Luthfi Hasan Ishaaq

Ketua Umum PKS, menjadi kader PKS pertama yang menjadi tersangka. Beliau menjadi tersangka dalam kasus impor daging sapi.

Lutfi Hasan Ishaaq akan menggantikan Tifatul Sembiring sebagai Presiden PKS. Pergantian ini menyusul penunjukan Tifatul sebagai anggota Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2. Pergantian diputuskan oleh institusi tertinggi dalam tubuh PKS, Majelis Syuro, secara aklamasi, Ahad (25/10).

“Kita tidak boleh ada rangkap jabatan pada jabatan-jabatan penting, baik di pemerintahan maupun di dalam partai,” kata Sekjen PKS, Anies Matta kepada wartawan, di kantor DPP PKS, Pasar Ninggu, Jakarta. Serah terima jabatan dan pelantikan Lutfi akan dilakukan pada Selasa (27/10).

Selain Tifatul, Suharna Surapranata yang menjabat sebagai Menristek di pemerintahan baru juga digantikan Untung Wahono sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat. Kader PKS lain yang menjabat sebagai menteri pertanian, Suswono, juga digantikan posisinya sebagai wasekjen bidang organisasi oleh Budiyanto.

Lutfi Hasan Ishaaq adalah lulusan Pondok Pesantren Modern Gontor yang lama tinggal di Eropa dan pernah belajar ilmu salafiyah di Pakistan.(YUS)

Pernah kena kasus penipuan :

Kapanlagi.com – Diduga menipu teman bisnisnya Ketua Bendahara Umum PKS yang juga anggota Fraksi Keadilan Sejahtera di DPR RI Lutfi Hasan Ishaq dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporan ke polisi itu menyebutkan Lutfi tidak bisa mengembalikan uang sebesar Rp 5,4 milyar.

Dalam laporan yang disampaikan oleh direktur PT Asami Multi Media Amelia yang didampingi oleh dua orang pengacaranya Fahmi H. Bachmid dan Ade Yuliawan, juga mempertanyakan berkas acara pemeriksaan polisi atas Lutfi tidak di sampaikan ke pengadilan.

Kasus penggelapan uang milik PT Asami Multi Media sebenarnya sudah disidangkan di pengadilan negeri Jakarta Pusat dengan terdakwa utama Olong Ahmad. Recanananya hari ini sidang ke IV dengan kasus tersebut akan kembali di lanjutkan.

Menurut Pengacara Amelia, Fahmi, seharusnya persidangan menghadirkan saksi Lutfi Hasan Ishaq sebagai penerima dana pengadaan voucher perdana dan isi ulang. Hal tersebut diketuhui dari keterangan yang disampaikan oleh Olong Ahmad sang direktur. Dalam keterangan BAP, selama transaksi bisnis, Olong selalu memberikan dana milik PT Asami Multi Media yang mampir ke rekeningnya kepada Lutfi Hasan Ishaq.

Bahkan pengakuan itu juga disampaikan Olong ditengah persidangan sebelumnya di PN Jakarta Selatan. Namun berkas pemeriksaan terhasap Lutfi Hasan Ishaq hilang dari tumpukan berkas seluruh saksi kasus. Setelah berkas diserahkan ke pengadilan, pihak panitera menolak dengan alasan saksi adalah anggota DPR dan lagi sidang sudah berjalan.

“Sharusnya sidang memanggil Lutfi sebagai penerima dana dari Olong. Atas dasar itu bisa terungkap kemana dana itu tersalurkan,” ujar Fahmi. Kliennya menduing dana yang bermuara di Lutfi tersebut bisa jadi digunakan untuk dana kampanye calon ketua MPR. Pasalnya, tanggal pemberian uang oleh PT Asami Multi Media bersamaan dengan waktu pemilihan ketua MPR-DPR. (ids/tut)

+++++++++++++++++++++++

Rabu, 30/01/2013 21:47 WIB

Luthfi Hasan, Politikus PKS Pertama yang Jadi Tersangka KPK

Ahmad Toriq – detikNews

Jakarta – Pertama kalinya dalam sejarah seorang kader PKS dijadikan tersangka. Tak tanggung-tanggung, yang menjadi tersangka adalah Ketua Umum atau yang disebut Presiden di PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

“Kita temukan dua alat bukti yang cukup yang bisa dikaitkan dengan salah satu anggota DPR atas nama LHI,” kata Jubir KPK, Johan Budi SP, di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013).

Penetapan ini tentu mengejutkan. Bukan apa-apa, selama ini belum pernah ada kader PKS yang menjadi tersangka di KPK. Luthfi Hasan Ishaaq hingga saat ini adalah politikus yang pertama dijerat KPK.

Luthfi sendiri seakan tak percaya dengan status tersangka Luthfi Hasan Ishaaq. Dia masih akan mencoba mengklarifikasi ke KPK.

“Saya belum mau komentar, saya pelajari dulu apa yang terjadi,” tutur Luthfi yang selalu membanggakan PKS sebagai partai bersih ini di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013). 

Selama ini kader partai yang ‘akrab’ dengan lembaga antikorupsi itu adalah kader dari Golkar, PDIP dan Partai Demokrat. Maklum, sebagai partai besar, kader ketiga partai itu banyak berada di posisi-posisi strategis di pemerintahan pusat, daerah dan legislatif.

Sedangkan sebagai ketum parpol, Luthfi Hasan juga orang pertama yang dijadikan tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi. Sebelumnya memang ada nama Akbar Tandjung, namun di kasus yang disebut ‘Buloggate’ itu, pria yang kini menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Golkar itu tak dijerat oleh KPK.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan anggota DPR dari PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging. Tak lama lagi, presiden PKS itu akan segera dicegah ke luar negeri.

Luthfi menjadi tersangka dalam kasus impor daging. Diduga, dia melanggar pasal penerimaan suap UU Tipikor.

KPK sudah menangkap orang dekat Luthfi berinisial AF bersama dua pengusaha dari PT Indoguna Utama. Satu orang wanita muda juga ditangkap. Barang bukti Rp 1 miliar sudah disita.

(trq/mad)

++++++++++++++

 

RABU, 30 JANUARI 2013 | 07:55 WIB

Satu Pelaku Suap yang Ditangkap KPK Diduga Mabuk  

TEMPO.COJakarta – Seorang wanita muda yang ikut tertangkap dalam operasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertubuh sintal. Sumber Tempo di KPK menyebutkan wanita ini menggunakan kaos biru dengan belahan dada rendah dan dibalut blazer hitam. “Pokoknya wanita itu seksi,” ujar sumber tersebut, Selasa malam, 29 Januari 2013.

Sumber lainnya mengatakan wanita yang berusia 20-an tahun itu terlihat linglung. Oleh sebab itu, beredar kabar bahwa dia dalam kondisi mabuk. Belum jelas kaitan antara wanita tersebut dengan pelaku suap.

KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan, Selasa malam, 29 Januari 2013. Dua orang pria dan seorang wanita ditangkap sedang melakukan transaksi suap di Hotel Le Meridian sekitar pukul 21.00 WIB. Rabu dinihari, 30 Januari, KPK kembali menggelandang tiga orang lainnya.Setidaknya dua kardus mi instantdisita penyidik dalam penangkapan tersebut.

Sumber Tempo dari kalangan penyidik menyebutkan kasus suap tersebut berkaitan dengan politikus di Senayan. Mereka diduga melakukan transaksi yang diduga berkaitan dengan proyek di Kementerian Pertanian. Orang-orang yang ditangkap adalah perantara suap.

Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., yang dikonfirmasi, menolak memberi komentar. Ia hanya menyatakan, “Penyidik masih memprosesnya.”

TRI SUHARMAN

 

 

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: