Saan Mustopa

politikus Demokrat, pendamping setia Anas Urbaningrum
Saan yang mempopulerkan istilah hama demokrasi untuk menyebut para koruptor, tapi menerima duit dari si”hama” Nazaruddin.

+++++++++++

Dari Merdeka.com
http://profil.merdeka.com/indonesia/s/saan-mustopa/
PROFIL BERITA FOTO
Nama Lengkap : Saan Mustopa
Alias : No Alias
Kategori : POLITIKUS
Agama : Islam
Tempat Lahir : Karawang, Jawa Barat
Tanggal Lahir : Senin, 5 Agustus 1968
Zodiac : Cancer
Warga Negara : Indonesia

Istri : Ilah Holilah
BIOGRAFI
Saan Mustofa merupakan salah satu anggota DPR-RI dari partai Demokrat yang menjabat sejak tahun 2009 hingga tahun 2014. Saan Mustofa yang berasal dari daerah pilihan Jawa Barat VII berhasil melenggang ke Senayang setelah dirinya berhasil memperoleh suata maksimal saat pemilihan umum. Kini, pria yang lahir di Karawang, Jawa Barat pada tanggal 5 Juli 1968 ini bertugas di Komisi III yang menangani permasalahan Hukum, HAM dan Keamanan.

Di komisi III, Saam sempat digadang-gadang akan dijadikan ketua fraksi. Namun ternyata seiring berjalannya waktu, bukan Saan yang ditunjuk melainkan Benny K Harman. Selain menjadi anggota komisi III, Saan juga ditunjuk untuk menjadi anggota badan anggaran DPR. Di partai Demokrat sendiri, Saan yang merupakan alumni IKIP Jakarta ini ditunjuk oleh Anas Urbaningrum untuk menjadi Wakil Sekretaris Jenderal II (Wasekjen) periode masa bakti tahun 2010 hingga tahun 2015 mendampingi Ibas Baskoro yang menjadi sekretaris jenderal.

Pada tahun 2011, Lembaga riset Charta Politika memberikan penghargaan khusus kepada Saan Mustopa dalam Charta Politika Award 3. Politisi Partai Demokrat yang merupakan alumni Universitas Indonesia Jakarta ini dianggap sebagai politisi partai koalisi pemerintah paling berpengaruh di tahun 2011. Saan Mustopa terpilih dari hasil media tracking Charta Politika karena banyak pernyataannya dinilai menjadi inspirasi masyarakat Indonesia. Saan dikenal sebagai sosok yang santun dan ramah kepada media. Saan pulalah yang mempopulerkan istilah hama demokrasi untuk menyebut para koruptor.

Anggota DPR RI komisi III ini juga dikenal sangat dekat terhadap konstituennya, daerah pemilihan Jawa Barat VII. Saan sempat melakukan advokasi terhadap sejumlah keluarga TKI yang mengalami masalah di luar negeri. Selain itu, bapak satu anak ini pun sering melakukan kegiatan sosial di tempat kelahirannya, seperti, pengobatan sunatan massal seperti yang dilaksanakan di Desa Tunggakjati, Karawang, Jawa Barat, dan menyelenggarakan turnamen bola voli Saan Mustopa Cup antardesa se-Karawang. Bahkan, Saan juga menyelenggarakan turnamen futsal Saan Mustopa Cup antar-SMU se-Karawang bertujuan mencari bakat-bakat muda sekaligus menyediakan kegiatan positif untuk generasi muda.

Riset dan Analisa: Fathimatuz Zahroh

+++++++++++++++++

Anas Saksikan Saan Terima Uang Nazar
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Peristiwa pemberian duit US$ 50 ribu (Rp 485 juta) dari bekas Bendahara Partai Demokrat M. Nazaruddin ke Saan Mustopa terungkap di persidangan kasus korupsi pembangkit listrik tenaga surya hari ini, Kamis, 20 Desember 2012.

Dalam sidang pemeriksaan Saan Mustopa yang bersaksi untuk terdakwa Neneng Sri Wahyuni, jaksa mengatakan pemberian duit berlangsung di kantor PT Anugerah Nusantara, perusahaan milik M. Nazaruddin, pada 12 Agustus 2008.

“Dalam berita acara, saksi mengatakan berangkat dari (Jalan) Casablanca bersama Anas Urbaningrum (Ketua Umum Demokrat),” kata jaksa dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Namun, saat akan melanjutkan pembacaan berita acara pemeriksaan, Ketua Majelis Hakim Tati Hardianti memotong. Ia meminta jaksa berfokus pada kasus yang melibatkan terdakwa Neneng. “Supaya tidak bias,” ujarnya.

Ketika tiba giliran bicara, Saan membenarkan dirinya pergi ke kantor Nazar bersama sejumlah kader Demokrat, termasuk Anas. “Di sana kami berdiskusi tentang pencalonan kami di DPR,” ujar Saan. Ketika itu, ia mengatakan menerima duit dari Nazar, yang tak lain suami Neneng, senilai US$ 50 ribu.

Menurut Saan, duit tersebut bakal digunakan untuk pencalonan dirinya sebagai anggota DPR. Namun, Saan tak menyinggung peran Anas. Ia lebih banyak bercerita tentang asal-muasal duit yang diberikan Nazar kepadanya. Dia mengaku belakangan mengembalikan duit Nazar itu.

TRI SUHARMAN

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: