Setya Novanto

Pengusaha , Pengusaha “Calo Saham & Tukang Catut Presiden” , Politikus Golkar, “Money Man” atau bohir dari Partai Golkar. diduga terlibat kasus cessie Bank Bali dan kasus kasus penyuapan lain..
Ketua Fraksi Partai Golkar (2009-2014)

Ketua Partai Golkar  (2016- 20..)

+++

Daftar kasus yang melibatkan Setya Novanto

Dua Windu Penuh Skandal

Nama Setya Novanto disebut di banyak kasus dugaan pidana maupun etik yang mencuat selama 16 tahun terakhir.

Cessie Bank Bali (1999)
Nama Setya Novanto pertama kali muncul dalam kasus pencairan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 904 miliar terhadap BDNI yang direstrukturisasi BPPN. Kala itu Setya menjabat Direktur Utama PT Era Giat Prima, perusahaan perantara yang dimiliki bersama Joko Soegiarto Tjandra dan Cahyadi Kumala.

Limbah Pupuk (2004)
Setya disebut-sebut punya andil dalam dugaan penyelundupan limbah beracun (B3) berkedok impor pupuk oleh perusahaan yang didirikannya, PT Asia Pacific Eco Lestari, di Pulau Galang, Batam. “Saya tidak tahu-menahu soal impor itu,” kata Setya.

Proyek PON Riau (2012)
KPK pernah menggeledah ruang kerja Setya dan memeriksanya soal pertemuan dengan Rusli Zainal, Gubernur Riau yang menjadi terpidana dalam kasus ini. “Saya tak tahu masalah PON, apalagi membicarakannya,” kata Setya.

Proyek E-KTP (2013)
Mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin menuding Setya sebagai pengendali proyek e-KTP yang kini diusut oleh KPK. “Saya enggak ikut-ikutan,” kata Setya kepada Tempo, April 2013.

Kampanye Trump (2015)
Setya menghadiri jumpa publik bakal calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, pada 3 September 2015. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menjatuhkan sanksi ringan terhadap dia.

Papa Minta Saham (2015)
Kejaksaan Agung menyelidiki kasus ini dalam dugaan pemufakatan jahat. Setya pun mengundurkan diri sebagai Ketua DPR. AGOENG WIJAYA | DANNI (PDAT)

 

+++++

Bio

Siapa Setya Novanto? Berikut profil Setya dikutip dari Litbang Kompas.

Tempat, tanggal lahir:  Bandung, Jawa Barat, 12 November 1955

Agama                      :  Islam

Pendidikan:

– SD Negeri 6, Jakarta (1967)

– SMP Negeri 73, Jakarta (1970)

– SMA Negeri IX, Jakarta (1973)

– Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mandala, Surabaya

– Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti (Usakti), Jakarta (1983)

Perjalanan Karier:

– Pendiri CV Mandar Teguh

– Sales PT Sinar Mas Galaxi

– Kepala Penjualan Mobil Wilayah Indonesia Timur

Bendahara Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Setya Novanto tiba di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2014). Setya Novanto diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar terkait kasus dugaan suap di lingkungan MK. Penyidik KPK diduga juga bakal menanyai Setya soal Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim). Senin (6/1/2014) kemarin, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Andry Dewanto Ahmad mengaku ditanya penyidik soal Pilgub Jatim. TRIBUNNEWS/HERUDIN © Tribunnews/HERUDIN Bendahara Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Setya Novanto tiba di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2014). Setya Novanto diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk…

– Pendiri Pompa Bensin

– Pendiri PT Obor Swastika (Peternakan)

– Direktur Utama PT Era Giat Prima

– Pedagang Beras (1974-1974)

– Direktur PT Dwisetya Indolestari Batam (1987)

– Komisaris Utama PT Nagoya Plaza Hotel Batam (1987)

– Pemilik Tee Box Cafe & Resto Jakarta (1987)

– Komisaris Utama PT Bukit Ganit Mining Mandiri (1990)

– Direktur Umum PT Citra Permatasakti Persada (1991)

– Komisaris PT Multi Dwimakmur (1991)

– Komisaris PT Multi Dwisentosa (1991)

– Komisaris PT Bina Bayangkara (1991)

– Komisaris PT Solusindo Mitrasejati (1992)

– Komisaris Utama PT Orienta Sari Mahkota (1992)

– Managing Director PT Dwimarunda Makmur (1992)

– Direktur PT Menara Wenang Jakarta (1992-2004)

– Chairman Nova Group (1998)

– President Director PT Mulia Intanlestari (1999)

Legislatif:

– Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Golkar (1999)

– Anggota DPR dari Partai Golkar (2004-2009)

– Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar

– Anggota DPR dari Partai Golkar (2009-2014)

– Ketua DPR dari Partai Golkar (2014-2019)

Kegiatan lain:

– Ketua Umum Yayasan Bina Generasi Bangsa

– Ketua Umum DPP Badan Musyawarah Pengusaha Swasta (Bamusha) Kosgoro

– Wakil Ketua Yayasan Ki Hajar Dewantara

– Pembina Golf Putra Putri ABRI

– Wakil Ketua KONI

– Bendahara Badan Pengendali Pemenangan Pemilu DPP Golkar

– Sekretaris Koordinator Bidang Pendidikan DPP Partai Golkar

– Ketua DPP GM Kosgoro (1990-1994)

– Tim Pokja Pertanggungjawaban DPP Golkar (1993-1998)

– Bendahara Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (1994-1998)

– Wakil Sekjen Forum Pertemuan Asosiasi Pengusaha (1994-1998)

– Anggota Young President Organization (YPO) (1994)

– Anggota Pembina Lapangan Golf di Pulau Batam (1994-1997)

– Ketua Umum Bamuhas Kosgoro (1995-1996)

– Anggota Pembinaan Olahraga Generasi Muda Kosgoro (1995-1996)

– Bendahara Lemkasi (1995-1997)

– Bendahara KONI Pusat (1995-1999)

– Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Trisakti (1996-2000)

– Bendahara Umum SEA Games XXVI (1996)

– Wakil Bendahara PON XIV (1996)

– Bendahara Umum Proyek SEA Games XIV (1997)

– Bendahara Umum Olympic Games XXVI (1998)

– Wakil Bendahara DPP Partai Golkar (1998-2004)

– Tim 13 Munaslub DPP Golkar (1998)

– Wakil Bendahara Partai Golkar (1998-2003)

– Bendahara KONI Pusat (1999-2003)

– Bendahara Tim Olympiade, Atlanta, AS (1999)

– Bendahara Bappilu DPP Partai Golkar (1999)

– Bendahara Umum PPK Kosgoro 1957 (2001)

Publikasi:

– Buku: Manajemen Presiden Soeharto: Penuturan 17 Menteri. Penyusun, bersama Tanri Abeng. Penerbit: Yayasan Bina Generasi Bangsa, Jakarta (1996)

Penghargaan:

– Indonesian Culture Award on ASEAN Program (1993)

– Indonesian Best Dressed Award (1993)

– Asean Entreprenuer Award (1993)

– Indonesian Culture Award on ASEAN Program (1994)

– Indonesian Year Books (1998)

Keluarga:

 

– Luciana Lily Herliyanti (istri)

1. Reza Herwindo (anak)

2. Dwina Michaela (anak)

3. Gavriel Putranto (anak)

(pos kupang/kompas.com)

foto2 urusan keluarga Novanto  dari Kaskus :http://kaskus-phreak-zone.appspot.com/www.kaskus.co.id/thread/545def3812e2573e618b457e/data-lengkap-mengenal-setya-novanto–bos-barunya-panasbung/1


(kiri-kanan) Setya Novanto, Luciana Lily Herlianti (mantan/istri pertama) Reza, Elaine Salim dan ortunya Widono Salim dari Djarum Kudus 

 

++++

Michaela Novanto

pesbuknya : https://www.facebook.com/dwina.michaella
Setya Novanto dan Deisti Astriani Tagor: Rutin Berdiskusi di Kamar Mandi

Fastnews, Jakarta (4/11)- Ada hal yang unik dari kehidupan rumah tangga Setya Novanto dan Deisti Astriani Tagor. Ternyata pasangan ini yang menempati rumah mewah mereka di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, memilih kamar mandi sebagai ruang diskusi hal-hal penting dalam kehidupan mereka. ”Bapak udah pasti ya sibuk di kantor, jadi saya bertanggung jawab untuk urusan rumah, anak sekolah, ngambilin rapor atau ke dokter. Jadi misalnya ada yang harus didiskusikan gitu, karena Bapak ini kayak dokter jadi jam 8 itu udah banyak yang antri kan apalagi sekarang. Sekarang dari jam 7, belum siap aja udah ada yang datang ke rumah. Jadi saya kalo pagi itu kalo ngobrol ama Bapak itu di kamar mandi. Jadi ngintilin Bapak itu saya ke kamar mandi kalo tau dia udah bangun masuk kamar mandi. Nah, pasti saya duduk tuh di kamar mandi. Karena kalo begitu udah keluar ada telepon lah. Telepon itu 24 jam nggak pernah berhenti kan, jadi selalu nyala. Jadi kita ngomong juga Bapak udah nggak konsen kan, jadi saya 569431_20151119072024pasti di kamar mandi itu nunggunya,” jelas Deisti.
Ditambahkan Deisti, waktu Setya yang sempit menjadikan kamar mandi sebagai tempat terbaik melakukan diskusi. “Hampir setiap hari kita ngobrol di kamar mandi, kita obrolin dari isu politik terus masalah anak, masalah macem-macem lah. Biasanya ngobrol di kamar mandi tuh 40 menit lah,” pungkas Deisti. S.Karvin
– See more at: http://fastnewsindonesia.com/article….3nlREEMU.dpuf

 

+++

Daftar bisnis dari Kaskus

BISNIS DAN USAHA

Selain sebagai anggota DPR RI, Setya Novanto juga di kenal sebagai pengusaha. Setya Novanto telah menggeluti dunia usaha jauh sebelum menjadi Anggota DPR RI. Beberapa perusahaan Setya Novanto
yang tergabung didalam NOVA GROUP, Berkantor di Menara Imperium Lantai 27 Kuningan Jakarta
dan bergerak dibidang:

* Industrial Estate
* Hotel Cafe Restauran & Golf Course
* Trading
* Export Import
* Investment

I. BINTAN INDUSTRIAL ESTATE

Komisaris, PT. Multi Dwi Makmur – P.Bintan
Perencanaan dan kerjasama terpadu internasional , dalam rangka pembangunan Kawasan Industri di Pulau Bintan. (Bintan Euro Asia Developments Plan).

II. QUARRY GRANITE PRODUCT

Komisaris, PT. Bukit Granit Mining Mandiri.
Pertambangan Granite dan produksi quarry granit terbesar di Pulau Karimun, Kepulauan Riau, untuk kebutuhan pembangunan kota Singapura. Bekerjasama dengan berbagai kalangan pengusaha dan profesional dari Singapore dan Korea, serta mendapat bantuan investasi kerjasama dari United Overseas Bank Singapore dan RDC Singapore hingga 1996, dan selanjutnya telah mampu diusahakan oleh profesional dan pengusaha nasional.

III. TALVAS GOLF DAN RESORT
Komisaris, PT. Dwisetia Indolestari Batam (Talvas Golf And Resort)
Pembangunan lapangan Golf 36 Hole “Terbesar di Asia Tenggara” dan Resort Hotel di sekupang, Pulau Batam, bekerjasama dengan berbagai pengusaha Singapura dan Komatsubara Jepang serta Otorita Batam, yang saat ini bernama Palm Spring.

IV. NAGOYA PLAZA HOTEL – BATAM
PT. Nagoya Plaza Hotel – Batam.
Komisaris Utama.
Dalam rangka mengembangkan industri pariwisata di P. Batam, serta menggalang kerjasama antara berbagai kalangan pengusaha daerah dan Singapura.

V. REKLAMASI PANTAI MARUNDA
Director, PT. Dwimarunda Makmur
Perencanaan dan Pengembangan Kawasan Industri Terpadu (Kawasan Berikat Nasional), dengan perluasan wilayah daratan untuk menampung jalur keluar masuknya produk barang industri di kawasan marunda.

VI. PT OBOR SWASTIKA
1.Pemasok bahan baku Tekstil untuk PN. Industri Sandang – Jakarta.
2.Pemasok bahan baku utama (Import) untuk Pabrik Kertas Padalarang.

VII. BUSINESS ENTERTAINMENT
Komisaris, PT. Bogamakmur Artha Wijaya
Public Service Entertainment yang didesign sebagai sarana pendukung pariwisata di kawasan elit jakarta selatan dan tempat persinggahan para expat yang tinggal di jakarta dalam melakukan kegiatan bisnis.

VIII. PT BOGA MAKMUR SEJAHTERA

A. The TeeBox Cafe & Restaurant.

Restauran Internasional yang berlokasi di Jalan Wijaya II No. 123 yang menawarkan menu prasmanan dan ala carte.

The TeeBox Cafe & Restaurant. menawarkan Fasilitas berikut:
1. Cafe dengan live entertainment dan DJ.
2. Homemade Pastry
3. Cookies
4. Business Centre
5. The Wine Lounge
6. Exlusive Meeting Rooms (Albatros, Eagle, Birdie)
7. The Balcony
8. Outdor Terrace
9. Melayani Banquet outside catering mulai dengan 100 orang

B. Trës Bon Homemade Pastries, Cookies & Ice Cream

Cafe yang menyajikan fresh brewed coffe, selection homemade pastries, seperti noughat sultan cake, black forrest, tiramisu, cheese cake, opera.

Memproduksi first class cookies pilihan dan homemade ice cream.
Melayani special hampers untuk hari raya keagamaan seperti idul fitri, Hari Natal, Tahun Baru, Imlek dsb.

C. Qbox Cafe Singapore Hawker Food

Menyajikan menu makanan khas singapore Hawker seperti authentic hinance chiecken rice, singapore laksa dan keragaman dissert pilihan.

X. SALON KECANTIKAN & SPA

Salon Kecantikan & Spa yang melayani perawatan tubuh dan wajah,kesehatan dengan oxygen therapi, acupunture, reflexiologi dan konsultasi kesehatan.

Beralamat di Jalan Panglima Polim XIV No 108, Jakarta 12160

X. TEE BEE AROMATHERAPY
Memproduksi & menjual berbagai produk aromatherapy

* ESSENTIAL OIL (green tea & lavender)
* MASSAGE OIL (green tea & lavender)
* SALT (green tea & lavender)

XI. CREATIF PHOTOGRAPHY

Bergerak di bidang Foto Studio, Digital Lab & Disain Grafis.
Creatif Photography beralamat di :
Komplex Rukan Intercon
Jln. Meruya Ilir Raya Blok AI/20, Jakarta Barat

XII. BAKWAN TEE BOX

Menyajikan pilihan bakwan asli malang yang disukai seluruh lapisan keluarga di sertai dengan aneka jus segar. BAKWAN TEE BOX berada di Jalan Wijaya II No. 123, Jakarta Selatan.

++++++++++++

Daftar Kasus Setya Novanto dari Koran Tempo 18 November 2015

POLITIKUS BERGELIMANG KASUS 

Menjadi calo perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia di Papua sejatinya bukan satu-satunya pelanggaran Setya Novanto. Politikus Golkar ini baru saja diberi sanksi ringan akibat mendukung kampanye kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump. 

1999 

PENGALIHAN HAK TAGIH BANK BALI 

PT Era Giat Prima, perusahaan milik Setya bersama Djoko Tjandra dan Cahyadi Kumala, mendapat mandat menagih utang Bank Bali kepada Bank Dagang Nasional Indonesia. Imbalannya Rp 500 miliar. Pembayaran ini merugikan negara, tapi pengusutannya dihentikan pada 2003. 

2003 

PENYELUNDUPAN BERAS 

Setya diperiksa Kejaksaan Agung pada 27 Juli 2006 karena memindahkan 60 ribu ton beras ke gudang non-pabean yang belum membayar bea masuk sebesar Rp 122,5 miliar. 

2006 

PENYELUNDUPAN LIMBAH 

Perusahaan Setya, PT Asia Pasific Eco Lestari, mengimpor limbah beracun lewat Pulau Galang di Batam dari Singapura. 

2012 

PROYEK PON 2012 

Ia bersaksi untuk tersangka Gubernur Riau Rusli Zainal karena membahas anggaran yang diduga dikorupsi. 

2013 

E-KTP 

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menuding Setya membagikan fee proyek Kementerian Dalam Negeri ke sejumlah legislator. 

2015 

PENGGELEDAHAN PT VICTORIA SECURITIES INDONESIA 

Ia diduga mengintervensi Jaksa Agung Prasetyo yang menggeledah kantor Victoria Securities International Corporation karena dugaan pelanggaran pembelian aset PT Adyaesta Ciptatama kepada Bank BTN. HUSSEIN ABRI | FRISKI RIANA | DIOLAH PDAT

+++++++++++++++++++++++
Senin, 15/02/2010 17:31 WIB
Diduga Ngemplang Pajak, Ketua FPG Setya Novanto Dilaporkan ke Mabes Polri
Christiastuti Adiputri – detikNews

Jakarta – Ketua FPG Setya Novanto dilaporkan ke Mabes Polri. Setya dituding oleh Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) terlibat dalam tindak pidana menerima dan menjual beras impor selundupan dan mengemplang pajak senilai Rp 122 miliar.

“Kami melaporkan saudara Setya Novanto dan Gordianus Setyo Lelono karena melakukan tindak pidana,” ujar kuasa hukum INKUD, Handika Honggowongso, usai melapor di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (15/2/2010).

Setya Novanto sebagai Komisaris Utama PT Hexatama Finindo dilaporkan bersama dengan Gordianus Setyo Lelono yang merupakan Direktur Utama-nya.

“Kemudian karena ada kerugian dari pihak INKUD maka kami juga mengadukan yang bersangkutan atas tindak pidana penggelapan dan penipuan,” jelas Handika.

Handika menerangkan, hasil penjualan beras selundupan tersebut ditampung di rekening PT Hexatama Finindo di Bank Mandiri dengan total jumlahnya US$ 12 juta.

Sementara, lanjut Handika, untuk pajak dan bea masuk serta denda yang belum dibayarkan sebanyak kurang lebih Rp 122 miliar.

Terkait kasus ini, pihak INKUD meminta agar Idrus Marham diperiksa sebagai saksi. Idrus dianggap mengetahui proses penjualan beras selundupan tersebut sejak awal sampai akhir.

“Yang bersangkutan tahu kemana hasil penjualan beras tersebut,” terangnya. (nvc/gus)

++++++++

SENIN, 13 JANUARI 2014 | 16:46 WIB
BBM Akil Sebut Setya Punya Urusan Bisnis di Jatim

Bendahara Partai Golkar Setya Novanto. ANTARA/Wahyu Putro A

Berita Terkait
Golkar Persilakan KPK Usut Idrus dan Setya Novanto
Chairun Nisa Akui Bantu Hambit Bintih
Kata Gubernur Karwo soal Isu Suap di Pilkada Jatim
Isi BBM Akil Soal Duit Rp 10 M di Pilkada Jatim
Kasus Akil, KPK Periksa Politikus PKS
Grafis Terkait

Silsilah Dinasti Banten
Foto Terkait

Kasus Akil, Sekjen DPR Winantuningtyastiti Diperiksa KPK
Topik
#Suap Ketua MK Akil Mochtar
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Bendahara Umum Partai Golongan Karya Setya Novanto disebut punya kepentingan bisnis di Jawa Timur. Ini yang diduga menjadi alasan kesediaan dia menanggung biaya suap untuk Akil Mochtar.

Uang diberikan agar Akil yang waktu itu menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi mengatur sengketa pemilihan kepala daerah Jawa Timur. Namun uang tersebut tak langsung disampaikan ke Akil. Ketua Partai Golkar Jawa Timur Zainudin Amali yang disebut sebagai perantara.

Hal ini tergambar dari percakapan BBM antara Zainudin dan Akil pada 1 Oktober 2013. “Katanya yang biayai Nov (Setya Novanto) sama Nirwan B? Menurut sekjen mu, krn (karena) ada kepentingan bisnis di sana,” kata Akil dalam pesan BBM-nya.

Zainudin membalas dengan berjanji untuk mengomunikasikan dengan yang ia sebut sebagai “Tim Jatim”. Tapi, masih dalam BBM tersebut, Akil tidak sreg jika Idrus yang mengurus transaksi. Menurut dia, Idrus dan Setya tiba-tiba datang untuk mengurus Pilkada Jatim. “Makanya saya tanya siapa yang urus Jatim ini kepada Zainudin,” kata Akil dalam BBM tersebut.

Menjelang pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah Jawa Timur 12 Februari mendatang, Gubernur Jawa Timur terpilih Soekarwo diterpa isu suap kepada Akil Mochtar, bekas Ketua Mahkamah Konstitusi. Isu itu dibantah Soekarwo.

“Semua clean dan clear. Enggak ada sama sekali. Masak harus sumpah pocong?” katanya saat ditemui seusai salat di kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat, 10 Januari 2014.

Menurut informasi yang diperoleh Tempo, Amali diduga memberikan uang Rp 10 miliar kepada Akil untuk memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dalam sengketa Pilkada Jawa Timur di Mahkamah Konstitusi.

Menurut Soekarwo, kabar itu baru diketahuinya Selasa malam, 7 Januari 2014. Ia juga tidak pernah mendengar upaya suap untuk memenangkan dirinya.

Soekarwo mengakui bahwa ia bertemu Amali pada 2 Oktober 2013, hari yang sama saat Akil Mochtar ditangkap.

Dalam kesempatan terpisah, Setya membantah terlibat dalam urusan Pilkada Jawa Timur. “Tidak benar dan tidak pernah ikut urusan Pilkada Jatim,” kata Setya melalui pesan pendek, 10 Januari 2014.

++++++++++++++++++
Sabtu, 25 Januari 2014 | 08:39 WIB
Harta Setya Novanto, Sang Tuan Tanah

TEMPO.CO, Jakarta– Bendahara Umum Partai Golongan Karya Setya Novanto sering disebut dalam sederet perkara hukum, mulai dari kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia untuk Bank Bali, dugaan korupsi anggaran Pekan Olahraga Nasional di Riau, sampai dituding jadi orang yang mengongkosi penanganan sengketa pemilihan Gubernur Jawa Timur di Mahkamah Konstitusi. Keterlibatan Setya dalam kasus-kasus itu hingga kini tak jelas betul.

Menurut laporan harta kekayaan penyelenggara negara di situs Komisi Pemberantasan Korupsi, pada 2001 harta Setya sudah Rp 34,98 miliar. Jumlah harta pengusaha itu melesat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 73,79 miliar dan US$ 17.781 pada akhir tahun 2009.

Peningkatan mencolok ada pada nilai tanah dan bangunan yang dimilikinya. Pada 2001, 14 item tanah dan bangunan Setya bernilai Rp11,26 miliar. Delapan tahun kemudian, Setya mencatatkan 15 item tanah dan bangunan, yang nilainya meroket jadi Rp 49,7 miliar.

Pada 2009, tanah dan bangunan seluas 890 m2 dan 654 m2 di Jakarta Barat adalah aset Setya yang paling mahal, dengan nilai jual Rp 7,55 miliar. Setya juga punya bidang-bidang tanah seluas 763 m2 dan 1.259 m2 di Jakarta Selatan yang harganya masing-masing Rp 6,95 miliar dan Rp 6,41 miliar. Selain sebelas properti di DKI Jakarta, Setya pun memiliki tanah dan bangunan di Bogor dengan kisaran harga Rp 244,22 juta hingga Rp 1,55 miliar.

Tahun 2001, Setya “hanya” punya enam mobil dan dua motor dengan nilai total Rp 3,99 miliar. Saat melaporkan harta tahun 2009, Setya mengaku memiliki tujuh mobil dan lima motor, bernilai keseluruhan Rp 3,03 miliar. Empat mobilnya bernilai jual di atas Rp 500 juta, yakni BMW seharga Rp 525 juta, Mercedez Benz Rp 529,5 juta, VW Caravelle Rp 600 juta, dan Jeep Commander Rp 812,5 juta.

Pada 2001, Setya dengan rinci mencatatkan pula peralatan elektronik yang dimilikinya. Dua pendingin udara Setya nilainya jumbo, masing-masing Rp 95 juta dan Rp 68 juta. Ada pula alat olahraga seperti sepeda Rp 6,74 juta, treadmill Rp 14,1 juta, dan alat fitness Rp 14,85 juta. Ia menyatakan punya 12 televisi berbagai ukuran, dari 14 inci hingga 29 inci, dengan rentang harga Rp 1,3 juta sampai Rp 6 juta. Genset senilai Rp 20 juta melengkapi harta Setya.

Selain itu, tahun 2009 Setya pun mengaku punya surat berharga senilai Rp 6,51 miliar serta giro dan kas sebesar Rp 13,88 miliar dan US$ 17.781.

 

++++++

 

Setya Novanto Catut Presiden, Akbar Tandjung Turun Tangan

KAMIS, 19 NOVEMBER 2015 | 05:09 WIB

Setya Novanto Catut Presiden, Akbar Tandjung Turun Tangan  

Akbar Tandjung. TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung akan berkonsultasi dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie terkait dengan kasus Ketua DPR Setya Novanto. Ia mengaku belum menghubungi Ical, sapaan akrab Aburizal. Namun hal itu akan menjadi agenda utamanya.

“Dalam beberapa jam ke depan, ini yang akan saya coba bicarakan ke Ical,” kata Akbar di kediamannya di Jakarta, Rabu, 18 November 2015.

Akbar mengaku belum bertemu dengan Setya Novanto. Pertemuan terakhir terjadi di rumah sakit saat anak Akbar masuk ICU. Namun saat itu Setya tidak menyinggung sama sekali mengenai permasalahan ini karena waktunya tidak tepat. “Saya tidak sempat bicara,” ujarnya.

Menurut Akbar, sebagai Dewan Pertimbangan Partai, ia belum memutuskan apa yang akan dilakukan terhadap Setya Novanto. Ia masih akan menunggu keputusan dari Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat. Ia meminta agar kasus ini diusut sejelas-jelasnya. 

Akbar berpendapat, proses MKD ini juga perlu dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat mengontrolnya. Publik juga ia harapkan dapat berkontribusi dalam pengusutan kasus ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa politikus Partai Golkar ini telah mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sudirman melalui perwakilannya juga sudah menyerahkan bukti rekaman ke Wakil Ketua MKD Junimart Girsang.

MAWARDAH NUR HANIFIYAN

++++++

 

 

Heboh ‘Papa Minta Saham’: Bukti Kasus Setya Novanto Diteliti
RABU, 18 NOVEMBER 2015 | 20:21 WIB
s
Heboh ‘Papa Minta Saham’: Bukti Kasus Setya Novanto Diteliti
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto meninggalkan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 17 November 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto
TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Rabu sore akhirnya menyerahkan bukti rekaman asli pembicaran pencatutan nama presiden yang dilakukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto. Bukti rekaman pembicaaan antara Setya Novanto ‘si Papa Minta Pulsa’ itu dengan pejabat PT Freeport Indonesia terkait perpanjangan kontrak dibawa oleh Said Didu, Staf Ahli Menteri ESDM dan Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM Husron Asrofi.

Rekaman pembicaraan tersebut dimasukkan ke dalam flaskdisk dan diserahkan kepada Majelis Kehormatan Dewan. “Pokoknya ini rekaman dari sumber yang sahih,” kata Said.

Said menjelaskan dirinya diutus Menteri Sudirman yang saat ini sedang ada di luar negeri. Menurutnya, penyerahan bukti ini akan menjadi jalan terang pembuktian Sudirman ihwal adanya elit politik yang mencoba menjadi makelar saham.

Said enggan menjelaskan siapa yang memberikan rekaman tersebut ke Menteri Sudirman. “Biar Mahkamah yang membuka.”

Wakil Ketua MKD Junimart Girsang mengapresiasi tindakan Kementerian ESDM tersebut. Dia berucap bukti ini akan semakin mempercepat penyelidikan. “Ya saya terima dan akan segera kami verifikasi,” ujarnya.

Setidaknya, Junimart berujar, pemeriksaan tudingan Sudirman bisa dilakukan lebih lanjut dan meyakinkan. Musababnya, bukti sekedar transkrip pembicaraan yang disampaikan Menteri Sudirman masih banyak celah dan cukup rawan dibuat-buat.

Junimart menjelaskan, Mahkamah punya waktu 11 hari untuk memproses laporan Menteri Sudirman dan akan memeriksa keasilan suara di Bareskrim Polri. “Sanksi tergantung hasil verifikasi.”

Said enggan menjelaskan siapa yang memberikan rekaman tersebut ke Menteri Sudirman. “Biar Mahkamah yang membuka.”

Selain dituding mencatut nama presiden, ‘si Papa Minta Saham’ ini juga dituding telah menekan Pertamina. Setya Novanto dituding telah mengirimkan surat kepada direksi Pertamina dan meminta perseroan itu membayar biaya penyimpanan BBM kepada PT Orbit Terminal Merak (OTM). Selama ini Pertamina menyiman BBM di perusahaan itu.

Namun Kepala Bagian Tata Usaha Ketua DPR Hani Tapahari membantah adanya surat katabelece dari Setya Novanto yang ditujukan kepada Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto. Menurut Hani, arus surat keluar masuk dari dan kepada Ketua DPR adalah tanggung jawabnya.

Hani mengatakan, sebelum menemui wartawan, ia telah menemui Setya Novanto terlebih dahulu untuk menanyakan perihal kebenaran surat yang tertulis nama Ketua DPR dan ditujukan untuk Dirut Pertamina tersebut memang dikeluarkan oleh politikus Golkar itu. “Karena itu beliau mengijinkan kepada saya untuk menyampaikan kepada teman-teman bahwa surat ini tidak pernah diketahui oleh Ketua DPR RI,” katanya.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto membenarkan telah menerima surat dari Ketua DPR. “Saya terima suratnya,” kata Dwi lewat pesan singkat kepada Tempo, Rabu, 18 November 2015.

Pertamina, menurut Dwi, bersikap profesional dengan surat yang dikirim Setya Novanto. “Pihak yang terkait untuk addendum tersebut adalah Pertamina dengan PT OTM langsung. Kami sedang mempelajari dengan jajaran direksi dan tim terpadu mengenai kerja sama tersebut,” ujar mantan Dirut Semen Gresik Indonesia itu.

ANDI RUSLI |HUSSIEN ABRI YUSUF| DESTRIANITA|VINDRY FLORENTIN|SINGGIH SOARES

 

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: