Hilmi Aminudin

Bos PKS

++++
sumber : http://osdir.com/ml/culture.religion.healer.mayapada/2006-10/msg00264.html
Hilmi Aminudin :
Dalam perkembangan pergerakan Islam di Indonesia, pada tahun 1984 muncul kubu Helmi Aminuddin bin Danu Muhammad Hasan. Helmi Aminuddin pernah menjadi Menlu NII komando Adah Djaelani. Pernah ditangkap oleh Kopkamtib pada tahun 1980 dan sempat ditahan pihak militer selama kurang lebih 3 tahun namun kemudian dilepaskan dari Rumah Tahanan Militer Cimanggis tanpa melalui persidangan pada tahun 1984. Selanjutnya Helmi Aminuddin menyatakan keluar dari struktur maupun ajaran NII komando Adah Djaelani, kemudian ditampung dan dipelihara oleh mantan tokoh Bakin (Soeripto). Soeripto menjadi sponsor sekaligus promotor dan bertindak sebagai pemberi tugas kepada Helmi Aminuddin antara lain untuk mengadopsi ajaran dan manhaj serta berhubungan langsung secara organisasional dengan gerakan Ikhwanul Muslimin faksi Qiyadah Syaikh Sa’id Hawwa di Timur Tengah sekitar tahun 1985. Maka pergilah Helmi Aminuddin ke Timur Tengah untuk mengadopsi gerakan Ikhwan tsb sekalipun alasan kepergiannya kesana Helmi mengatakan untuk menyelesaikan studinya yang belum rampung. Sepulangnya dari Timur Tengah Helmi Aminuddin mulai mengibarkanbendera gerakan IM-Ikhwanul Muslimin di Indonesia seraya melakukan klaim se bagai representasi gerakan Islam kaffah, universal dan menafikan seluruh gerakan Islam lain yg bersifat lokal di Indonesia. Pada tahun 1991 Helmi Aminuddin diangkat sebagai Mursyid atau elite komando organisasi gerakan Ikhwanul Muslimin untuk kawasan Asia Tenggara. Eksistensi gerakan ini cepat berkembang secara signifikan khususnya di kawasan Ibu kota DKI Jakarta. Tetapi awal awal tahun 1998 nama Helmi Aminuddin tiba-tiba raib dari blantika gerakan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin yang bermarkas di Yayasan Al-Hikmah di kawasan Jl.Bangka Jakarta Selatan, juga di Yayasan Iqra’ di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur sebagai basis sentral pemukiman elite mereka, serta Yayasan Nurul Fikri di kawasan Depok. Bahkan Helmi sempat diisukan dipecat atau dima’zulkan kehabitat lamanya (NII), ada juga isu yang menyebut Helmi telah bergabung ke kelompok Syi’ah. Akan tetapi pada kenyataanya Helmi Aminuddin bin Danu Muhammad Hasan sebenarnya tetap menjadi orang nomor satu dan terpent ing dalam kelompok gerakan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin ini, hanya mungkin di masa kini keberadaan namanya dirasa perlu untuk sementara waktu secara resmi ditarik dari peredaran gerakan Ikwan, bahkan nama Helmi Aminuddin tidak diakui keberadaanya oleh para elite dan komunitas PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang ada sekarang. Mungkin inilah cara mereka menyembunyikan struktur (Siriyyatu Tandzhim) pergerakan Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Kini Helmi Aminuddin mengkonsentrasikan diri secara khusus mengelola pesantren dan Islamic village di kawasan Cinangka Banten atas kucuran dana diantaranya sebagaian dari Bimantara, dari Timur Tengah serta dari Soeripto sebagai akses dana Orde Baru Cendana. Helmi Aminuddin memanage / mengendalikan gerakan Ikhwanul Muslimin Indonesia dari balik layar. Pada tahun 1998 berkat dibidani tangan dingin Soeripto mantan Bakin tsb gerakan Tarbiyyah Ikhwanul Muslimin Indonesia berhasil ikut partisipasi merayakan pesta demokrasi dengan m enjadi salah satu kontestan. Saat itu gerakan Tarbiyah Ikhwanul Muslimin Indonesia merubah manhajnya dan berubah bentuk menjadi Partai Keadilan (PK) dan kemudian bermetamorfosis lagi menjadi PKS (Partai Keadlian Sejahtera).

Meskipun terbentuknya PKS ini menuai pro dan kontra ditubuh gerakan Ikhwan, tetapi melalui Musyawarah Syuro mereka perubahan menjadi partai PK saat itu mendapat mayoritas suara, sehingga secara resmi gerakan Ikwan telah berubah menjadi partai (Partai Keadilan). Di tahun 1987 – 1988 aparat intelejen memang sedang getol menggarap dengan serius dengan memberi peluang bagi lahirnya dua kubu kekuatan dakwah yang mengatasnamakan Islam namun secara subtansi saling bertentangan, yang pertama adalah kekuatan dakwah Islam Ikhwanul Muslimin Mesir di bawah sponsor dan control tokoh Bakin Soeripto. Sedang yang kedua adalah kekuatan dakwah beraliran NII KW IX Abu Toto yang sesat dan bermisi merusak Islam umumnya dan khususnya melemahkan N II yang sebenarnya, yaitu yg menjadi musuh nomor wahid NKRI. PKS sebagai metamorfosis dari gerakan Ikhwanul Muslimin Indonesia secara resmi berdasarkan konstitusi Pancasila dan UUD ’45 walaupun asas partainya Islam. Dalam hal ini Soeripto tetap tidak bersedia menjawab soal hubungan dan kedekatannya dengan Danu Muhammad Hasan di awal Orde Baru maupun dengan sang putra Danu, yaitu Helmi Aminuddin yang disebutnya sebagai ustadz muda (mursyid Ikhwanul Muslimin Asia Tenggara) yang dimulai tahun 1984 selama beberapa tahun di rumah Mas Ton ( Hartono Mardjono) hingga akhirnya berubahn menjadi Partai Keadilan di tahun 1999 dan pada tahun 2003 menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Soeripta sebagai kader BAKIN oleh komunitas Ikhwanul Muslimin Indonesia sangat diyakini telah bersih / tobat dan berasil dibina dan dimanfaatkan oleh elite Ikhwan. Padahal siapa yang dimanfaatkan dan siapa yang memanfaatkan menjadi tidak jelas. Harap diingat bahwa dunia intelejen tidak mengenal apa yang diistilahkan dengan pension, demikian halnya Soeripto, masih belum terbukti pemihakannya terhadap Islam sebagai sebuah kontra RI. Berita diatas pernah diklarifikasi oleh para tokoh dan pengurus PKS secara apologi diplomatis yg dialamatkan ke Majalah Dewan Rakyat melalui Majalah SAKSI. Padahal akurasi data dan informasi tentang berita diatas sebenarnya bias dikonfirmasikan kepada sekitar 15 tokoh yg salah satu diantaranya sudah almarhum, yaitu Bung Hartono Mardjono. Tulisan diatas bukan sebagai fitnah, tetapi sebagai bahan renungan dan penyelidikan bagi setiap muslim dan muslimah yg dengan ikhlas berjuang dalam Islam akan tetapi masih buta hebatnya serta rumitnya dunia intelejen musuh. Saya yakin para ikhwan di PKS banyak yg ikhlash berjuang, tapi keikhlasan tsb sangat disayangkan kalau dimanfaatkan atau dibiaskan musuh. Beberapa ikhwan di PKS pernah bilang kalau sampai tingkat DPC keberadaan ikhwan diragukan, dalam arti sudah banyak intel disana. N amun yang harus diwaspadai bahwa intel itu justeru menyusup lewat atas, langsung menempel kalangan elite atau atasan sehingga bias mempengaruhi kebijakan-kebijakan / langkah-langkah perjuangan. Sebagai contoh dikalangan ikhwan PKS sudah sangat kental dikenal dan difahami kalau dalam dunia politik sekarang adalah kondisi yg pada jaman Rosulullah tidak dialami, sehingga dengan bermetamorfosisnya Tarbiyah IM menjadi Parpol adalah suatu ijtihad yg tidak melanggar syar’I dan meminimalisir pertumpahan darah. Tapi bisa jadi itulah salah satu pengaruh kebijakan intel untuk menumpulkan ghiroh dan membelokkan cita-cita perjuangan Islam secara perlahan. Tapi jangan salah menilai bahwa perjuangan Islam itu harus radikal dan membabi buta, itu salah !!! akan tetapi belajarlah dan pelajarilah sejarah .

Wallohi a’lam bi shawab

Senin, 04/04/2011 12:58 WIB Vila Mewah Hilmi Aminudin(1) Misteriusnya Hilmi Aminudin M. Rizal – detikNews Vila Hilmi Aminudin(Dikhy S/detikcom) Jakarta – Hilmi Aminudin hingga kini masih menjadi sosok yang misterius. Ia dikenal sebagai Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tapi, siapa Hilmi? Apa latar belakangnya sehingga bisa memimpin PKS? Tidak banyak orang yang mengetahuinya. Beda dengan petinggi parpol lain yang biodatanya mudah dicari, biodata Hilmi pun sulit ditemukan. Kepimimpinan Hilmi tidak bisa dipungkiri menjadikan PKS sebagai partai yang sukses. Partai ini berhasil mendudukkan kadernya di DPR, memiliki sejumlah menteri dan sejumlah pejabat daerah. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari strategi Hilmi yang menjadi pemimpin tertinggi partai. Hilmi menjadikan PKS sebagai partai yang moderat dan terbuka. Namun seperti pepatah, semakin tinggi pohon, semakin kencang angin berhembus. Mungkin demikian yang berlaku bagi PKS. Setelah kisah sukses mendudukkan kadernya di DPR dan pemerintahan, PKS pun diterjang isu tidak sedap. Dan isu itu dihembuskan justru oleh pendiri partai itu sendiri, Yusuf Supendi. Hilmi cs dituding telah menggelapkan uang partai. Yusuf tidak main-main dengan tudingannya. Ia telah melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia melaporkan Sekjen PKS Anis Mata atas penggelapan dana Rp 10 miliar dari total Rp 40 miliar sumbangan Adang Daradjatun dalam Pemilukada 2007. Dia juga melaporkan Luthfi Hasan atas pengelolaan dana Rp 34 miliar dari Jusuf Kalla (JK) pada Pemilu Presiden 2004. Saat itu, Luthfi adalah bendahara PKS. Dan tentu saja Yusuf juga membidik Hilmi, yang tidak lain adalah pimpinan puncak partai. Sebagai Ketua Majelis Syuro, Hilmi dianggap paling bertanggungjawab atas terjadinya skandal penggelapan dana partai. “Saya punya bukti dan puluhan saksi atas kasus penggelapan dana ini,” tegas Yusuf. Yusuf menyebut Hilmi menjadi kaya raya secara drastis. Hilmi pulang setelah lulus kuliah di Arab Saudi hanya mengontrak rumah di Tanah Abang dan memiliki motor. Lalu pada tahun 1990-an, ia pindah ke Cipinang. Tahun 1995, Hilmi baru membangun rumah di Cipinang. Dalam ingatan Yusuf, tahun 2003 hingga 2004, Hilmi dan keluarga belum hidup berkecukupan. Sang istri masih berjualan jilbab dan baju muslim di Kalimalang. Mulai tahun 2004-an, kekayaan Hilmi meningkat pesat. Setelah memiliki vila di Anyer, Hilmi kemudian membangun vila mewah di Lembang, Bandung.Vila di Bandung inilah yang belakangan menjadi gunjingan. Lahan vila seluas 5 hektar tersebut dibeli setelah Pemilu 2004 dan mulai dibangun pada 2009. Dibandingkan rumah atau vila di sekitarnya, vila Hilmi yang terdiri dari 8 bangunan ini terlihat paling mewah. Darimana kekayaan itu diperoleh Hilmi hingga kini masih misterius. Karena sebagai pemimpin partai, Hilmi menolak digaji. Sementara pekerjaan atau pun bisnis Hilmi tidak ada yang diketahui merupakan binsis yang besar. Yusuf pun sejak tahun 2005 meminta dilakukan audit investigasi keuangan partai. “Makanya saya bilang, kaya drastis,” kata Yusuf. Yusuf menuding Hilmi telah menggelapkan dana miliaran rupiah dari capres pada Pemilu 2004 maupun Pemilu 2009.Terhadap tudingan Yusuf, Hilmi telah membantahnya. Ketua Majelis Syuro itu menyebut Yusuf sakit hati karena dipecat dari partai. “Itu finah,” kata Hilmi. Selain isu kekayaan, Hilmi juga diisukan merupakan binaan, bahkan ada juga yang menuding merupakan anggota intelijen. Isu ini terkait orangtua Hilmi, Danu Muhamad Hasan, yang merupakan tokoh gerakan DI/NII yang menjadi binaan intelijen. Hingga kini isu tersebut belum ditanggapi Hilmi. Banyak wartawan yang mengejar Hilmi, namun petinggi PKS ini susah ditemui. Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq mengungkapkan selama ini Hilmi memang bukan orang yang gampang ditemui. “Jangankan wartawan, kader dan pimpinan PKS juga susah ketemunya,” kata Mahfudz. Susahnya menemui dan meminta pernyataan Hilmi semakin menjadikan Ketua Majelis Syuro PKS ini sosok yang misterius. (iy/diks)

 

++++

Jumat, 10/05/2013 09:53 WIB

Sibuk, Hilmi Aminuddin Tak Penuhi Panggilan KPK

Fajar Pratama – detikNews

Jakarta – Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminduddin tidak bisa memenuhi panggilan KPK sebagai saksi untuk eks presiden PKS Luthfi Hasan terkait kasus impor daging. Hilmi sudah memiliki acara lain.

“Saya ke sini untuk membawa surat, Pak Hilmi tidak bisa hadir hari ini,” ujar Zainuddin Paru, kuasa hukum Hilmi di kantor KPK Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (10//5/2013).

Zainuddin mengatakan Hilmi sudah memiliki agenda acara lain, sebelum surat panggilan KPK tiba. Namun dia tidak menjelaskan secara rinci apa acara Hilmi tersebut.

“Pak Hilmi sudah ada acara, sebelum surat panggilan KPK tiba,” kata Zainuddin.

Hari ini, Zainuddin juga hendak berkoordinasi dengan penyidik mengenai panggilan lanjutan. Dia menyebut Hilmi akan memenuhi panggilan selanjutnya.

“Justru saya datang hari ini dengan maksud ketidakhadirn ini dan kitra minta dijadwalkan ulang pada waktu apakah Selasa atau Rabu besok,” kata Zainuddin.

(fjp/ndr)

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: