Syahganda Nainggolan

Mantan aktifis ITB, operator Adi Sasono (mantan Menkop  kabinet Presiden BJ Habibie) dan terakhir adalah  Direktur Sabang Marauke Circle.

Syahganda Bantah Kelola @Triomacan2000

Tribunnews.com – Minggu, 23 September 2012 05:24 WIB
Share this
Share
 Text  +  
Syahganda Bantah Kelola @Triomacan2000
TRIBUNNEWS.COM/Rahmad Hidayat
Direktur Sabang-Merauke Circle, Syahganda Nainggolan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, membantah terlibat langsung atau tidak, mengelola akun twitter anonim @Triomacan2000 seperti dugaan kalangan tertentu.

Menurut Syahganda di Jakarta, Minggu (23/9/2012), dirinya bukan tipikal orang yang biasa menggunakan twitter untuk pendapat, analisa, dan komentar. Apalagi menggunakan nama atau dengan menyembunyikan identitas asli.

Untuk mengungkapkan pendapat publik, ia kerap mewakili institusi SMC atau mengatasnamakan lembaga resmi lainnya, yang sejauh ini dikomunikasikan dalam ruang terbuka dan melalui penyampaikan di media massa umum.

“Saya selalu membuka diri ke tengah khalayak, apakah itu sebuah kritik, penilaian, dan sebagainya,” jelas anggota dewan pengarah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Pusat ini.

Ia heran tuduhan terhadap dirinya tanpa dasar itu berkembang di berbagai akun twitter, tanpa mempertimbangkan latarbelakang obyektivitas serta pendekatan moral dari para penyebarnya.

Selain tak pantas, penyebutan asal-asalan itu bertolak belakang dengan karakternya selama ini.

Ia menegaskan menolak dikaitKan dengan keberadaan akun @Triomacan2000 tersebut. Pasalnya hal itu memang ibarat jauh panggang dari api yang sama sekali tak pernah terhubung dalam ikatan kerjasama, termasuk membuat pengelompokan dengan akun tersebut.

“Tuduhan yang meletakkan saya dalam barisan akun anonim itu merupakan isapan jempol belaka, dan seandainya masih ada pihak yang terus mengaitkan, berarti mereka sedang mengigau di siang bolong,” terang kandidat doktor ilmu kesejahteraan sosial Universitas Indonesia itu.

Ia menambahkan, lantaran tak begitu aktif dalam komunikasi antar pengguna twitter, maka akun pribadinya yaitu @syahganda telah lama nonaktif, selain akibat tidak terlalu hobi bertwitter di dunia maya.

 

++++++++++++++++++

dari situs : http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=9538&type=2#.VFivFvmUcrU

Syahganda Nainggolan

Latar Belakang Pendidikan

Syahganda di Drop-Out (DO) dari ITB dan Bekas Narapidana, Selepas dari penjara karena melakukan tindak kriminal di kampus ITB yaitu melakukan pemukulan terhadap polisi dan mengancam dosen dengan golok, Boleh tanya ke @fadjroel dan @pramonoanung serta para aktivis ITB angkatan 80-an, mereka tahu benar syahganda bukan aktivis 5 Agustus!

Latar Belakang Politik

Tumbangnya Orde Baru memberi ruang pada seluruh rakyat utk berdemokrasi  Maraknya partai politik menjadi harapan bagi syahganda menapak karier politik. Syahganda seketika berbenah, saat Habibie jadi presiden, terkenallah orang bernama Adi Sasono pada masa itu. Dan syahganda yang kebetulan satu alumni ITB sudah lama kenal dengan sang tokoh semakin merapat dengan mendukung Adi Sasono untuk mencalonkan diri jadi presiden jika  Habibie ditolak MPR.

Pada masa Habibie menjadi presiden, Adi Sasono yang saat itu sudah menjadi Menteri Koperasi menjadi orang kepercayaan presiden Habibie.Kesempatan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, Sebagai menkop dan orang kepercayaan Habibie, Adi sasono mendapat dana APBN yg tdk sedikit.

Masih ingatkah iklan Kompas 1 hal Adi Sasono for President pada akhir tahun 98 yang sangat menghebohkan itu?http://groups.yahoo.com/group/gosip-politik/message/2531

Kerja politik syahganda makin intens dan zigzag demi utk melicinkan jalan Adi Sasono yang mereka percaya bakal jadi presiden kalau ORBA tumbang. Maka dibentuklah Ormas Daulat Rakyat dengan ketuanya Cacuk Sudaryanto dirjen koperasi saat itu dengan memakai dana JPS dan KUT sebesar 7 T ! Fantastis bukan ?

Pada Pemilu 1999 Ormas Daulat Rakyat ini menjelma menjadi PARTAI DAULAT RAKYAT (PDR)  Dapat dibayangkan Adi Sasono yang menjadi Menteri Koperasi mndapat uang Rp 24 triliun dan membengkak menjadi 80 triliun punya partai.

Syahganda dipercaya sebagai salah satu yang mendistribusikn uang tersebut. Melalui pembentukan koperasi-koperasi  fiktif untuk menyalurkn Dana tanpa kolateral itu, Syahganda Panen Besar !!!

Dan seperti kita duga, ada sekitar lebih dari Rp 7 triliun dana JPS dan KUT tersebut  yang tidak bisa  dipertanggung jawaban alias dikorupsi.

Rontok Habibie, rontok juga Adi Sasono. Namun bukan Syahganda kalau tdk bisa menjilat ludah dan bermanuver. Dengan uang hasil korupsi Jaring Pengaman Sosial (JPS) dengan kawannya sesama penjilat yang lain mereka membentuk Partai Merdeka tetap dengan Adi Sasono sebagai patron.

Pada tahun 2004 Syahganda menjadi Caleg Partai Merdeka dari DAPIL Tangerang dan yakin lolos ke Senayan karena mereka sudah membentuk Ormas Buruh yaitu PPMI.

Sempat Jumhur Hidayat sekarang kepala BNP2TKI berantem dengan Syahganda gara-gara uang JPS tersebut . Wardah Hafidz dari UPC pernah secara gamblang mengemukakan tentang

penyalah gunaan dana JPS (Jaringan Pengaman Sosial) dalam kerangka politik uang (money politics) dan dana sebesar Rp.200 milliar dari Departemen Koperasi dipakai untuk kampanye PDR .

Syahganda  dalam Rezim Habibie, lebih gila lagi. Bersama Eggi Sujana dan Jumhur Hidayat, menjadi tulang pungung militer (kostrad) membentuk PAM SWAKARSA. Tujuannya dibentuknya PAM SWAKARSA untuk berhadapan dengan aktivis prodemokrasi dan mahasiswa. Gilanya, mereka rela dibayar utk membunuh. (Baca buku Kivlan Zen).

(http://www.mail-archive.com/kuli-tinta@indoglobal.com/msg01395.html  dan http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/05/17/0035.html )

Merasa sudah saatnya lepas dari baying-bayang  Adi Sasono, Syahganda  membentuk Ormas Gaspermindo dengan menghidupkan Partai Serikat Islam bersama dengan Ferry Juliantono.  Sudah bisa diduga nasibnya partai serikat islam pada pemilu sama guremnya, hanya sebagai alat dagangan dan transaksi saja.

Ketika SBY menjadi presiden, sebagai kolaborator Tentara, Syahganda mendekati Sugiharto yang saat itu menjadi Menteri BUMN, Syahganda loncat partai lagi ke PPP agar dekat dengan Menteri.

Perjuangan menjilat dan menjadi kutu busuk yang loncat-loncat partai tidak sia-sia, Syahganda mendapat jatah sebagai Komisaris di Pelindo dari rezim SBY.

Tetapi yang lucunya dasar manusia bayaran dan murahan, sebagai manusia psikopat dan ambisius Syahganda bukannya ikut membesarkan PPP yang telah memberikan jabatan di pelindo tetapi Syahganda loncat lagi ke Partai Golkar. Partai yang sangat dimusuhi para aktivis saat itu dengan slogan Golkar Baunya.

Lagi-lagi, terlahir sebagai pecundang, Syahganda pun tidak lolos menjadi Anggota DPR partai Golkar lewat Dapil Bogor. Syahganda kembali jadi manusia bayaran sejati, bergabung dengan Hariman Siregar sebagai kacungnya. Tujuannya mngumpulkn massa islam sekadar untuk demo-demo.

Dari Lautze (tempat Hariman Siregar) Syahganda pun dekat dengan mantan Kapolda DKI Nugroho Jayusman. Dan dari sanalah mereka membentuk ormas FPI untuk berhadapan dengan aktivis dan kepentingan-kepentingan bayaran lainnya.

Di pemerintahan SBY jilid 2, Syahganda kadung malu. Dia bersama beberapa kawannya, mendirikan LSM Sabang Merauke Circle (SMC).Darimana duit untuk mendirikan SMC tersebut? Ya dari hasil Memeras Konglomerat Chairul Tanjung (CT) dan menipu si abang Sudi Silalahi, sampai dikenal di kalangan aktivis Syahganda Ruko. Tujuan SMC sebenarnya tetap sama, untuk mengancam pihak-pihak yang diduga terlibat korupsi. Dengan harapan dilirik SBY untuk  dijadikan menjadi salah satu anggota kabinet.

Menjadi Kepala BPN adalah cita-citanya, tapi dia juga tidak segan untuk menjadi Kepala BNP2TKI dengan menjegal Jumhur.

Jadilah dia seperti sekarang ini. Membuat media social dengan nama @TrioMacan2000 dengan mempekerjakan junior-juniornya, kerjanya akun @TrioMacan2000 memberitakan opini lebih tepatnya fitnah bagi seseorang yang menjadi target opersi mereka.

Pernah baca kultwit @Triomacan2000 tentang TPPI dan pemerasan adik @hattarajasa terhadap pengusaha? Itu semua di desain tim mereka. Kalo TPPI sengaja dikultwit @TrioMacan2000 untuk menghantam Amir Sambodo Dirut TPPI yang notabene adalah stafsus Hatta Rajasa untuk memberi peluang admin @TrioMacan2000 yang lain (Abdul Rasyid) yang juga “stafsus” Hatta Rajasa lebih berperan dan dipercaya menteri tersebut.

Dengan dapat menyingkirkan Amir Sambodo maka jalur informasi di kantor Menko Ekuin dan juga pengaruh ke Hatta Rajasa dapat dengan mudah dipantau syahganda.Sementara dengan adik Hatta karena pembagian yang tidak merata di terima Syahganda sebagai makelar proyek.

Demikianlah sosok Syahganda sebagai Koordinator lapangan akun Triomacan2000 dan penerima data pertama dari Nugroho Djayusman. Inisial #Nagabonar = Syahganda Nainggolan Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC).

 

About these ads

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: