Anas Urbaningrum

Ketua Umum Partai Demokrat,

Cuplikan dari  wikipedia:

Terpilih pada usia 40 tahun menjadikannya salah seorang ketua partai termuda di Indonesia. Sebelumnya ia menjalankan tugas sebagai Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah DPP Partai Demokrat dan Ketua Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat. Anas terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2009 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII (Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung dengan meraih suara terbanyak. Sejak terpilih menjadi ketua partai, ia mengundurkan diri dari jabatannya di DPR.

++++

Namanya sering disebut sebut di berbagai kasus korupsi yang melibatkan petinggi Partai Demokrat. Tapi sampai sekarang status Anas Urbaningrum masih sebagai saksi .

++

Petinggi Demokrat Harap KPK Pertegas Status Anas
Penulis : Imanuel More | Minggu, 3 Februari 2013 | 20:11 WIB
 
Dibaca: 11941
|
Share:
Petinggi Demokrat Harap KPK Pertegas Status AnasKOMPAS/ALIF ICHWANKetua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera memperjelas status Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Ketidakjelasan status Anas dalam skandal korupsi proyek Hambalang, disebut mempengaruhi opini publik pada Partai Demokrat.

“Kami harap KPK cepat keluarkan hasilnya. Kalau (Anas) terlibat ya sudah, kalau enggak ya sudah demikian,” ujar Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jero Wacik, di kediamannya, di Jakarta, Minggu (3/2/2013). Tapi, kata dia, jajaran Partai Demokrat tak akan mencampuri proses hukum, sebagaimana amanat Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, kondisi saat ini, terutama hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang menyebutkan Partai Demokrat hanya akan meraup 8,3 persen suara, menggelisahkan kader partai. “Masalahnya sudah berkali-kali diberitakan (keterkaitan Anas). Efeknya di masyarakat, popularitas partai di masyarakat jadi turun,” terang Jero.

 

 

Popularitas Partai Demokrat, menurut Jero tak lepas dari kasus-kasus korupsi yang melibatkan kader partai. Selain itu, simpang-siurnya isu seputar keterlibatan Anas dalam skandal korupsi proyek Hambalang, semakin memerosotkan popularitas partai di mata masyarakat.

Karena itu, Menteri ESDM ini meminta Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, segera turun tangan. “Soal langkahnya seperti apa, ada banyak pasal (dalam AD/ART Partai Demokrat) yang bisa dipakai,” kata dia.

Jero menolak mempertegas apakah permintaan ‘turun tangan’ itu termasuk pemberhentian Anas. Tapi dia berpendapat, kesediaan Anas mengundurkan diri akan menjadi pilihan yang sangat baik bagi masa depan partai.

Berita terkait dapat pula dibaca dalam topik Geliat Politik Jelang Pemilu 2014

 

+++++++++++

Kata Bunda, Anas Pembohong

Lily Wahid memberondong Anas Urbaningrum. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyerang Anas mulai dari kasus Bank Century, kejanggalan Pemilu 2004 dan 2009, hingga masalah Initial Public Offering (IPO) Krakatau Steel.

Senin, 04 Maret 2013 , 19:33:58 WIB - Politik

 

GRESNEWS.COM - Lily Wahid memberondong Anas Urbaningrum. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyerang Anas mulai dari kasus Bank Century, kejanggalan Pemilu 2004 dan 2009, hingga masalah Initial Public Offering (IPO) Krakatau Steel.

Adik mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang akrab disapa bunda itu mengatakan Anas tidak akan buka-bukaan kasus Bank Century. “Tapi yang dibuka adalah pindahnya dia dari KPU ke Partai Demokrat,” kata Lily kepada Gresnews.com di Jakarta, Senin (4/3). 

Lily menuding kepindahan Anas dari KPU ke Demokrat itu mengindikasikan adanya ‘permainan’ dalam pelaksanaan pemilu. “Jika terbukti ada permainan, pemilu tidak sah,” cetusnya. Lantas Lily menghubung-hubungkan dugaan ‘permainan’ dalam pemilu itu dengan kriminalisasi terhadap mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang menjadi terpidana kasus pembunuhan. 

Setelah Anas mundur sebagai ketua umum Demokrat dan dikabarkan akan membuka sejumlah kasus yang melibatkan Demokrat, Lily justru mengatakan Anas merupakan tipikal anak muda yang mengedepankan kepentingan pribadinya untuk menghancurkan institusi yang pernah ditempati.

Lily juga mengungkapkan kegerahannya mengenai Anas yang kerap berbohong dan “nyantai-nyantai saja”. Ia menceritakan kejadian sekitar September-Oktober 2011 ketika sedang ramai mengenai IPO KS. Waktu itu ada pertemuan di Hotel Sultan, Jakarta, yang dihadiri Anas, Jafar Hafsah (Demokrat), dan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar. “Seminggu setelah pertemuan, terjadi penjualan KS dengan harga murah,” tuturnya.

Waktu itu, katanya, Anas menuduh Lily tukang fitnah. Anas tidak mengakui adanya pertemuan itu tetapi Jafar mengakui. “Anas bohong,” katanya.

Sementara itu pengacara Anas, Firman Wijaya, tak membalas pesan Gresnews.com yang meminta komentar mengenai tudingan Lily.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok tak mau berkomentar. “Saya tidak mau mengomentari,” kata Mubarok kepada Gresnews.com, Senin malam.

Anas adalah anggota KPU periode 2000-2007. Ia dilantik pada 24 April 2001 dan mengundurkan diri pada 8 Juni 2005. Anas adalah salah satu anggota KPU yang tidak dihukum karena kasus korupsi di KPU ketika itu, yakni, ketika KPK mengusut anggota KPU seperti Nazaruddin Syamsuddin, Mulyana W. Kusuma, Rusadi Kantaprawira. Anas dilantik menjadi ketua Fraksi Demokrat pada 1 Oktober 2009 dan mundur dari DPR pada 23 Juli 2010. Saat ini ia adalah tersangka korupsi proyek Hambalang di KPK.

Pengacara Antasari, Ari Yusuf Amir, beberapa hari lalu mengatakan Anas sempat membuka pembicaraan kepadanya mengenai penyelewengan teknologi informasi KPU. 

Berkaitan dengan IPO Krakatau Steel, Ketua Presidium Federasi Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono dulu menduga pertemuan antara Mustafa Abubakar dan Anas adalah untuk mengatur harga IPO dan alokasi saham krakatau Steel.

Anggota DPR, dalam rapat 8 Desember 2010, juga mencecar pertanyaan yang diajukan kepada penjamin emisi PT Krakatau Steel tentang penetapan harga dan penjatahan saham PT KS. Manajemen KS awalnya mengusulkan harga saham perdana pada kisaran Rp950-Rp1.000 per lembar. Namun, para penjamin emisi PT KS berkehendak lain sehingga harga ditetapkan Rp 850 per lembar saham. (LAN/PIK/GN-01)

http://gresnews.com/berita/politik/193343-kata-bunda-anas-pembohong#.UTVZfDe8Cho

About these ads

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: