Idris Marham

Ketua Pansus Angket Bank Century
Diduga ikut terlibat menyuap mantan Ketua Hakim MK Akil Mochtar bersama Setya Novanto

+++
Biografi dari Merdeka.com

PROFIL

MERDEKA.COM » PROFIL » INDONESIA » I

Idrus Marham

PROFIL BERITA FOTO
Nama Lengkap : Idrus Marham
Alias : No Alias
Profesi : –
Agama : Islam
Tempat Lahir : Pinrang, Sulawesi Selatan
Tanggal Lahir : Selasa, 14 Agustus 1962
Zodiac : Leo
Warga Negara : Indonesia

Istri : Ridho Ekasari
BIOGRAFI
Nama Idrus Marham sudah sangat akrab di dunia perpolitikan negara Indonesia. Pria yang juga sangat aktif di dunia akademik ini sering dianggap sebagai simbol perubahan dalam tubuh Partai Golkar. Hanya saja, anggapan tersebut tidak melulu menjadi kesan kosong belaka. Banyak hal yang membuat sosok Marham sebagai pribadi penuh kualitas dan prestasi, baik di bidang akademik hingga, tentunya, politik seperti fakta bahwa mantan Pembantu Rektor III Universitas Islam Attahiriyah adalah Sekjen PPAMPG pertama yang berasal dari kalangan sipil.

Komitmennya untuk memajukan sistem demokrasi di Indonesia terbukti dalam disertasinya yang diberi tajuk ‘Demokrasi Setengah Hati: Studi Kasus Elite Politik di DPR RI 1999-2004’. Dalam bahasannya, Marham menyatakan bahwa kehadiran elit politik di DPR, pun setelah melalui proses pemilu yang demokratis, tidak serta-merta memunculkan berbagai ide dan kebijakan yang mendorong terjadinya perubahan ke arah rezim demokratik. Atas cakupan, bahasan dan manfaat disertasi yang mengesankan tersebut, tidak heran suami Ridho Ekasari ini berhasil meraih predikat cumlaude sekaligus menjadi doktor ke-1019 yang dicetak oleh UGM.

Kedalaman pahaman politis yang dibangun Idrus Marham memang bukan tanpa kerja keras dan proses belajar yang berkelanjutan. Minatnya di bidang keorganisasian sudah tampak sejak politisi yang pernah meraih predikat Dosen Terbaik di Universitas Islam Attahiriyah ini duduk di bangku sekolah. Marham, yang lahir kota Pinrang, Sulawesi Selatan, sudah tercatat aktif di berbagai organisasi pelajar seperti OSIS, Senat Mahasiswa, Dewan Mahasiwa, Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), serta Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PMII). Di samping itu, pengalaman keorganisasian dan perpolitikan Marham juga diperkaya dengan berbagai kegiatan yang diikuti dalam tubuh Generasi Muda Kosgoro, Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) serta Karang Taruna.

Karir politik nasional Idrus Marham dimulai sesaat setelah terpilih sebagai Anggota MPR-RI melalui Pemilu 1997 dan berlanjut hingga menjadi anggota DPR/MPR RI periode 2009 – 2014. Nama mantan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 2002-2005 serta Wakil Pemuda Dunia pada 2005 ini banyak menjadi sorotan media saat berkiprah dalam keanggotaan Panitia Khusus Angket Century pada 2009 – 2010 lalu. Tak urung, masyarakat sempat meragukan komitmennya dalam mengungkap kasus yang banyak melibatkan para petinggi publik di Indonesia. Beberapa waktu lalu, nama Idrus Marham kembali membuat kejutan publik ketika mengumumkan pengunduran dirinya dari Senayan dengan alasan memilih fokus bekerja bagi partai menjelang penyelenggaraan Pemilu 2014.

Riset dan analisis: Swasti P. M. – Mochamad Nasrul Chotib

PENDIDIKAN
SMA Negeri Pare-pare (1977)
S1 Fakultas Syari’ah IAIN Alaudin Makassar (1979)
S2 Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo, Semarang (1983)
S3 bidang Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM)
KARIR
Dosen Univ. Islam Attahiriyah (1986-1992)
Dosen UNTAR (1985-1993)
Dosen Univ. 17 Agustus‘45 Jakarta (1985-1992)
Purek III UNIAT Jakarta (1987-1992)
Anggota MPR RI (1997)
Wakil. Koord. Bidang Kompol LPP DPP Golkar (2002)
Ketua Umum DPP KNPI (2002)
Wasekjend PPAMPG (2002)
Anggota Dewan Penasehat DPP AMPI (2003)
Wakil Presiden World Assembly Of Youth (WAY) (2005)
PENGHARGAAN
Pelajar Teladan di SDN Pinrang Sulsel (1972)
Pelajar Teladan di SMAN Pare-pare (1997)
Mahasiswa teladan IAIN Alauddin (1978)
Mahasiswa teladan IAIN Walisongo (1981)
Lulusan terbaik utama IAIN Walisongo 1983
Partisipan terbaik Pelatihan Persiapan Pelayanan bagi Pelayanan Masyarakat (1984)
Partisipan terbaik Program Pelatihan Penelitian Kerohanian IX (1985)
Dosen terbaik Univ. Attahiriyah (1987)

+++++

VIVAnews — Anggota Indonesia Corruption Watch (ICW) Yanuar Rizki meragukan kredibilitas panitia khusus angket Bank Century. “Saya tak melihat ada yang benar-benar melakukan background investigasi kasus ini,” kata Yanuar usai diskusi di Jakarta 5 Desember 2009.

Menurutnya, kasus pengucuran dana talangan Bank Century ini akan diselesaikan secara politik. Sebab, ia merujuk pada kepemimpinan Idris Marham selaku ketua pansus. “Postur Idris Marham kan dianggap ngga bersih-bersih amat,” jelas dia.

Idris, kata Yanuar, sebagai orang mantan anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia sebagai orang politik ini mengkonfirmasi bahwa kasus ini ingin diselesaikan secara perdamaian politik. Seharusnya, kata Yanuar, Dewan Perwakilan Rakyat mencari orang yang investigator. “Jadi orang yang memang mengerti persoalan,” tuturnya.

Sebelumnya, DPR Selasa lalu menggulirkan Hak Angket Bank Century guna menindaklanjuti temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan.

Audit Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan adanya penyalahgunaan kewenangan dalam pengucuran dana Rp 6,7 triliun oleh Lembaga Penjamin Simpanan kepada Bank Century. Dana tersebut dikeluarkan LPS atas perintah Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

Alasannya Komite menemukan adanya potensi kehancuran secara sistemik dalam sektor keuangan jika krisis Bank Century dibiarkan. Ketika kebijakan ini dikeluarkan Sri Mulyani menjabat sebagai Ketua KSSK dan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia.

+++++

SENIN, 13 JANUARI 2014 | 17:17 WIB
Golkar Persilakan KPK Usut Idrus dan Setya Novanto

Setya Novanto (kanan) dan Idrus Marham (kiri). TEMPO/Imam Sukamto

Berita Terkait
Di Kampung Pulo, Ambulans Golkar Berseliweran
BBM Akil Sebut Setya Punya Urusan Bisnis di Jatim
Chairun Nisa Akui Bantu Hambit Bintih
Kata Gubernur Karwo soal Isu Suap di Pilkada Jatim
Isi BBM Akil Soal Duit Rp 10 M di Pilkada Jatim
Grafis Terkait

Silsilah Dinasti Banten
Foto Terkait

Kasus Akil, Sekjen DPR Winantuningtyastiti Diperiksa KPK
Video Terkait

Cover Tempo : Mendongkrak Citra Aburizal
Topik
#Suap Ketua MK Akil Mochtar
#Partai Golkar
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Partai Golkar mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Idrus Marham dan Setya Novanto dalam kasus Pemilukada Jawa Timur. “Segala yang terkait kader, silakan diusut, diteliti dan diselidiki oleh penegak hukum,” kata Ketua Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Senin, 13 Januari 2014.

Hajriyanto menuturkan, partainya mendukung upaya pemberantasan korupsi. Sehingga, Golkar tak akan menghalangi KPK dalam menegakkan hukum. Wakil Ketua MPR ini menjelaskan, bahkan jika pemeriksaan dilakukan kepada ketua umum, sekretaris jenderal atau bendahara umum. “Namanya tindakan koruptif adalah tindakan individual,” kata dia.

Hajriyanto mengatakan, secara kelembagaan partainya tak pernah menginstruksikan kader mencari dana lewat korupsi. Siapapun yang terlibat korupsi, kata dia, merupakan tanggung jawab pribadi. Dia menjelaskan, Golkar selalu meminta kadernya membantu penegak hukum. “Agar persoalan hukum menjadi terang benderang,” kata dia.

Sebelumnya, KPK sudah memeriksa sejumlah petinggi Golkar dalam kasus Pemilukada Jawa Timur diantaranya Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Setya Novanto dan Ketua Golkar Jawa Timur Zainudin Amali. Sebelumnya, Akil meminta disiapkan uang sebesar Rp 10 miliar terkait penyelesaian sengketa ini.

+++++
SENIN, 13 JANUARI 2014 | 16:46 WIB
BBM Akil Sebut Setya Punya Urusan Bisnis di Jatim

Bendahara Partai Golkar Setya Novanto. ANTARA/Wahyu Putro

Kasus Akil, Sekjen DPR Winantuningtyastiti Diperiksa KPK
Topik
#Suap Ketua MK Akil Mochtar

TEMPO.CO, Jakarta – Bendahara Umum Partai Golongan Karya Setya Novanto disebut punya kepentingan bisnis di Jawa Timur. Ini yang diduga menjadi alasan kesediaan dia menanggung biaya suap untuk Akil Mochtar.

Uang diberikan agar Akil yang waktu itu menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi mengatur sengketa pemilihan kepala daerah Jawa Timur. Namun uang tersebut tak langsung disampaikan ke Akil. Ketua Partai Golkar Jawa Timur Zainudin Amali yang disebut sebagai perantara.

Hal ini tergambar dari percakapan BBM antara Zainudin dan Akil pada 1 Oktober 2013. “Katanya yang biayai Nov (Setya Novanto) sama Nirwan B? Menurut sekjen mu, krn (karena) ada kepentingan bisnis di sana,” kata Akil dalam pesan BBM-nya.

Zainudin membalas dengan berjanji untuk mengomunikasikan dengan yang ia sebut sebagai “Tim Jatim”. Tapi, masih dalam BBM tersebut, Akil tidak sreg jika Idrus yang mengurus transaksi. Menurut dia, Idrus dan Setya tiba-tiba datang untuk mengurus Pilkada Jatim. “Makanya saya tanya siapa yang urus Jatim ini kepada Zainudin,” kata Akil dalam BBM tersebut.

Menjelang pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah Jawa Timur 12 Februari mendatang, Gubernur Jawa Timur terpilih Soekarwo diterpa isu suap kepada Akil Mochtar, bekas Ketua Mahkamah Konstitusi. Isu itu dibantah Soekarwo.

“Semua clean dan clear. Enggak ada sama sekali. Masak harus sumpah pocong?” katanya saat ditemui seusai salat di kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat, 10 Januari 2014.

Menurut informasi yang diperoleh Tempo, Amali diduga memberikan uang Rp 10 miliar kepada Akil untuk memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dalam sengketa Pilkada Jawa Timur di Mahkamah Konstitusi.

Menurut Soekarwo, kabar itu baru diketahuinya Selasa malam, 7 Januari 2014. Ia juga tidak pernah mendengar upaya suap untuk memenangkan dirinya.

Soekarwo mengakui bahwa ia bertemu Amali pada 2 Oktober 2013, hari yang sama saat Akil Mochtar ditangkap.

Dalam kesempatan terpisah, Setya membantah terlibat dalam urusan Pilkada Jawa Timur. “Tidak benar dan tidak pernah ikut urusan Pilkada Jatim,” kata Setya melalui pesan pendek, 10 Januari 2014.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: