Irma Reuneker

Tersangka kasus penggelapan uang
Status dicekal
+++
PT Airfast Indonesia  adalah satu dari 4 Perusahaan penerbangan yang diperbolehkan EU untuk terbang ke Europa.Tidak banyak perusahaan yang direstui untuk terbang ke Europa. Ini adalah suatu prestasi unik bagi perusahaan penerbangan charter. Selama bertahun tahun oleh pendirinya perusahaan ini menerapkan manajemen keselamatan penerbangan (Safety Management System) yang baik. Selain manajemen keselamatan yang baik, perusahaan ini juga sempat menerapkan standard gaji yang diatas rata rata  bagi semua  karyawannya  dari pilot sampai satpam.  Sejak pendiri PT Airfast Indonesia, Frank D Reuneker   meninggal dunia tahun 2008, kendali perusahaan dipegang oleh sang istri,  Irma Reuneker.

+++
Bos Airfast Diperiksa Sebagai Tersangka Penggelapan

Selasa, 28 April 2009 | 20:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Direktur Airfast, Irma Reuneker, hari ini diperiksa sebagai tersngka di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya. Pemeriksaan dilakukan terkait kasus dugaan penggelapan uang hasil penjualan tanah dan bangunan.

“Ya, hari ini kami periska kembali,” ujar Kepala Satuan Keamanan Negara, Ajun Komisaris Besar Daniel Tifaona ketika dihubungi (28/4).

Daniel menerangkan, pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan lanjutan atas laporan yang dibuat oleh Marjan Elize Pane, yang tidak lain adalah saudara kandung Irma. Dalam keterangan sebelumnya, polisi kesulitan menemukan kesusuaian keterangan antara penjelasan yang dibuat oleh Marjan dan Irma. “Hari ini keduanya kami konfrontir,” ujarnya.

Kasus ini bermula dari penjualan harta warisan berupa tanah berikut bangunan. Belakangan Marjan merasa dirugikan lantaran Irma diduga telah menggelapkan uang hasil penjualan yang nilainya ditaksir mencapai Rp 6,3 miliar. Kejadian itulah yang kemudian ia laporkan kepada polisi.

Irma yang dihubungi Tempo, menolak memberikan keterangan apapun. Ia malah mengancam akan menuntut Tempo jika memberitakan kasus yang tengah membelitnya.

“Saya tidak mau memberikan konfirmasi apapun. Kalau Anda tetap memberitakan, surat kabar Anda akan saya tuntut,” ujar Irma, yang kemudian langsung memutus sambungan telepon.

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

%d bloggers like this: