Ahmad Fathanah

Ahmad Fathanah alias Olong Achmad Fadli Luran

Asisten pribadi Luthfi Hasan Ishaq (presiden PKS) yang tertangkap tangan membawa duit haram hasil jualan Sapi Import, saat bersama seorang mahasiswi bernama Maharani

++++++++++++++++++

Ini pengakuan Maharany soal malam bersama Ahmad Fathanah

Merdeka.comMerdeka.com – Jum, 1 Feb 2013

KONTEN TERKAIT

  • Ini pengakuan Maharany soal malam bersama Ahmad FathanahLihat FotoIni pengakuan Maharany soal malam bersama Ahmad Fathanah
MERDEKA.COM,Setelah sulit ditemui sejak dilepas KPK, Rabu (30/1) dinihari, Maharany Suciyono bicara terbuka kepada wartawan. Maharany Suciyono (19), mahasiswa Fakultas Komunikasi Universitas Moestopo Beragama itu mengisahkan situasi Selasa (29/1) malam saat bersama Ahmad Fathanah. Seusai pertemuan, Rany bersama Ahmad Fathanah ditangkap oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi.Rany menjelaskan, malam itu dia nongkrong bersama bersama teman-temannya di sebuah kafe di Senayan City, Jakarta. Saat nongkrong tersebut, tiba-tiba saja remaja bertubuh semampai itu didatangi oleh  waiters cafe dan memberinya nomor telepon untuk menghubungi seorang pria bernama Ahmad Fathanah.”Saya waktu itu sedang main sama temen-teman saya dan nongkrong di Senayan City satu hari sebelum penangkapan, terus saya disamperin waiters dan dikasih nomor telepon untuk menghubungi dia dengan nama Ahmad Fathanah,” kata Rany usai bangun tidur dengan mengenakan daster warna abu-abu saat ditemui di rumahnya, Jumat (31/1).Rani mengatakan, usai diberi nomor tersebut, dia langsung merespons dengan SMS ke nomor Ahmad Fathanah. AF kemudian mengajak dirinya bertemu untuk makan malam di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat.”Saya waktu itu langsung menghubungi dia lewat SMS, singkat kata Ahmad Fathanah ajak ketemuan di Le Meridien untuk dinner,” ujarnya.

Saat sedang di sebuah cafe di dalam Hotel Le Meridien, Rani diberi uang sebesar Rp 10 juta oleh Ahmad Fathanah. Namun tiba-tiba saja, anggota KPK datang dan langsung melakukan penggeledahan terhadap dia dan juga Ahmad Fathanah. Saat ditemukan uang, Rani berikut Ahmad kemudian dibawa ke kantor KPK.

“Saat di kafe saya dikasih uang segepok, ‘ini uang banyak banget,’. Tiba-tiba datang orang mengaku KPK, tanya-tanya, ditemukan uang terus dibawa ke kantor KPK,” paparnya.

Rupanya Maharany dan Ahmad sudah dikuntit oleh tim penyidik KPK. Lantaran dianggap tidak ada kaitannya dengan perkara suap impor daging sapi, KPK pun akhirnya melepaskan Rany pada Kamis pukul 02.13 WIB dinihari. Dia kemudian naik taksi BlueBird yang disediakan KPK.

Sumber: Merdeka.com

+++++++++++++++

Rani Bantah Ditangkap KPK Dalam Keadaan Bugil di Kamar Hotel

TRIBUNnews.comOleh Nurmulia Rekso Purnomo | TRIBUNnews.com – 14 jam yang lalu

KONTEN TERKAIT

  • Rani Bantah Ditangkap KPK Dalam Keadaan Bugil di Kamar HotelLihat FotoRani Bantah Ditangkap KPK Dalam Keadaan Bugil di Kamar Hotel

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Maharani Suciyono(19) wanita yang ditangkap KPK bersama seorang pria bernama Ahmad Fathanah terkait kasus suap impor daging mengaku tidak dalam keadaan bugil di dalam kamar hotel saat penggerebekan. Ia dan Ahmad kala itu sedang berduaan di kafe Hotel Le Meredien.

Rani mengatakan petugas KPK memang secara mengejutkan datang ke hotel tersebut. Belakangan menurut versi KPK, penyidik menggerebek mereka sedang berduaan di kamar hotel dalam kondisi tanpa busana. Namun versi Rani, Rani mereka berada di restoran.

Rani mengemukakan, salah seorang petugas KPK sempat menyampaikan kepadanya, KPK sudah tahu kalau ia tidak ada sangkut pautnya dengan kasus dugaan suap impor daging sapi yang melibatkan orang dekat Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq yakni Ahmad Fathanah. Fahtanah diduga menerima suap Rp 1 miliar dari Direktur PT Indoguna Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. Rani sempat diangkut ke kantor KPK, walupun Kamis dini hari dibebaskan KPK.

“Dia (Ahmad) mengaku sebagai pengusaha, dan ikut partai. Saya diberi uang Rp 10 juta, saya sempat kaget. Lalu saya tanya uang ini asli apa palsu?” kata Rani saat ditemui Tribunnews, Jumat(1/2/2013).

+++++++++++++++++

Wow….. Ternyata Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq Pernah Terlibat Kasus Penipuan

Oleh on Friday, 1 February 2013

Foto Antara
Lutfhi Hasan Ishaaq

JAKARTA—Hubungan antara Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq sebenarnya sudah lama. Dua orang ini juga pernah terlibat urusan di polisi dengan PT Osami Multimedia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan voucher telekomunikasi pada tahun 2005.

Ahmad Fathanah alias Olong Ahmad ini adalah pernah jadi Direktur PT Atlas Jaringan Satu, di mana Luthfi Hasan Ishaaq yang kini menjadi tersangka kasus suap impor daging sapi itu adalah Komisaris Utama. Perusahaan ini disebut-sebut sebagai perusahaan Luthfi Hasan Ishaaq ketika masih menjadi Bendahara Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kasus ini  pernah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Pada proses persidangan Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat kala itu memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan Luthfi Hasan Ishaaq, bendahara umum DPP PKS dalam kasus penipuan sebesar Rp 5,4 miliar.

Dalam kasus ini dirut PT Atlas Olong Achmad Fadli Luran atau yang kini popular Ahmad Fathanah menerima dana untuk dibelikan voucher pesanan Direktur PT Osami Multimedia, Amalia Murad Husain.

Kasus ini bermula ketika PT Atlas lewat dirutnya Olong Achmad Fadli Luran membuat perjanjian untuk menyediakan voucher pulsa Mentari dan Simpati sebesar Rp 7,1 miliar dengan PT Osami Multimedia, milik Amalia Murad.

Belakangan PT Atlas melakukan wan prestasi, dimana saat memasuki bulan keempat ternyata penyediaan voucher itu tersendat. Sehingga masih menyisakan sebesar Rp 5,4 miliar dan hingga kini belum terealisasi. Kasus tersebut menyeret nama Komisaris Utama PT Atlas Jaringan I, Luthfi Hasan Ishak yang juga bendahara umum DPP PKS.

Amalya Murad yang dihubungi membenarkan bahwa pihaknya pernah melaporkan ke dua orang tersebut ke Polda Metro Jaya. Namun dia tidak ingin menjelaskan lebih jauh tentang peristiwa yang pernah menimpa perusahaannya pada tahun 2004 tersebut. “Saya sudah hampir lupa, namun Olong Ahmad itu sudah pernah divonis bersalah di PN Jakarta dalam kasus yang kami ajukan tersebut,” kata Amalya. (mnk)

Popularity: 23% [?]

++++++++++++++++

+++++++++++++

Mirip Djoko, Fathanah sembunyikan harta di istri-istrinya

Reporter : Putri Artika R

Jumat, 3 Mei 2013 21:48:29

Mobil Ahmad Fathanah. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

107

Penyidik telah menyita lima mobil mewah yang diduga berkaitan dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Ahmad Fathanah (AF). Salah satu mobil yang disita penyidik yakni atas nama Andi Novitasari, istri muda Fathanah.

“Kemarin kita menyita mobil berkaitan dengan AF, mobil Jazz warna putih milik Andi Novitasari,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP, Jumat (3/5) malam.

Penyitaan itu dilakukan setelah Andi Novitasari menjalani pemeriksaan di KPK. Andi Novitasari diperiksa kapasitasnya sebagai saksi untuk suaminya.

Selain Andi, diketahui, penyidik telah memeriksa istri-istri Fathanah yang lain, termasuk Sefti Sanustika. Sefti yang tengah hamil ini juga tampak kerap mengunjungi suaminya di Rutan KPK.

Diduga Sefti dan Andi merupakan istri kesekian Fathanah. Kawan dekat Lutfhi Hasan Ishaaq itu diduga memiliki istri lebih dari lima orang. KPK mengendus, Fathanah menyembunyikan atau menyamarkan hartanya melalui istri-istrinya mirip seperti terdakwa korupsi simulator sim dan TPPU Djoko Susilo. Djoko menyamarkan dan menyembunyikan harta-hartanya melalui keempat istrinya.

Sayangnya, KPK belum mau menjelaskan siapa saja istri-istri Fathanah yang pernah diperiksa.

Penyidik juga pernah menggeledah apartemen Sefti Sanustika di Depok. Dari hasil penggeledahan itu, disita sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan TPPU AF. Kemudian penyidik menyita empat mobil Fathanah yakni Toyota FJ Cruiser hitam bernomor polisi B 1330 SZZ dan Alphard putih bernomor polisi B 53 FTI yang dibeli di dealer di Pondok Indah, Land Cruiser Prado hitam bernomor B 1739, serta sebuah Mercedes Benz.

[hhw]
++++++++++++++++++
Rabu, 08/05/2013 14:50 WIB

Suap Impor Daging

Ke Hotel Bersama Wanita, Fathanah: Kalau Ibu Telepon Bilang Saya di PKS

Ferdinan – detikNews

Jakarta – Tak hanya ditanya soal kedatangan Ahmad Fathanah ke kantor PT Indoguna Utama, Sahrudin sopir Fathanah juga ditanya mengenai kegiatan majikannya di malam hari.

Pertanyaan soal ini diajukan Bambang Hartono, pengacara terdakwa kasus suap kuota impor daging sapi, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

“Ini di BAP Anda tahu nggak pekerjaan Ahmad Fathanah apa saja dan kegiatannya waktu Anda mengantar?” tanya Bambang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (8/5/2013).

Bambang kemudian membacakan keterangan Sahrudin dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Februari 2013. Dalam keterangannya, Sahrudin mengaku pernah mengantarkan Ahmad Fathanah ke Hotel Kaisar, Jalan Duren Tiga, Jaksel sekitar pukul 02.00 WIB pada 16 Januari 2013.

Beberapa saat kemudian Fathanah diminta dijemput di basement hotel. Ada teman wanita yang ikut dalam mobil. Mobil kemudian menuju Hotel di Cikini.

“Tidak lama setelah menurunkan Ahmad di Hotel, Ahmad menelpon saya, mengatakan, ‘Alu (panggilan Sahrudin, red) kalau Ibu telepon bilang saya ada di DPP PKS’,” tutur Sahrudin seperti termuat dalam BAP.

Sekitar 40 menit kemudian, Sahrudin menjemput Fathanah dan wanita berpakaian biru di lobi hotel. Si wanita lebih dulu diantarkan pulang ke Rawamangun. Keduanya langsung pulang ke Depok.

Sahrudin membenarkan keterangan seperti dimuat dalam BAP oleh penyidik KPK. “Itu betul?” tanya Bambang. “Betul,” jawab Sahrudin. “Ceweknya cakep nggak?” tanya Bambang berkelakar. Sahrudin hanya tertawa, tidak menjawab.

Sebelumnya, PKS menegaskan Ahmad Fathanah bukan pengurus ataupun kader PKS. “Fathanah bukan pengurus bukan kader PKS. Dia pencatut nama PKS karena kenal secara pribadi dengan Pak Luthfi Hasan Ishaaq,” kata Ketua Bidang Humas PKS, Mardani Alisera, Senin (6/5).

Berikut petikan lengkap keterangan Sahrudin dalam BAP

“16 januari 2013 dini hari saya pernah mengantarkan Ahmad Fathanah ke Hotel Kaisar untuk menurunkan yang bersangkutan di Kafe Dangdut di basement Hotel Kaisar sekitar pukul 02.00 WIB. Saudara Ahmad Fathanah meminta saya untuk menjemputnya di basement, pada saat itu ada seorang wanita yang seingat saya berpakaian warna biru ikut masuk ke dalam mobil.

Dari Hotel Kaisar, saudara Ahmad Fathanah memerintahkan saya untuk mengantarkan ke sebuah hotel di daerah Cikini. Tidak lama setelah menurunkan Ahmad Fathanah di hotel, Ahmad menelpon saya, mengatakan, ‘Alu kalau ibu telepon bilang saya ada di DPP PKS’. Sekitar 40 menit menunggu Ahmad Fathanah bersama rekan wanitanya saya jemput dari lobi hotel dan kemudian kami mengantarkan wanita tersebut ke daerah Rawamangun, setelah mengantarkan wanita tersebut, saya dan Ahmad Fathanah pulang ke Depok”

(fdn/ndr)

About these ads

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: