Zulkieflimansyah

politikus PKS,

++++++++++++++
SABTU, 05 JANUARI 2013 | 13:21 WIB
Sebentar Lagi Politikus PKS Jadi Komisaris Newmont
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat, Zulkieflimansyah, mengakui bakal menjadi komisaris PT Newmont Nusa Tenggara. “Itu usulan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat,” katanya kepada Tempo, Sabtu, 5 Januari 2013. Jika resmi menjabat, Zulkieflimansyah bakal menggantikan posisi pengamat energi Kurtubi.

Menurut Zulkieflimansyah, dirinya tepat untuk menggantikan Kurtubi karena sesama kelahiran Nusa Tenggara. Zulkieflimansyah yang berasal dari Sumbawa ini menilai jika komisaris berasal dari putra daerah akan lebih mudah membangun komunikasi dengan manajemen Newmont.

Langkah Zulkieflimansyah bukan tanpa rintangan. Posisinya sebagai anggota legislatif berpotensi menjadi aral untuk menduduki posisi komisaris. Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera ini, kunci ia menduduki jabatan komisaris tergantung kajian hukum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta manajemen Newmont. “Boleh tidak anggota DPR menjadi komisaris?”

Zulkiflimansyah meyakini konstitusi membolehkan anggota parlemen menjadi komisaris. “Tidak perlu mundur,” katanya. Hal ini diperkuat status Newmont yang belum menjadi perusahaan publik.

Dua tahun terakhir perdebatan mengenai perebutan 7 persen saham divestasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB menguat. Menteri Keuangan Agus Martowardojo menginginkan sisa saham itu jatuh ke tangan pemerintah pusat. Adapun Gubernur NTB Muhammad Zaenul Majdi menginginkan saham tersebut bisa dikuasai pemerintah daerah.

Komisi Keuangan DPR ikut menghalangi langkah Menteri Agus. Alasannya, pembelian harus dengan persetujuan DPR. Zulkiflimansyah termasuk politikus yang cenderung berpendapat Newmont harus dikuasai oleh pemerintah daerah. Saat ini, pemerintah NTB berkongsi dengan MultiCapital, perusahaan Grup Bakrie, yang menguasai 24 persen saham Newmont.

++++++++++++++

PKS Heran Zulkieflimansyah Pasok Info ke AS

3
Zulkieflimansyah – inilah.com/Wirasatria
Oleh: Agus Rahmat
nasional – Senin, 5 September 2011 | 13:10 WIB
Share on facebook Share on twitter Share on email Share on google More Sharing Services
Berita Terkait
Zulkieflimansyah Heran Malah Diberi Sanksi oleh BK
Zulkieflimansyah Penuhi Panggilan BK DPR
Zulkieflimansyah Jadi Wakil Ketua Komisi XI
MUI: FPI Masih Dibutuhkan
FPI Tak Tahu Anggotanya Ditangkap di Makassar
INILAH.COM, Jakarta – PKS mempertanyakan motif dan motivasi Zulkieflimansyah memberikan informasi kepada pihak Kedubes AS terkait pendanaan pilkada gubernur DKI.

Menurut Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal, pihaknya tidak mengetahui mengapa rekan sejawatnya itu memberi bocoran ke Kedubes AS. “Saya tidak tahu juga berbicara atas dasar apa dan kapasitas apa,” ujar Mustafa ketika dikonfirmasi INILAH.COM, di Jakarta, Senin (5/9/2011).

Tekait apakah akan ada sanksi untuk Zulkieflimansyah, dia tidak bisa berspekulasi. “Kita di DPP tidak tahu persis soal Pilgub DKI,” elaknya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zulkieflimansyah mengaku pernah ditanya oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) soal uang yang harus dikeluarkan untuk bisa ‘bertarung’ dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Zul, sapaan akrabnya, diajak bincang-bincang oleh beberapa kedubes, bukan hanya Kedubes AS, saat dirinya maju sebagai calon gubernur Banten 2007.

“Mereka tanya-tanyalah pengeluaran jadi cagub Banten berapa, saya jawab sekitar Rp8 miliar sampai Rp10 miliar,” ujarnya kepada INILAH.COM, Senin (5/9/2011).

Karena penyelenggaraan Pilkada Banten dan DKI digelar di tahun yang sama, beberapa kedubes menanyakan hal yang serupa. Zul menjawab sekitar Rp15 miliar sampai 20 miliar untuk Pilkada DKI. [mah]

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: