Mukhammad Misbakhun

Anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera ; Anggota Pansus Century
– Bos PT Agar Sehat Makmur Lestari
– Miskabakhun memiliki Letter of Credits yang dikeluarkan oleh Bank Century
++++
Misbakhun Usul Andi Arief Dipecat Saja
Sabtu, 27 Februari 2010 | 21:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Perseteruan antara politisi dari Partai Keadilan Sejahtera Misbakhun yang juga anggota tim 9 dengan staf khusus Presiden Andi Arief, makin memanas. Misbakhun menyarankan agar Presiden sebaiknya memecat Andi. Sebab, staf khusus Presiden bidang penanggulangan bencana ini tidak bicara pada porsinya.

“Orang seperti ini layak dipecat,” kata Misbakhun saat dihubungi Tempo. Misbakhun mengatakan pemecatan ini dilakukan karena staf khusus presiden ini tidak berbicara pada porsinya. Yakni mengungkap bukti Letter Of Credit milik Misbakhun yang diduga fiktif di Bank Century yang kini bermutasi menjadi Bank Mutiara senilai 22,5 Juta Dolar USA, padahal Andi adalah staf presiden yang khusus menangani bencana, bukan kasus yang menimpa dirinya.

Selanjutnya, Misbakhun kembali berseloroh,” Mungkin Andi Arief ini melihat kasus ini berpotensi menjadi bencana di negeri ini.” Mungkin, Misbakhun menambahkan, para staf presiden saat ini sedang mengumpulkan poin, “Mereka ini penjilat-penjilat,” katanya. Misbakhun bahkan menggambarkan bahwa dalam film-film kerajaan jaman dulu, Raja hancur karena kekuatan-kekuatan seperti ini.

Saat ini, Misbakhun mengaku sedang berkonsultasi dengan pengacaranya untuk memperkarakan Andi Arief di pengadilan dengan materi pencemaran nama baik. Soal kapan dia akan melayangkan gugatan, Misbakhun menjawab,” belum, dalam seminggu ini belum siap, masih sedang dibicarakan dengan pengacara saya” katanya.

Di kesempatan yang sama, Misbakhun juga meyakinkan jika kasusnya tidak akan menghambat PKS untuk menuntaskan kasus Century. Kasusnya ini, katanya, tidak akan pernah mempengaruhi keputusan partai. “Tidak ada, tidak akan mempengaruhi,” katanya.

Misbakhun juga berkukuh, L/C yang dimilikinya itu tidak fiktif. “Tanyakan saja pada Bank Mutiara,” katanya. Untuk selanjutnya, Misbakhun berencana akan buka suara dalam waktu dekat pada media.

Sore tadi, Andi Arief menuding adanya keterlibatan salah satu inisiator hak angket Bank Century dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Mukhamad Misbakhun dalam kasus Bank Century. Alasannya, Miskabakhun memiliki Letter of Credits yang dikeluarkan oleh Bank Century atas perusahaan yang bergerak pada eksport impor gandum Silalang Prima Internusa. “Kami menemukan bukti yang sangat kuat salah seorang inisiator ini melakukan perampokan seperti edi tansil,” kata Andi dalam jumpa pers di Kompleks Kantor Watimpres, Sabtu (27/2). “Kita punya dokumen yang lengkap, tadi juga disampaikan pada Amien Rais, Buya Syafii Maarif, Akbar Tandjung dan Priyo Budi Santoso.”

Dia mengungkapkan, sejumlah bukti misalnya, bukti LC nya, bukti surat gadai deposito, bukti akta komisaris dari notaris dan bukti kepemilikan sahamnya. “99 persen saham silalang (ekspor impor) itu milik saudara misbakun. Pokoknya ini adalah salah satu inisiator. Kita tidak menyebut partainya, tapi rakyat sudah dibohongi,” katanya. “Bahwa ada kepentingan besar dibalik salah satu inisator.” Bahkan dalam perhitungannya, rakyat telah dirugikan US $ 22 juta. Dia juga mengatakan ada sejumlah perusahaan lain namun dia enggan menjelaskan.

Menurut dia, tidak lazim dan tidak layak seorang inisiator terkait conflik of interest terhadap pansus ini. Andi mengungkapkan kasus ini sudah dilaporkan kepada kepolisian, dan satuan tugas mafia hukum. “Kita tidak main kekuasaan jelas, presiden tidak akan main tangkap. Kita ingin lembaga hukum yang bergerak.,” katanya. Bahkan menuut dia, kepolisian akan segera mengangkat enam kasus LC bodong. “Ada empat LC keluarga tantular yang akan terangkat, dan enam LC bodong yang lain itu terjadi di BI,” katanya. Namun, dia menegaskan pengungkapan kejahatan ini bukan dalam upaya tawar menawar.

++++

Syahganda Bantah Kelola @Triomacan2000

Tribunnews.com – Minggu, 23 September 2012 05:24 WIB
Share this
Share
Text +
Syahganda Bantah Kelola @Triomacan2000
TRIBUNNEWS.COM/Rahmad Hidayat
Direktur Sabang-Merauke Circle, Syahganda Nainggolan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, membantah terlibat langsung atau tidak, mengelola akun twitter anonim @Triomacan2000 seperti dugaan kalangan tertentu.

Menurut Syahganda di Jakarta, Minggu (23/9/2012), dirinya bukan tipikal orang yang biasa menggunakan twitter untuk pendapat, analisa, dan komentar. Apalagi menggunakan nama atau dengan menyembunyikan identitas asli.

Untuk mengungkapkan pendapat publik, ia kerap mewakili institusi SMC atau mengatasnamakan lembaga resmi lainnya, yang sejauh ini dikomunikasikan dalam ruang terbuka dan melalui penyampaikan di media massa umum.

“Saya selalu membuka diri ke tengah khalayak, apakah itu sebuah kritik, penilaian, dan sebagainya,” jelas anggota dewan pengarah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Pusat ini.

Ia heran tuduhan terhadap dirinya tanpa dasar itu berkembang di berbagai akun twitter, tanpa mempertimbangkan latarbelakang obyektivitas serta pendekatan moral dari para penyebarnya.

Selain tak pantas, penyebutan asal-asalan itu bertolak belakang dengan karakternya selama ini.

Ia menegaskan menolak dikaitKan dengan keberadaan akun @Triomacan2000 tersebut. Pasalnya hal itu memang ibarat jauh panggang dari api yang sama sekali tak pernah terhubung dalam ikatan kerjasama, termasuk membuat pengelompokan dengan akun tersebut.

“Tuduhan yang meletakkan saya dalam barisan akun anonim itu merupakan isapan jempol belaka, dan seandainya masih ada pihak yang terus mengaitkan, berarti mereka sedang mengigau di siang bolong,” terang kandidat doktor ilmu kesejahteraan sosial Universitas Indonesia itu.

Ia menambahkan, lantaran tak begitu aktif dalam komunikasi antar pengguna twitter, maka akun pribadinya yaitu @syahganda telah lama nonaktif, selain akibat tidak terlalu hobi bertwitter di dunia maya.

SELASA, 11 DESEMBER 2012 | 06:27 WIB
Perang Cuit @Misbakhun vs @Benhan
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO , Jakarta:Mantan anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhhammad Misbakhun, melaporkan pemilik akun twitter@benhan, Benny Handoko ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kuasa Hukum Misbakhun, Dewi Sartika, mengatakan Benny dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah melalui akun twitter @benhan.

“Kejadiannya Sabtu 8 Desember kemarin,” kata Dewi ketika dihubungi pada Senin, 10 Desember 2012. “Benny melalui akun twitternya menyerang klien saya (Misbakhun).”

Lantas seperti apakah perang kicauan (twittwar) antara keduanya? Berikut perang kicauan antara mereka berdua. “@benhan Misbakhun: perampok bank Century, pembuat akun anonim penyebar fitnah, penyokong PKS, mantan pegawai Pajak di era paling korup.”

“@benhan Kok bikin lawakan ga bisa lebih lucu lagi… Misbakhun kan termasuk yang ikut “ngerampok” Bank Century… Aya-aya wae…”

Menurut Dewi kemudian seseorang memberitahu kliennya bahwa ada akun bernama @benhan yang menyebut nama Misbakhun. Barulah Misbkahun merespon melalui twitternya.

“@misbakhun Apakah bisa dijelaskan oleh @benhan ttg isi tweet yg dimaksud? Saya ingin tahu apa isi penjelasan Anda?”

“@misbakhun Saya tdk pernah ada LC Fiktif. Data dari mana? Saya menunggu penjelasan Anda soal isi tweet tersebut. Saya tunggu segera. @benhan”

Perang kicau tersebut semakin memanas ketika @benhan menuduh hakim yang membebaskan Misbakhun menerima suap. “@benhan: @misbakhun 1. perampok bank century: vonis bersalah pidana di 3 pengadilan sebelum PK dikabulkan. Skrg keputusan PK MA diragukan sarat suap.”

Misbakhun pertama kali dijerat kasus pemalsuan dokumen letter of credit (L/C) PT Selalang Prima International (SPI) senilai USD 22, 5 juta di Bank Century. Di perusahaan itu Misbakhun sebagai komisaris, sedangkan posisi direktur utamanya ditempati Frangky Ongkowidjojo. Pada pengadilan tingkat pertama, Misbakhun dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman selama satu tahun. Tak puas dengan vonis dari majelis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu, Misbakhun banding. Namun Pengadilan Tinggi DKI justru memperberat hukuman menjadi dua tahun penjara.

Setelah upaya banding ditolak, Misbakhun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Namun majelis kasasi justru menguatkan putusan PT DKI. Hingga akhirnya Misbakhun mengajukan upaya PK dan dikabulkan MA.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: