Syahri

Syahri, Pengabdian untuk Pengidap HIV

Kompas, 16 November 2009 | 03:12 WIB

Masalah penyebaran virus HIV di Palembang tidak bisa dipandang sebelah mata. Virus ini tidak hanya mengintai pemakai narkoba dan pekerja seks komersial.

Virus HIV bisa menular melalui peralatan medis, transfusi darah, dari ibu kepada anaknya, atau dari suami kepada istrinya.

Pengidap HIV masih mendapat stigma negatif karena kurangnya informasi tentang seluk-beluk HIV.

Untungnya di Palembang masih ada sekelompok orang yang peduli kepada pengidap HIV, seperti Yayasan Intan Maharani (YIM) yang beralamat di Lorong Pendopo, Jalan Mayor Salim Batubara, Palembang.

Direktur YIM Muhammad Syahri mengutarakan, YIM pada awalnya adalah lembaga penelitian kesehatan yang didirikan pada 1994. Lembaga tersebut meneliti tentang pemakaian narkoba di kalangan pelajar Palembang.

Namun, kegiatan lembaga tersebut mendapat kritik. ”Katanya kalau hanya penelitian percuma, nanti hasil penelitian cuma kertas-kertas. Kami ditantang untuk turun langsung ke lapangan, bergaul dengan para pemakai narkoba dan pengidap HIV,” ujar Syahri.

Sejak saat itu, YIM tidak lagi berperan sebagai lembaga penelitian kesehatan, tetapi menjadi lembaga swadaya masyarakat yang khusus mendampingi pengidap HIV.

Setelah bertahun-tahun berkecimpung dengan pengidap HIV, Syahri dan kawan-kawannya di YIM menyadari bahwa kecenderungan penularan HIV telah meluas ke kelompok nonrisiko tinggi.

”Banyak ibu rumah tangga yang tiba-tiba dinyatakan mengidap virus HIV. Mereka tidak tahu dari mana virus HIV masuk ke tubuh mereka,” kata Syahri.

Menurut Syahri, orang-orang yang mengidap HIV tanpa diketahui dari mana asalnya biasanya mengalami guncangan hebat dalam hidupnya. Bahkan, ada perempuan pengidap HIV yang diceraikan suaminya, padahal tidak diketahui dari mana dia tertular HIV.

Di situlah peran YIM, yaitu mendampingi para pengidap HIV agar tegar menghadapi cobaan. Melalui YIM, para pengidap HIV bisa mendapat obat antiretroviral yang berfungsi menghambat perkembangan virus HIV.

”Kami mendampingi para pengidap HIV agar tidak stres dan tetap sehat supaya virus HIV tidak menjadi penyakit AIDS,” kata Syahri.

Syahri menuturkan, sangat disayangkan keberadaan lembaga, seperti YIM, masih tergantung pada pendonor dari luar negeri. Kepedulian pemerintah daerah masih sangat kurang.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: