Sumaryoto

Politikus PDIP yang namanya disebut sebagai anggota DPR tukang palak BUMN PT GARAM.

Disebut Sebagai BUMN yang ‘Dipalak’ DPR, Ini Tanggapan Bos PT Garam
Suhendra – detikfinance
Senin, 05/11/2012 17:00 WIB

Jakarta – PT Garam disebut-sebut sebagai salah satu BUMN yang ‘dipalak’ oleh oknum anggota DPR-RI. Namun bos BUMN garam tersebut membantah ada praktik pemalakan yang dilakukan oleh oknum DPR kepada perseroan.

“Semua itu ranahnya ke kantor Kementerian BUMN. Di kita tidak ada apa-apa, saya takut simpang siur, kebawa-bawa saya,” kata Direktur Utama PT Garam Slamet Untung Irredenta kepada detikFinance, Senin (5/11/2012)

Slamet mengaku selama ini tidak ada yang namanya praktik permintaan ‘upeti’ kepada PT Garam yang dilakukan oknum anggota DPR.

“Nggak ada, itu sudah ranah politik, saya hanya fokus kerja saja,” katanya.

Terkait dengan tugasnya memproduksi garam, hingga kini PT Garam sudah mencapai 85% dari target produksi garam tahun 2012 sebanyak 385.000 ton. “Target tahun ini Insya Allah bisa. Produksi normal sekarang, 4.000 ton per hari, sedang peak (puncaknya),” katanya,

Seperti diketahui nama PT Garam disebut-sebut salah satu BUMN yang ‘dipalak’ oleh oknum DPR bernama Idris Laena. Nama Idris muncul berdasarkan dari pengakuan anggota Badan Kehormatan DPR dari Fraksi PPP Usman Jafar. Usman mengatakan berdasarkan keterangan Dahlan, Idris memeras dua BUMN, yaitu PT PAL dan BUMN yang mengatur penjualan garam yaitu PT Garam.

“PT Merpati yang melakukan Sumaryoto, PT Garam dan PT PAL Idris Laena,” ujarnya.

Atas penyebutan dua nama itu BK akan melakukan pemanggilan kepada tiga dirut BUMN terkait untuk melakukan klarifikasi. “Nanti dipanggil setelah reses,” tutur Usman.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: