Muhammad Daming Sanusi

Hakim, calon hakim agung..

Kualitasnya ” minta ampuun”

Lecehkan Korban Pemerkosaan, KY Minta Daming Dicoret  

Muhammad Daming Sanusi. TEMPO/Imam Sukamto

 
SELASA, 15 JANUARI 2013 | 10:25 WIB

Lecehkan Korban Pemerkosaan, KY Minta Daming Dicoret

TEMPO.COJakarta – Komisi Yudisial meminta Dewan Perwakilan Rakyat untuk mencoret nama Muhammad Daming Sanusi dari dalam daftar calon hakim agung yang kini menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Pernyataan hakim asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu dianggap sangat tidak pantas.

“KY sangat menyesalkan pernyataan tidak senonoh itu,” ujar Imam Anshori, Wakil Ketua Komisi Yudisial, Selasa, 15 Januari 2013.

Seperti dilansir sejumlah media, Daming yang juga Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin berkelakar saat menjawab pertanyaan anggota Komisi Hukum DPR tentang hukuman bagi pemerkosa. Dalam uji kelayakan kemarin Daming menjawab tak setuju memberi hukuman mati kepada pemerkosa.

“Karena yang diperkosa dengan yang memperkosa sama-sama menikmati,” ujarnya. Kepada wartawan seusai uji kelayakan, Daming mengaku sengaja melontarkan pernyataan tersebut sebagai lelucon untuk mencairkan suasana.

Imam menuturkan, calon hakim agung harusnya menyampaikan pernyataan bijak dalam proses uji kelayakan dan kepatutan. Bukannya malah membuat pernyataan yang memicu polemik. “Walaupun KY telah meloloskan calon itu, kami berharap DPR mencoret Daming.”

TRI SUHARMAN

 

+++++++++++++++

 

Selasa, 15/01/2013 08:33 WIB

Gaji Rp 45 Juta, Daming ‘Pemerkosa & Korban Saling Menikmati’ Lukai Rakyat

 

Andi Saputra – detikNews

 
 
 
M Daming Sanusi (dok.ma)

Jakarta – Candaan Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banjarmasin, Muhammad Daming Sunusi tentang perkosaan saat fit and proper test calon hakim agung banjir kecaman. Candaan itu dilontarkan saat dirinya ditanya soal hukuman yang pantas bagi pelaku perkosaan.

“Per 1 Januari 2013, Ketua Pengadilan Tinggi naik gaji melangit, sekarang Rp 45 juta/bulan. Sadarkah Darming betapa rakyat memberikan apresiasi yang sangat besar buat dia sebagai KPT, tapi mengapa dia tidak sensitif pada rakyat,” kata Ketua Satgas Perlindungan Anak (PA), M Ihsan dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (15/1/2013).

Menurut Satgas PA, pernyataan Daming calon hakim agung yang melukai perasaan korban pemerkosaan dan keluarga. Sebagai hakim, Daming tidak mempunyai perpsektif korban perkosaan dan melukai rasa keadilan.

“Menghimbau Daming minta maaf pada masyarakat atas pernyataannya dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai hakim karena tidak memiliki perspektif korban. Sebab ke depan akan banyak masyarakat jadi korban jika Daming masih bertugas sebagai hakim,” cetus Ihsan.

Atas perspektif Daming ini, maka Ihsan mendesak DPR tidak meloloskan Daming menjadi hakim agung karena telah melukai perasaan rakyat. Tidak hanya itu, Satgas PA juga mendesak DPR untuk meminta Ketua MA mencopot Daming dari jabatannya sebagai KPT.

“Menghimbau masyarakat agar melaporkan pada lembaga terkait jika ada aparat penegak hukum baik dalam penyidikan maupun pengadilan melakukan pelecehan atau menyakiti perasaan korban dan keluarga,” tegas Ihsan.

Seperti diketahui, pernyataan serius mengenai kejahatan pemerkosaan diajukan oleh anggota Komisi III dari Fraksi PAN, Andi Azhar, kepada Daming Sunusi yang menanyakan pendapat Daming mengenai hukuman mati bagi pemerkosa. Pertanyaan terlontar dalam fit and proper test calon hakim agung di DPR.

“Yang diperkosa dengan yang memperkosa ini sama-sama menikmati. Jadi harus pikir-pikir terhadap hukuman mati,” kata Daming.

Usai fit and proper test, Daming ditanya lagi oleh wartawan atas pernyatan pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama enak. Daming berkilah jawaban tersebut untuk mencairkan suasana.

“Saya lihat kita terlalu tegang, supaya ketegangan itu berkuranglah. Tadi kan ketawa sebentar,” jawab Daming.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: