Prabowo Subianto

Mantan Pangkostrad dan Danjen Kopassus.

Sekarang calon presiden dari Partai Gerindra

 

Diberhentikan dari TNI karena keterlibatannya dalam operasi penculikan dan penghilangan aktifis.

 

 

+++++++++++++++++++

dari tabloid The Politics

 

Prabowo Bangun Istana di Atas Bukit ala Camp Militer

 

·         Beberapa Perusahaan Prabowo Sempoyongan
Beberapa lembaga survey menempatkan Prabowo Subianto pada urutan teratas calon Presiden paling kuat di Pilpres 2014 mendatang. Benarkah masyarakat menghendaki seorang pemimpin yang fanatik dengan cara-cara militer dalam menciptakan perubahan? Ia membangun istana dengan kompleks yang luas di atas Bukit Hambalang, dikitari barak-barak tempat pelatihan kader-kader muda Gerindra dari berbagai daerah. Kesan militerisme yang sangat kental, tapi menyeramkan? Inikah calon pemimpin yang dikehendaki wong cilik?
Foto: Waspada.com

Bukit Hambalang  menjadi saksi bisu aktivitas sehari-hari Prabowo Subianto. Di Bukit Hambalang yang berlokasi di Desa Bojong Koneng, Kec Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat itulah berdiri rumah megah bak istana milik Prabowo. Untuk melihat keberadaan rumah Prabowo dan aktivitasnya, The Politic menyusuri jalanan bukit yang beraspal, dan berkelok-belok di tengah suasana pedesaan yang masih asri dengan pepohonan rindang dan sunyi. Sesekali The Politic bertanya lokasi persis rumah Prabowo pada   warga setempat yang dijumpai di tengah perjalanan. “Itu masih lurus aja, dari sini kira-kira 2 km lagi. Rumahnya paling atas, paling ujung. Ikuti saja jalan ini sampai habis,” jelas salah seorang warga Desa Bojong Koneng.

Benar seperti yang dikatakan warga tersebut, di ujung jalan utama menuju atas bukit terlihat gerbang rumah megah berjeruji setinggi sekitar dua meter. Sebuah pos keamanan berada di depan rumah. Para tamu yang tak memiliki janji dengan sang empunya rumah, tak akan diizinkan masuk.
Sebelumnya tidak terbayangkan, di puncak bukit terdapat sebuah rumah yang dilengkapi berbagai fasilitas. Rumah atau  lebih tepatnya istana, yang berdiri di atas area seluas 4,8 hektar itu jauh dari pemukiman penduduk. Meski begitu, tak sulit untuk menemukannya. Sebab hampir seluruh warga Bojong Koneng tahu di mana letak rumah Petinggi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.
Sebelum sampai di rumah Prabowo, satu-satunya jalan harus melewati camp-camp ala militer sebagai tempat pelatihan kader-kader muda Gerindra. Terlihat penjaga keamanan berseragam maupun yang berpakaian biasa, ada di tempat-tempat strategis sehingga bisa memantau siapa pun yang masuk ke kompleks eksklusif Gerindra tersebut. The Politic coba mengambil gambar di sekitar lokasi, namun dalam waktu yang sangat singkat beberapa orang tidak berseragam sudah berdatangan dan melarang mengabil foto. Menurut sumber The Politic, para petugas keamanan di Bukit Hambalang itu semuanya bekas tentara Kopassus yang masih loyal pada Prabowo.
Presiden versi Survey. Tidak diragukan, Prabowo Subianto akan maju mencalonkan diri jadi presiden pada Pilpres 2014 mendatang dari Partai Gerindra. Bahkan sejumlah survey yang dilakukan beberapa waktu lalu, menempatkan namanya pada posisi teratas. Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) dalam survei terbarunya menempatkan Prabowo Subianto dalam urutan teratas Capres dengan 28 persen, disusul Mahfud MD 10,6 persen, Sri Mulyani Indrawati 7,4 persen, Aburizal Bakrie 6,8 persen, KH Said Agil Siradj 6 persen dan Din Syamsuddin 5,2 persen. Dahlan Iskan (0,4 persen), Megawati 0,3 persen, dan Chairul Tanjung (0,2 persen).
Pada pekan yang sama, survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) menempatkan Megawati pada urutan teratas dengan 23,8 persen, disusul Prabowo Subianto 17,6 persen, kemudian Aburizal Bakrie 13,7 persen. Sebelumnya Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menempatkan Megawati, Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie mendapat dukungan di atas 10 persen jika ikut Pilpres. Sementara nama lainnya seperti Ani Yudhoyono, Pramono Edi Wibowo, Anas Urbaningrum dan Marzuki Ali masih berada di bawah 10 persen.
Menanggapi hasil beberapa survey yang berbeda-beda cukup signifikan tersebut di atas, menimbukan keraguan akan validitas metodologi survey yang dilakukan oleh banyak kalangan masyarakat. Bahkan, kecurigaan adanya ‘pesanan’ dari beberapa kepentingan tidak terelakkan. Sukardi Rinakit dari Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) membantah keras ketika The Politic mensinyalir lembaga survey SSS ‘dibayar’ oleh pihak tertentu untuk menempatkan capres ‘X’ pada urutan teratas.
Terlepas dari hasil survey, pertanyaan mendasar tentang sosok seorang Prabowo adalah benarkah ia yang diinginkan rakyat? Masih kuat dalam ingatan masyarakat tentang penculikan para aktivis demokrasi, tragedi Trisakti, dan peristiwa Mei 1998 yang melibatkan Prabowo sebagai pelaku pelanggaran HAM sehingga ia kemudian dipecat dari militer.Tak hanya itu, kurang pandainya   mengelola bisnis membuat lilitan utang   yang tidak sedikit pada perusahaan-perusahaan miliknya. Gaya kepemimpinannya yang sangat militeristik, karakter pribadi yang temperamental, dan kehidupan rumah tangganya yang retak, merupakan poin-poin yang terakumulasi ke dalam sosok seorang Prabowo Subianto. Benarkah sosok seperti ini yang diinginkan rakyat?
Masa Kecil. Prabowo lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, merupakan anak ketiga dari begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo dengan Dora Marie Sigar. Masa kecil Prabowo bersama kedua orangtuanya banyak dilewatkan di banyak negara, baik di Asia maupun Eropa, sehingga tidak heran ia menguasai setidaknya empat bahasa asing, yakni Inggris, Jerman, Perancis, dan Belanda.
Minat Prabowo pada dunia kemiliteran dan memiliki jiwa nasionalis  yang luar biasa rupanya rupanya merupakan  titisan turun-temurun dari keluarga ayahnya. Kakeknya, Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo, adalah salah satu pendiri Partai Indonesia Raya (Parindra) dan pendiri Bank BNI 1946. RM Margono juga adalah Ketua Dewan Pertimbangan Agung Sementara pertama dan anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dan, kini nama kakek Prabowo ini sudah diabadikan menjadi nama sebuah gedung di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unibersitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Sementara dua orang pamannya Letnan Sujono Djojohadikusumo dan Sersan Mayor Subianto Djojohadikusumo gugur dalam Peristiwa Lengkong di Tangerang tahun 1946. Bahkan oleh sang Ayah, kedua nama pamannya ini ditambahkan pada namanya (Subianto) dan adiknya Hasyim (Sujono), dengan harapan keduanya memiliki jiwa patriot seperti dua paman mereka.
Dalam bukunya Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, Sumitro mengakui istrinya sangat berperan dalam membesarkan dan pendidikan formal anak-anaknya. Meskipun Sumitro muslim, Dora Sigar tetap Kristen. Dengan latar belakang keluarga berpendidikan Belanda, Dora Sigar menerapkan disiplin ketat kepada putra-putrinya. Di meja makan, misalnya, semua tata krama dan etiket Belanda sangat ketat dijalankan, seperti tangan tidak boleh ke sana ke mari, serbet harus dilipat di pangkuan, dan garfu sendok tidak boleh bunyi.
Perpaduan dua kepribadian orangtua inilah yang sangat membentuk kepribadian Prabowo. Disiplin dan sikap keras diturunkan dari sang Ibu, gaya berpikir kritis dan bebas dari sang Ayah. Ia tumbuh menjadi anak yang cerdas, lugas tanpa basa-basi, sangat taat aturan sehingga sangat kaku dalam pergaulan, dan kritis. Dan, dari penuturan kawan-kawan dekatnya, Prabowo adalah anak kesayangan ibunya.
Masa kecil Prabowo banyak dihabiskan dalam masa pelarian ke beberapa negara bersama ayahnya, menjadikan ia sebagai sosok yang mandiri, pekerja keras dan sangat dekat dengan rakyat kecil. Pendidikan militer di Magelang mengasah jiwa patriotiknya dan berhasil lulus sebagai lulusan terbaik.
Pada 1976, Prabowo dipercaya sebagai Komandan Pleton Para Komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) dan ditugaskan sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor-Timur. Setahun kemudian menjadi Komandan Kompi Para Komando Grup I Kopassandha dengan pangkat Letnan Satu.
Karier militernya terus melejit, ketika dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teros (Gultor) Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus) pada 1983. Dan, setelah menyelesaikan pelatihan di “Special Forces Officer Course” Fort Benning, Amerika Serikat, Prabowo diberi tanggung jawab sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara (Linud) 328 Kostrad hingga 1987 dan diperpanjang sampai 1991. Kemudian menjadi Kepala Staf Brigade Infanteri Linud 17/Kujang/Kostrad, 1991 hingga 1993. Prabowo kembali ke Kopassus sebagai Komandan Grup 3 yaitu Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus di Batujajar, Jawa Barat, tahun 1993. Setahun kemudian sebagai Wakil Komandan Kopassus. Dan, tahun 1994, ia dipercaya menjadi orang nomor satu di korps baret merah pasukan elit TNI Angkatan Darat itu.
Tahun 1998, Prabowo ditarik kembali menjadi Panglima Kostrad dengan pangkat Letnan Jenderal, dalam usia relatif muda yakni 47 tahun. Di tahun inilah ia tersandung tragedi Mei yang membuatnya dipindahkan menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI (Sesko TNI). Dan atas pertimbangan Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Prabowo diberhentikan dari dinas kemililiterannya.
Jatuh Cinta. Menurut sumber The Politic, Prabowo dipertemukan (dicomblangi) oleh Wismoyo Arismunandar dengan  anak Alm Presiden Soeharto, Titiek Soeharto, ketika ia menjadi ajudan Wismoyo kala itu. Siti Hediati Hariyadi yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 14 April 1959, lebih dikenal dengan Titiek Soeharto adalah anak keempat mendiang mantan Presiden Soeharto. Ketika pertama kali bertemu, lanjut sumber, langsung saling tertarik, padahal saat itu Prabowo sudah bertunangan dengan anak dari dr. Sajiman, Kepala RS TNI di Magelang, yang sekarang sudah menjadi dokter gigi, kawin dengan seorang ginekolog di Yogyakarta.
Prabowo suka dengan tunangannya ini karena pintar memainkan piano lagu-lagu klasik, suka membaca buku, cerdas, dan sering berbahasa Inggris dalam komunikasi keduanya. Namun, setelah bertemu Titiek, Prabowo langsung jatuh hati dan terpesona dengan kepribadian Titiek yang lincah, gaul, smart, dan tekun. Padahal perbedaan kepribadian keduanya sangat mencolok.
Prabowo yang sangat disiplin, selalu ikut tata krama dan aturan, formil, tegas, sehingga terkesan kaku, tipikal gaya aristokrat hasil gemblengan sang Ibu. Sementara Titiek yang lincah, dinamis, cenderung melawan aturan protokoler istana. Boleh dibilang Titiek itu anak jalanan sedangkan Prabowo anak rumahan yang patuh. “Titiek itu ketika sekolah di SMPN 1 dan SMAN 3, sering membuat ajudannya kelabakan. Misalnya, ia senang sekali main sepeda di sawah-sawah di Menteng kala itu, atau naik bus bersama teman-teman sekolahnya, dan senang bergaul/berbaur dengan orang-orang miskin,” tutur sumber.
Parabowo akhirnya menikah dengan Titiek pada Mei 1983. Pasangan ini dikaruniai seorang anak yang sangat pintar, Didiet Prabowo, yang menghabiskan sebagian masa sekolahnya di Boston, Amerika Serikat. Kini Didiet sudah menjadi salah satu desainer yang mulai diperhitungkan di tanah air. Dan, sesekali terkadang terlihat ia ikut dalam kegiatan bapak atau ibunya, meskipun kedua orangtuanya itu sudah tidak bersama lagi.
Usia perkawinan pasangan Prabowo-Titiek ini berakhir  pada perceraian, namun tidak diketahui secara persis kapan pasangan ini berpisah. Berbagai spekulasi tentang sebab perceraian ini beredar di masyarakat, mulai dari kebiasaan-kebiasaan keduanya yang tidak sama, Prabowo dianggap berkhianat pada Pak Harto, Titiek yang memiliki PIL, sampai cedera permanen yang dialami Prabowo akibat tertempak ketika bertugas di Tim-Tim. Namun, orang-orang dekat Prabowo lebih condong menyebut perbedaan kebiasaan yang jadi faktor utama perceraian keduanya. Sampai berita ini diturunkan, baik Prabowo maupun Titiek tidak memberikan klarifikasi, meskipun sudah beberapa kali dihubungi melalui surat, email (kotak pesan di akun Facebook), dan SMS.
Setelah perceraian, hubungan Prabowo dengan Titiek tampak tetap mesra. “Mereka selalu bersama-sama dan akur kalau menyangkut urusan sekolah anak. Biasanya mereka selalu mengurus berdua, dan janjian bertemu di luar negeri. Semakin ke sini keduanya tampak semakin mesra, Titiek biasanya menitipkan pesan lewat orang dekat Prabowo, dan Prabowo sampai saat ini sangat menghargai Titiek, ia selalu menyapa dan menyebut nama Titiek dengan didahului sebutan Mbak,” cerita sumber yang mengaku dekat dengan keduanya. Apakah keduanya masih saling cinta? Mungkinkah mereka akan bersatu lagi? “Kemungkinan itu bisa saja, apalagi semakin ke sini kelihatannya mereka semakin mesra,” tambah sumber.
Gaya Militer. Sikap lugas, tegas, disiplin, dan formal sangat melekat pada sosok seorang Prabowo Subianto. Darah militer yang mengalir dalam dirinya seakan kian kental meskipun kini tidak lagi di militer. Ketika The Politic menyambangi tempat pelatihan kader-kader muda Gerindra di dekat kediamannya di Bukit Hambalang Bogor, nuansa militer sangat terasa. Setting lokasi pelatihan dibikin seperti camp militer dengan beberapa barak, persis seperti pelatihan militer. Model pelatihan pun mengadopsi cara-cara militer.
Ketika ditanyakan tentang gaya militer seperti ini, orang terdekat Prabowo, yaitu Fadli Zon mengatakan, “Tentang gaya militer ini, saya kira itu persepsi orang yang berbeda-beda, tentang militer banget atau tentang aristokrat saya kira banyak orang yang berpandangan berbeda.” Fadli Zon menerangkan bahwa memang Prabowo lama dididik seperti itu dan sudah melekat dalam dirinya.
Pandangan seperti ini dibenarkan oleh Eros Djarot yang menulis buku Prabowo Sang Kontroversi.Bahkan menurut Eros, watak Prabowo yang militeristik itu terkesan menakutkan, tetapi itu bagi mereka yang tidak mengenal Prabowo dengan baik. Menurut sumber The Politic, terkait jiwa militer yang melekat dalam dirinya, Prabowo juga orangnya temperamental, cepat naik darah kepada siapa pun.
“Ya kalau temperamental memang dididik untuk itu kan, tentara itu satu prinsipnya, to kill or to be killed, jadi mentalitas itu juga sebagai tentara yang baik ya harus begitu. Tetapi dari sisi lain dia (Prabowo) tentara yang ada etikanya juga, jadi kalau tidak memegang senjata ya tidak dibunuhnya, kan dalam peperangan, termasuk penculikan anak-anak itu kenapa tidak dibunuh karena dia tidak mau, jadi dia orang yang punya prinsip, bahwa temperamental konon ya, dia lelaki tertua memang dituntut seperti itu artinya membuktikan sosok dia yang mempunyai eksistensi sendiri dia juga membentuk karakternya lebih keras lagi supaya orang yakin dia adalah Prabowo yang berwibowo,” jelas Eros Djarot.
Habiskan 37 Handphone. Terkait sifat temperamental tersebut, beredar khabar yang cukup unik, bahwa di tahun 2009 lalu, Prabowo menghabiskan banyak sekali hanphone, kira-kira berjumlah 37 unit, yang dilempar karena emosi. “Tidak benar itu. Itu hanya isu yang sengaja disebar oleh orang-orang yang tidak suka dengan Pak Prabowo,” tegas Fadli Zon. Lebih lanjut Fadli Zon menegaskan bahwa saat ini gaya militer dalam keseharian Prabowo sudah tidak seperti ketika dulu ia masih di militer. “Sekarang tidak ada karena sering berhadapan sama rakyat, jadi selama ini juga berhadapan dengan masyarakat di berbagai daerah di bebagai organisasi juga, kita lihat dia juga bukan orang yang sulit untuk dihubungi kecuali memang dalam kesibukannya saja. Kalau masalah mental tentara saya kira tidak sepenuhnya juga benar, kalau ketegasan hal-hal tertentu ia memang bawaan dari militer, ini diperlukan karna itu sangat terkait dengan kedisiplinan. Kalau di militer orang tidak disiplin bisa jadi gerombolan kejahatan,” kata Fadli Zon.
Selain gampang marah, Prabowo ternyata juga romantis, mudah terenyuh, dan melankolis. “Dia itu orangnya romantis lho….,” kata seorang yang mengaku sebagai temannya, yang juga teman Titiek, mantan istrinya. “Iya, Prabowo itu ada melankolisnya, terutama ketika berhadapan dengan masyarakat yang hidupnya serba kekurangan,” kata Eros Djarot. Seringnya berhadapan dengan penderitaan rakyat inilah yang semakin menumbuhkan jiwa nasionalis dalam diri Prabowo. Selain itu, karena lama hidup di luar negeri, Prabowo ingin menunjukkan eksistensi nasionalismenya yang terkadang terlihat berlebihan.
“Dia orang yang lama di luar, yang ingin membuat semua orang percaya kalau ia seorang nasionalis tulen sehingga tampak semua serba over. Pada saat ia tidak jadi tentara lagi, masuk ke sipil memang banyak yang harus ia perbaiki, citra-citra dia yang lama. Penampilan kaya’ Bung Karno itu kan diperlukannya, karena ia memerlukan citra dulu, bahwa ia musuhnya kaum nasionalis itu sedikit demi sedikit ia coba kikis dan hal itu yang membuat orang melihatnya agak ekstrem, jadi ada semacam hypernasionalisnya, di satu sisi baik tetapi bagi yang tidak mengenal dia, itu terkesan hanya acting politik saja, saya mengenal dia dan keluarganya, ia cinta Indonesia 100 persen dan ia seorang nasionalis sejati,” kata Eros Djarot.
Terjun ke Bisnis. Setelah tidak aktif di kemiliteran sejak tahun 1998, Prabowo lebih banyak menghabiskan waktunya di Yordania dan sejumlah negara di Eropa dan Asia. Ia lalu terjun ke dunia usaha, membantu adiknya Hashim Djojohadikusumo, yang sudah lebih dulu sebagai pengusaha minyak di Kazakhstan.
Kembali ke Indonesia, sekitar tahun 2002, Prabowo membeli PT Kiani Kertas yang saat itu sudah berada di BPPN sebagai perusahaan yang ‘sakit’ karena terbelit utang yang besar. Kok Beli perusahaan sakit? Nah, rupanya PT Kiani Kertas ini mempunyai sejarah tersendiri.
Menurut sumber The Politic, pada tahun 1987 Presiden Suharto memerintahkan seorang pengusaha ternama, Bob Hasan, untuk membangun usaha di ujung timur Kalimantan Timur, di mana terdapat beberapa pulau kecil yang sangat strategis dan berada dekat perbatasan dengan Malaysia. Alasan Pak Harto sangat masuk akal karena ia melihat ada tanda-tanda Amerika sudah mulai melirik pulau-pulau itu sebagai Pangkalan Militer menggantikan Subic di Filipina yang habis masa kontraknya. Maka resmilah PT Kiani Kertas berdiri di atas lahan seluas 3.400 hektar, pada tahun 1990, yang berlokasi di Makajang, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten BerauKalimantan Timur.
Hitungan secara ekonomis pada masa itu tidak menguntungkan karena selain medannya berat, kebutuhan bahan baku untuk pabrik kertas sangat sulit, sehingga harus impor. Namun, karena pertimbangan geopolitik demi keutuhan serta keamanan negara, langkah itu harus diambil meskipun high cost. Sayang, costyang tinggi ini lambat laun membebani perusahaan hingga tak kuat lagi untuk terus beroperasi, utang sudah mulai menumpuk, sehingga kemudian pada 1998 diambil alih oleh negara, di bawah BPPN.
Ketika Prabowo kembali ke Tanah Air, seorang petinggi Bank Mandiri menawarkan bantuan kepada Prabowo untuk membeli PT Kiani Kertas dari BPPN, tahun 2002, dengan alsan selaian perusahaan itu layak diperbaiki, juga alasan nasionalisme, agar tidak dibeli oleh Malysia, atau Amerika. Bersama koleganya yang juga mantan tentara yang juga mantan menteri perindustrian,  Luhut Panjaitan, Prabowo pun kemudian mendapatkan kucuran kredit dari Bank Mandiri sebesar lebih dari  Rp 2 Triliun  untuk mengambil PT Kiani Kertas. Sayangnya meski berbagai upaya dilakukan pada PT Kiani Kertas , tetap saja perusahaan tersebut tidak bergerak maju, hingga akhirnya Luhut dan Prabowo pecah kongsi.
Pinjaman Bank Mandiri ke Kiani Kertas ini, sempat masuk ke pengadilan dan menyeret para direksi Bank Mandiri  sebagai tersangka. Namun kemudian kasus hutang PT Kiani ini tidak berlanjut, karena Prabowo telah melunasi hutangnya ke Bank Mandiri , beserta bunganya, sehingga tidak ada kerugian Negara.   Ada cerita menarik saat seorang petinggi  Bank Mandiri harus menagih utang pada Prabowo  di tahun 2005, dimana saat   saat itu  sudah jatuh tempo. “Hati-hati lho Pak, kemana-mana Prabowo itu bawa pistol” tiru seorang petinggi Bank Mandiri  saat diperingatkan oleh temannya. Meski sempat ngeper harus berhadapan empat mata dengan Prabowo, namun petinggi Mandiri tadi berfikir , Prabowo dibesarkan oleh seorang ibu yang sangat taat beragama, sehingga tidak mungkin akan menembak dirinya begitu saja, saat ia harus menagih utang pada Prabowo. Ketika mulai masuk dalam ruangan, dimana hanya ada  petinggi Bank Mandiri itu dan Prabowo, digambarkan oleh petinggi  Bank Mandiri itu suasananya sangat tegang. “Saya akui saya sempat ketar-ketir juga,” tutur sumber tersebut.
Di ruangan tersebut terdiri dari meja panjang, dimana Prabowo duduk di ujung meja yang satu dan diujung meja yang lain , duduk petinggi Bank Mandiri tersebut. Suasana masuk ke ruangan dengan wajah  tegang, dan agak memerah. Kemudian saat duduk Prabowo  meletakkan agenda di meja dan sebuah “barang” juga diletakkan di sebelah agenda. Dalam kondisi ketakutan yang luar biasa, akhirnya petinggi Bank Mandiri ini mempunyai ide , untuk tidak langsung berbicara pada masalah utang Prabowo, tetapi  memulai pembicaraan  dengan  menyitir beberapa ayat  yang  ada dalam Al Kitab. Maklum Prabowo sangat hormat terhadap ibunya, sehingga ia juga sangat paham terhadap ajaran-ajaran agama Kristen yang dianut ibunya.  Dan benar saja, suasana pertemuan menjadi cair , hingga Prabowo dengan wajah yang tidak tegang lagi mengatakan, bahwa dirinya adalah orang yang dididik untuk tidak ngemplang utang dan selalu bertanggung jawab. “Jadi semua berapa jumlah utang saya plus bungnya,” tutur petinggi Bank Mandiri itu menirukan pertanyaan Prabowo. Yang tanpa diduga oleh petinggi Bank Mandiri itu adalah, saat ia menyebutkan jumlah hutang pokok dan bunganya yang mencapai Rp 2 T lebih, Prabowo ternyata langsung mengatakan akan melunasi utang tersebut sekaligus. Dan benar saja saja beberapa hari setelah pertemuan itu, Prabowo membayar utang PT Kiani ke Bank Mandiri secara lunas baik utang pokok maupun bunganya. “ Saya hingga hari ini sangat surprise dan gak habis pikir, duit Prabowo demikian banyak sehingga bisa bayar utang cash, plus bungnya. Padahal jumlahnya sangat besar,” tutur petinggi Bank mandiri, yang akhinrya memuji Prabowo sebagai orang yang bertanggungjawab.
 Saat ini Prabowo sendiri  telah memiliki belasan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, seperti kehutanan, kertas dan bubur kertas, kelapa sawit, tambang batu bara dan perusahaan jasa dengan total asetnya sekitar US$ 1 miliar atau Rp 10,5 triliun. Semua perusahaan ini berada di bawah perusahaan induk Nusantara Energy Group, yang terpusat di Lantai 9 dan 10, Menara Bidakara, Jakarta Selatan.
Selain PT Kiani Kertas, sektor lain pun dirambah Prabowo. Sektor kehutanan dan perkebunan, Nusantara Energy memiliki enam perusahaan, yaitu PT Kiani Hutani Lestari, PT Belantara Pusaka, PT Tanjung Redeb Hutani, PT Kiani Lestari, PT Tusam Hutani Lestari, dan PT Tidar Kerinci Agung. Industri pertambangan, Nusantara Energy memiliki tujuh perusahaan, yaitu PT Energi Persada Nusantara, PT Nusantara Wahana Coal, PT Nusantara Kaltim Coal, PT Batubata Nusantara Coal, PT Kaltim Nusantara Coal, PT Nusantara Santan Coal, PT Nusantara Berau Coal. Sedangkan di sektor perikanan, ada PT Jaladri Swadesi Nusantara, dan sektor jasa melalui PT Gardatama Nusantara dan PT Tribuana Antarnusa.
Didukung Sang Adik. Pesatnya perkembangan bisnis Prabowo, tak lepas dari dukungan adiknya, Hashim Djojohadikusumo yang juga ikut berperan dalam Nusantara Energy. Hasim juga turut membantu pulihnya bisnis PT Kiani Kertas milik Prabowo dengan dana dari penjualan asset milik Hasim di bulan Februari 2007, yaitu Bangsa Energi Co, sebuah perusahaan minyak dan gas yang berbasis di Calgary, Kanada. Juga saham di lapangan minyak dan fasilitas lainnya di Kazakstan kepada Grup Citic, sebuah perusahaan energi dari China dengan harga US $ 1,91 miliar.
Selain ikut terlibat di Nusantara Energy, Hasim Djojohadikusumo juga menggerakkan roda bisnis di bidang perfilman dengan membiayai produksi film perdana Merah Putih yang muncul pertama kali pada Agustus 2009 melalui perusahaan film PT Media Desa Indonesia. Sumber The Politic menjelaskan bahwa Hasim terlibat dalam pembuatan film sebagai produser eksekutif. “Di dalam pembuatan film ini bekerja sama dengan rumah produksi internasional Rob Allyn dari Margate House, rumah produksi inilah yang berperan besar pada pengaturan tema, setting tempat sampai penentuan tokoh-tokoh yang main pada film tersebut,” kata sumber.
Prabowo  sendiri tadinya juga aktif menangani perusahaan-perusahaan miliknya, dan setiap rapat rajin sekali datang. Tetapi, menurut pengakuan beberapa staf di Nusantara Energy, akhir-akhir ini Prabowo jarang sekali ke kantor, karena kesibukannya di Partai dan organisasi. Meskipun demikian, bukan berarti perusahaan-perusahaannya mandek alias kolaps, karena masih ada Sang Adik yang mengelola perusahaan bersama orang kepercayaan Prabowo seperti Fadli Zon.
Terbelit Utang. PT Kertas Nusantara yang terbelit utang Rp14,3 triliun lebih kepada 120 kreditor, beberapa waktu lalu nyaris dipailitkan. Menurut Fadli Zon, dalam dunia bisnis masalah utang-piutang bukan suatu hal yang aneh. Begitu juga dengan perusahaan milik Prabowo. “Bukan soal tidak becus mengelola perusahaan, tetapi masalah utang itu masih terkait utang-utang lama perusahaan dengan pemilik lama,” tegas Fadli Zon.
Seperti diketahui, pengadilan akhirnya memutuskan penjadwalan kembali pembayaran utang PT Kertas Nusantara kepada 120 kreditor. Perusahaan yang dulu bernama Kiani Kertas itu pun gagal pailit.
Selain masalah  utang PT Kertas Nusantara, menurut sumber Prabowo yang tadinya sudah melunasi utang PT Kiani ke Bank Mandiri, akhirnya tetap mengalami kesulitan menjalankan operasional perusahaanPulp and Paper itu, konon ini lantaran Prabowo tidak piawi dalam memilih SDM yang bisa menjalankan perusahaan yang berbasis menggunakan bahan baku  kayu ini. Akibatnya PT Kiani terus-menerus merugi dan selalu kesulitan bahan baku. Bahkan menurut sumber, sudah beberapa tahun terakhir ini, untuk menjalankan PT Kiani kertas tersebut, Prabowo dibantu pengusaha Arifin Panigoro. “Tadinya dipinjami alat-alat berat, belakangan yang saya dengar biaya operasional juga sebagian sudah dipinjami AP (Arifin Panigoro-red),” ujar sumber tersebut. Masih menurut sumber tersebut , Prabowo yang  kini kesulitan  mengembalikan utang ke Arifin Panigoro, berencana menjual PT Kiani Kertas ke Arifin Panigoro. “Sekarang masih dalam tahap itung-itungan kalau tidak salah,” tutur sumber tersebut.
Sumber yang lain menyebutkan, bukan hanya PT Kiani yang mengalami kesulitam, beberapa perusahaan Prabowo juga sempoyongan, yang disebabkan oleh pengelolaan yang kurang baik, karena SDM  atau eksekutif yang direkrut Prabowo untuk mejalankan perusahaan yang banyak berbasis pada pertambangan, perkebunan dan kehutanan itu, rata-rata tidak memiliki kompetensi di bidang tersebut, sehingga perusahaan dikelola asal-asalan. Sebagai contoh , lanjut sumber tersebut, Prabowo yang juga mengambilalih PT ITCI (International Timber Corporation Indonesia)  yang dulu saham mayoritasnya dimiliki oleh Bob Hasan dan Yayasan-Yayasan milil Alm Pak Harto, saat ini dalam kondisi berantakan. Padahal dulu  perusahan pengelolaan Hak Pengusahaan Hutan  (HPH) dan HTI (hutan Tanaman Industri)  yang berlokasi di Kalimantan Timur ini merupakan perusahaan yang sangat sehat, bahkan untuk program HTI-nya beberapa kali mendapat penghargaan, baik di tingkat  nasional maupun internasional. “ Perusahaan-perusahaan Prabowo banyak yang sempoyongan, karena salam manajemen. Jadi secara likuiditas duitnya dia gaksebanyak dulu,” tutur sumber tersebut.
Sumber itu yakin, kalau toh Prabowo maju menjadi presiden, maka itu bukan dibiayai sendiri, tetapi dibiayai oleh adiknya yang sudah terlebih dahulu terjun di bisnis, saat Prabowo masih aktif sebagai tentara, yaitu Hasim Djojohadikoesumo. “Kalau saat ini Prabowo itu gak punya duit, yang punya duit Hasim. Jadi kalau jadi presiden ya cukong utamanya adiknya itu,” tutur sumber yang dekat dengan Prabowo.
Lebih lanjut sumber itu mengatakan, bahwa meski perusahaan Hasim di dalam negeri tidak seberkembang  seperti di jaman Orba, namun beberapa perusahaan Hasim di luar negeri yang bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan saat ini  masih berjalan dan cukup likuid. Seperti diketahui, Hasim boleh dikatakan pelopor dalam perdagangan imbal barang ke Negara-negara Eropa Timur dan Timur Tengah. Melalui perusahaan PT Prima Comexindo, di akhir tahun 1980-an hingga era orde baru berakhir, perusahaan Hasim  boleh dikatakan  sebagai satu-satunya perusahaan yang sukses melakukan perdagangan imbal barang. Perdagangan imbal barang di sini  terjadi lantaran, beberapa Negara itu  belum memiliki hubungan dagang dengan Indonesia, sehingga yang terjadi misalnya Hasim memenuhi kebutuhan Negara-negara tersebut seperti  berbagai komonditi  kapas, rempah dan lain-lainnya, termasuk semen, kemudian  nantinya Hasim dari negera tersebut akan mendapatkan barang juga, misalnya berupa  minyak mentah.
Masalah Psikologis. Sementara itu  sumber yang dulu dekat Cendana kepada The Politic mengatakan, bahwa untuk menjadi presiden Prabowo harus mengubah  sikap temperamentalnya. Sikap temperamental  Prabowo itu sendiri  terbentuk lantaran masalah psikologis yang bertubi-tubi yang dialaminya. Pukulan pertama datang, manakala Prabowo yang selalu berada di garis depan saat konfrontasi di Tim-Tim, kabarnya tertembak di bagian paha atasnya, hingga ia harus dioperasi dan menyebabkan ciri permanen pada bagain kelaki-lakiannya.  Namun hal ini dibantah oleh sahabat Prabowo . “Menurut orang yang mengobati Prabowo, dia itu sudah normal lagi. Bahkan dia  setelah becerai dengan Titik, ia bebeberap kali sempat   pacaran dengan waniata-wanita cantik yang hobi berkuda seperti dirinya itu,” ujar sumber tersebut.
Pukulan kedua adalah perceraiannya dengan Titiek, dan pengusiran yang dilakukan oleh Mamiek Soeharto. Menurut sumber yang juga kerabat Pak Harto, saat demonstrasi di mana-mana  pada Mei 1998  menjelang Pak Harto jatuh, kala itu semua anak-anak  Pak Harto berkumpul di rumah Pak Harto. Saat Prabowo masuk ke rumah ingin  ikut menghibur Pak Harto dan memberikan laporan dengan apa yang terjadi di lapangan, Mamiek yang melihat kelebat Prabowo masuk rumah Pak Harto di Jln Cendana, langsung mengusir Prabowo  untuk keluar rumah dan memaki-makinya, karena Prabowo diangkap sebagai pengkhianat yang ikut menggulingkan  Pak Harto. Tak lama setelah Pak Harto jatuh, beradar kabar Prabowo bercerai  dengan Titiek, namun tepatnya kapan, hingga kini tidak satu pun berita terlansir.
Setelah Pabowo tidak jadi menantu Pak Harto lagi, praktis Prabowo tidak pernah datang ke Cendana, dan ia baru datang saat Pak Harto wafat. Prabowo tidak hanya datang, tapi juga ikut ke Pemakaman di Giri Bangun, Karang Anyar, Jawa Tengah.  Lalu bagaimana hubungannya dengan Titiek Suharato saat ini? “Kalau ada yang bilang hubungannya sekarang mesra, saya tidak percaya,” tutur kerabat Cendana tersebut.  “Bagaimana hubungan Titiek dan Prabowo mesra, lha Wong Titiek malah jadi pendukung lawan Prabowo pada saat terjadi perebuatan Ketua Umum  HKTI , dimana Titiek berada di kubunya Usman Sapta,” tumbah sumber itu .
Masalah psikologis lainnya adalah, Prabowo yang sangat menginginkan putra satu-satunya, Didiet untuk menjadi tentara, ternyata sang putra lebih memilih dunia “gemulai” yaitu sebagai desainer dan juga penari, mirip dengan profesi yang dijalani Omnya, Guruh soekarno Putra.
“Ini ada positif dan negatifnya kalau ia jadi presiden. Negatif kalau sifatnya yang temperamental itu tidak diubah saat ia jadi pemimpin, ini kan bisa berbahaya. Positifnya, dengan tidak memiliki istri dan anak hanya satu, potensi KKN –nya jadi tidak sebesar yang dilakukan mantan mertuanya. Hanya saja karena ada Hasim sebagai pengusaha yang membiayainya yang harus nanti diwaspadai,” tutur sumber tersebut.
      Program Perubahan.  Meski punya sifat temperamental, namun jiwa dan semangat nasionalis yang membara dalam diri Prabowo ditunjukkannya dengan kesibukannya yang seabrek berhubungan dengan masyarakat kecil. Sebagai Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) dan Ketua APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Seluruh Indonesia) Prabowo selalu melakukan kunjungan ke daerah-daerah, memberikan pelatihan-pelatihan kepada para petani dan pedagang kecil.
Karena itu, jika kelak menjadi presiden, Prabowo sudah menyiapkan Program Aksi yang sangat memihak pada rakyat kecil. “Contohnya, menjadwalkan kembali utang luar negeri, menyelamatkan kekayaan Negara untuk menghilangkan kemiskinan, melaksanakan ekonomi kerakyatan, delapan program desa, memperkuat sektor usaha kecil, kemandirian energi, pendidikan dan kesehatan, menjaga pelestarian alam dan lingkungan hidup,” terang Fadli Zon.
Namun, akankah Prabowo akan terpilih jadi presiden di 2014 nanti? Mengingat sandungan kasus HAM yang terus membelitnya, karena hingga kini belum tuntas penyelesaiannya. Apalagi, negara-negara Barat tidak akan mendukung jika calon pemimpin masih terkait kasus pelanggaran HAM. Untuk masalah ini, Fadli Zon membantahnya. “Saya kira mengenai HAM itu suatu isu yang lama dan di Eropa tidak ada masalah dengan Pak Prabowo, Prabowo juga mendapatkan komunikasi yang baik dengan orang-orang Eropa, di Arab juga tidak ada masalah,dengan peminpin-pemimpin Asia juga tidak ada masalah.Kalau Hak Asasi Manusia itu lama ya.. saya kira sudah selesai,” tutup Fadli Zon. HJC, Ardi, Sopan, Amir
Sidebar
Miliki Puluhan Kuda Harga Miliaran Rupiah
Foto:detik.com

Istana Prabowo berpadu dengan hijaunya Bukit Hambalang, sangat megah dan asri dengan rerumputan dan pepohonan pinus. Selain di depan, di bagian belakang rumah juga terdapat satu pos penjagaan. Menurut sumber The Politic, rumah petinggi Gerindra ini berfasilitas sangat lengkap. Tak hanya  itu, dua buah istal kandang kuda sebanyak 17 ekor kuda milik Prabowo berjenis Lusiano turut melengkapi  fasilitas di rumah itu. Kuda-kuda tersebut didatangkan langsung dari Portugal. Tak tanggung-tanggung, konon harga per ekornya mencapai miliaran rupiah!

Prabowo memang begitu hobi berkuda. Sehingga untuk melengkapi hobinya, tersedia lapangan terbuka untuk latihan berkuda. Selain itu ada satu arena pacuan tertutup yang dialasi pasir putih. Lapangan terbuka terdapat di bagian depan dan belakang rumah. Sementara, arena pacuan tertutup berada di samping taman depan. Menurut para petugas keamanan rumah, Prabowo selalu menyempatkan diri berkuda di seputaran kediamannya.
Berenang Sebelum Berkuda. Menurut sumber The Poltiic, rumah itu juga dilengkapi kolam renang air panas. Kolam renang itu biasa digunakan oleh Prabowo sebelum berkuda. “Beliau setiap pagi berenang dulu, baru berkuda,” ungkap sumber. Selain hobi berkuda, Prabowo juga sangat hobi membaca, sehingga menurut sumber, di dalam rumahnya terdapat pula perpustakaan pribadi yang sangat lengkap. Perpustakaan itu digunakan untuk mengisi waktu luang. Fasilitas-fasilitas lainnya di kediaman yang mewah ini, terdapat pula ruangan untuk bermain billiard. “Ada tempat main billiard juga,” ungkap sumber The Politic.
Menurut pemilik warung yang berada di samping belakang rumah Prabowo, sesekali Prabowo keluar rumah untuk menghirup udara segar di sekitar rumahnya. Ratna, pemilik warung ini juga pernah berpapasan ketika Prabowo tengah berjalan-jalan menghirup udara segar. “Iya, paling senyum gitu,” tuturnya. Menurut pengamatannya, Prabowo datang ke rumahnya hanya pada hari Jumat saja.
Menurut sumber The Politic, rumah kediaman Prabowo di Hambalang ini sudah berdiri sejak tahun 1990 -an. Namun, pada tahun 2008 rumah itu direnovasi dan sejak itu baru aktif ditempati oleh Prabowo dan saudaranya. Selain itu, sekitar 250 meter dari rumah pribadinya, terdapat pula vila megah milik Prabowo. Ditambahkan sumber The Politic, di kediamannya, Prabowo juga memiliki dua anak perempuan yang diangkat sebagai anaknya. “Ya, punya anak angkat dua, semuanya perempuan,” tutur sumber.
Diklat Kader Muda Gerindra. Tak hanya itu tak jauh dari Vila dan rumah pribadi Prabowo, tepatnya di Kampung Curug, RT 3/9, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dijumpai lokasi Diklat Kader Muda Gerindra. The Politic yang sedang mencari tahu keseharian Prabowo di rumahnya langsung menuju lokasi diklat untuk melihat dan mendengarkan kegiatan diklat yang sedang berlangsung pada Jumat (25/11) itu.
Dari pengamatan The Politic, terdengar sedang ada pemberian materi. Materi tersebut menggambarkan keadaan rakyat Indonesia dan harga-harga pokok yang melambung seperti sekarang. Materi lainnya mengenai visi misi Gerindra. Pemberian materi dalam Diklat Gerindra Muda sangat lantang dan berapi-api sehingga terdengar oleh The Politic dari jauh. “Gerindra kalah, negeri kita akan hilang. Sistem demokrasi lambat laun akan buyar. Lalu akan kemana petani-petani kita, pekerja-pekerja kita?”
Dalam diklat kader muda Gerindra ini Prabowo memberikan beberapa pokok pemikirannya. Pokok pikiran ini diposting dalam situs jejaring Twitter pribadinya, yaitu:
1. Saya tidak terima negara saya dibilang kere, miskin dan peminjam uang. Saya tidak terima bangsa saya disebut negara kleptokrasi. 2. Untuk itu saya terjun ke politik. Saya ingin berusaha mengubah sistem yang salah dan kembali ke Pancasila dan UUD 45. 3. Indonesia unggul, geografi kita unggul. SDA kita unggul dan sangat berlimpah, tetapi masyarakat kita banyak yang hidup miskin. 4. Ada yang salah di negeri kita. Ada sistem ekonomi yang perlu kita ubah. Tidak perlu kita takut untuk berjuang demi sebuah kebenaran. 5. Kita pasti akan mati dipanggil Tuhan YME. Mengapa harus takut mati untuk berjuang demi kebenaran dan kemajuan bangsa dan negara. 6. Perubahan dapat terjadi jika kita bergerak bersama. Untuk itu Gerindramenjadi partai kader, dengan proses kaderisasi terencana. 7. Proses kaderisasi terencana akan membantuGerindra menjadi partai yang bersih, yang kadernya tidak membohongi masyarakat.
Sayangnya, diklat yang diikuti oleh kader-kader muda daerah ini tertutup untuk media. Terpaksa The Politic hanya bisa mendengarkan dari jarak 150 meter secara diam-diam. Diklat untuk kader-kader muda Gerindra ini bertempat mirip sebuah camp TNI dengan dinding berwarna hitam dan atap yang terbuat dari jerami.
Dalam diklat tersebut, setiap pergantian materi, peserta diwajibkan untuk menyanyikan yel-yel seperti halnya pelatihan-pelatihan tentara. Peserta pun dibentak-bentak ketika terdengar nyanyian yel-yelnya kurang keras. “Yang keras suaranya, yang tidak serius ikut di sini ke kiri. Saya tidak mau bersama orang-orang sakit. Teriak yang keras. Jangan cuma tepuk tangan,”terdengar bentakan dari dalam camp. Para peserta diklat menyanyikan yel-yel “Garuda Di dadaku” dengan mengganti liriknya dengan lirik memuja Gerindra dan Prabowo. Mereka menyanyikannya dengan lantang sambil bertepuk tangan. “Garuda di dadaku, gerindra kebanggaanku, kuyakin hari ini pasti menang. Garuda di dadaku, Prabowo presidenku, kuyakin hari ini, pasti menang.” Amir, Sopan, Eko.

Sumber: tabloid The Politic Edisi 4

About these ads

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: