengan pemegang saham kunci dalam rangka meminta dukungan program, inisiatif dan strategi kami,” kata Samin Tan dikutip Bloomberg, Selasa (15/1/2013).

“Saya sendiri yakin kami akan punya dukungan yang cukup untuk menghentikan Nat merombak dewan (direksi dan komisaris Bumi Plc),” tambahnya.

Setelah mendapat dukungan dari berbagai pihak itu, hak voting Rothschild pun menanjak, dari sebelumnya 14,7% naik menjadi 18,2%.

Bumi Plc didirikan oleh kongsi Grup Bakrie-Rothschild di 2011, yang sebelumnya bernama Vallar Plc. Hubungan keduanya mulai memanas tak lama setelah perusahaan tersebut listing di bursa London.

Kabar yang beredar, Rothschild berniat mengambil alih Bumi Plc cara menjatuhkan harga sahamnya melalui kabar ‘miring’ seputar Grup Bakrie. Setelah saham Bumi Plc anjlok, Rothschild akan membelinya di harga murah.

Namun, Grup Bakrie yang sadar akan hal itu pun menyerang balik. Grup Bakrie sudah menarik satu-persatu personelnya dari jajaran direksi dan komisaris Bumi Plc. Setelah Indra Bakrie dan Ari Hudaya lebih dahulu meninggalkan perusahaan yang dulu bernama Vallar Plc itu, Chief Executive Officer (CEO) Bumi Plc Nalin Rathod pun menyusul.

Mundurnya jajaran direksi Bumi Plc itu dipicu oleh ketegangan antara dua investornya, yaitu Grup Bakrie dan Rothschild. Nat yang kabarnya berniat mengambil alih Bumi Plc dari Grup Bakrie menuduh anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), telah melakukan penggelapan dana.

Nat pun meminta dilakukannya audit investigasi terhadap BUMI dan BRAU. Audit investigasi pun dilakukan, tapi karena merasa tidak didukung direksi dan komisaris Bumi Plc, Nat pun mengundurkan diri.

Tak lama, Grup Bakrie yang geram atas tuduhan tak berdasar itu langsung mengajukan proposal untuk melepas hubungan dengan Bumi Plc melalui pembelian kembali saham-saham yang dipegang Bumi Plc di aset-asetnya di Indonesia senilai US$ 1,2 miliar.

Yaitu melalui pembelian kembali 29% saham BUMI juga 85% kepemilikan di BRAU yang keduanya merupakan anak usaha Bumi Plc. Pembelian akan dilakukan secara bertahap. Masing-masing nilainya US$ 278 juta dan US$ 950 juta.

Rothschild, yang juga salah satu pemegang saham Mayoritas di Bumi Plc merespons proposal ini dengan tawaran baru, yaitu berani membayar Bumi Plc senilai US$ 270 juta (Rp 2,5 triliun) kepada Bumi Plc melalui NR Investments jika dewan komisarisnya berani memutus hubungan dengan Grup Bakrie dan Samin Tan.

Dewan direksi Bumi Plc yang sudah melakukan pertemuan menyatakan tidak bisa merespons tawaran Rothschild dan akan melanjutkan pembahasan proposal Grup Bakrie, tawaran yang akan ‘menceraikan’ Bumi Plc dengan Grup Bakrie.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: