Emir Moeis

Anggota DPR, diduga terlibat dalam kasus Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pada 2004, Miranda Swaray Goeltom.

++

Biografi dari viva.com

 

No. Anggota 399
Nama Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc
Fraksi F- PDIP
Partai PDIP
Daerah Asal Pemilihan Kaltim
Komisi komisi xi
Alamat Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat

 

 

A. DATA PRIBADI
  Nama Lengkap & Gelar

:

Ir. Izedrik Emir Moeis, Msc
  Jenis Kelamin

:

Laki-Laki
  Tempat & Tanggal Lahir

:

Jakarta, 27-Agustus-1950
  Agama

:

Islam
  Status Pernikahan

:

Menikah
  Nama Istri/Suami

:

Drg.Anita Emir Moeis,SpKGA
  Pekerjaan Istri/Suami

:

PNS
  Jumlah Anak

:

5 ( lima )  Orang
  Alamat Kantor

:

Gd. Nusantara I Lt. 06 R. 0602 Jl. Gatot Subroto Gd. DPR/MPR RI Jakarta
  Telpon,Fax Kantor

:

5755 099, 5756 179, 5756 022, 5756 030, 5756 023, 5756020
  Alamat Rumah

:

Rumah Jabatan Anggota DPR RI Blok E – 6 No. 407 Kalibata Jakarta 12750
  Telpon,Fax Rumah

:

7989 256
  Email

:

  Website

:

 

  B. DAERAH PEMILIHAN, PEROLEHAN SUARA & JUMLAH KURSI DI DP
  Asal Daerah Pemilihan(DP) : KALTIM
  Jumlah Kursi Per DP : 8
  Bilangan Pembagi Pemilihan : 192.386
  C. PEROLEHAN SUARA
  No. Urut Calon : 1
  Perolehan Suara : 21.985
  Perolehan Suara Terbesar : 26.035
  No Urut Calon Terbesar : 2
  D. RIWAYAT PENDIDIKAN
  1 SR Perguruan Cikini 1962
  2 SMPN Perguruan Cikini 1965
  3 SMA Negeri 3 Jakarta 1968
  4 Fak. Tehnik ITB 1975
  5 Pasca sarjana UI
  6 Doctoral Program M.I.T
  E. RIWAYAT PEKERJAAN

 

 

 

Kamis, 05 Desember 2013 | 07:36 WIB

Emir Moeis Disebut Dapat Gratifikasi Seks di Paris

Emir Moeis Disebut Dapat Gratifikasi Seks di Paris

Mantan ketua komisi XI DPR, Izedrik Emir Moeis. TEMPO/Dhemas Reviyanto

 

TEMPO.CO, Jakarta – Tersangka kasus suap proyek PLTU Tarahan, Lampung, Izedrik Emir Moeis, selain menerima duit suap, juga menerima gratifikasi seks dari PT Alstom. Menurut Pirooz Sharafi dalam dokumen yang diperoleh Tempo, sekitar akhir 2002 atau 2003, ia bertemu dengan Emir dan Fred Pierucci dari PT Alstom di Paris.

Emir, kata Pirooz, berada di Eropa untuk mengunjungi keluarganya. Emir tiba di Paris dengan menggunakan kereta dari kota lain di Eropa. Di kota mode itu, mereka bertiga meninggalkan klub dengan tiga pekerja seks. “Satu untuk masing-masing dari kami,” kata Pirooz.

Menurut Pirooz, Pierucci membayar klub untuk mendapatkan pekerja seks. Kemudian, Emir menginap di Paris.

KPK menetapkan Emir sebagai tersangka pada 26 Juli 2012 karena menerima hadiah atau janji terkait proyek ini. Ia diduga menerima uang US$ 300.000 (sekitar Rp 3 miliar). Pada pemeriksaan pertama kali, KPK langsung menahannya.

Politikus PDI Perjuangan itu disangka melanggar Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 atau Pasal 12 b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

PT Alstom Indonesia–perusahaan yang berinduk di Amerika Serikat–memenangi tender pembangunan PLTU Tarahan. Seorang sumber menyebut korporasi A dari Amerika dan korporasi M dari Jepang sebagai rekanan Emir.

Tanggapan dari pihak Emir Moeis di sini.

TRI ARTINING PUTRI

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: