Munarman

maman_bengepMunarman
Komandan Preman FPI
Mantan direktur YLBHI

++++++
Sumber Majalah Tempo 21 Februari 2011
Link : http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2011/02/21/LU/mbm.20110221.LU136002.id.html
MUNGKIN untuk menunjukkan ancamannya serius, Front Pembela Islam menggelar unjuk rasa, Jumat pekan lalu. Temanya sama: “Bubarkan Ahmadiyah atau Revolusi”. Toh, seruan revolusi itu hanya dihadiri kurang dari seribu orang. Mereka berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia selepas salat Jumat.

Tokoh ulama perwakilan dari FPI, Forum Umat Islam, dan Hizbut Tahrir Indonesia bergiliran berpidato di atas mobil bak terbuka. Sekretaris Majelis Syuro Front, Misbahul Anam, memberi waktu hingga 1 Maret bagi pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah. “Jika lewat, kami akan mengerahkan massa untuk revolusi,” katanya.

Mampukah Front menggalang revolusi? Kecuali ada keajaiban: mustahil. Didirikan pada 17 Agustus 1998 di Pesantren AlUm, Kampung Utan, Ciputat, Jakarta Selatan, Front sejauh ini bergerak di pelbagai kepentingan. Operasinya merentang dari menyerang tempattempat hiburan hingga memberikan tekanan politis. Pada 1999, misalnya, organisasi ini menyerukan peno-lakan perempuan menjadi presiden-jelas ditujukan buat Megawati Soekarnoputri, yang ketika itu banyak diunggulkan menjadi presiden.

Meski awalnya disokong sejumlah perwira polisi dan militer, menurut sejumlah sumber, Front tak memiliki sumber daya yang cukup. Anggota aktif organisasi ini diperkirakan sekitar 50 ribu orang di seluruh Indonesia. Petinggi Front mengklaim memiliki cabang di 30 provinsi.

Menurut seorang peneliti yang mengamatinya secara dekat selama empat tahun, Front merupakan organisasi lobi yang lebih banyak bertujuan memperkuat nilai tawar mereka di kalangan elite. “Mereka selalu mencari peluang untuk meningkatkan pengaruh dan memperluas jaringan, khususnya pada elite politik,” ujar sang peneliti, yang memilih tidak mau disebutkan namanya.

Isu pembubaran Ahmadiyah, dinilai peneliti itu, bisa menarik simpati sebagian umat, organisasi besar, juga partaipartai berbasis massa Islam. Selain itu, isu ini bisa meningkatkan posisi tawar Front terhadap pemerintah. “Rizieq mengatakan, kalau Ahmadiyah dibubarkan, FPI akan dukung SBY-satu tawaran yang pasti dipikirkan Presiden,” katanya.

Menurut sang peneliti, Front awalnya didukung secara finansial dan logistik oleh beberapa perwira polisi. Meski begitu, menurut sejumlah pensiunan perwira, Front kini makin lepas dari kontrol mereka. Front mulai mengembangkan misi, tujuan, dan jaringan yang independen. Pada tingkat daerah, kata sang peneliti, hubungan FPI dengan polisi lokal sering sangat dekat.

Elite FPI juga tergolong semakin mapan. Peneliti itu menganggap penting masuknya Munarman. Memiliki kantor pengacara Munarman, Do’ak, and Partners, bekas Ketua Lembaga Bantuan Hukum Palembang itu memegang klien penting. Di antaranya PT Indocopper Investama ketika menghadapi gugatan masyarakat Amungme, Papua, Desember lalu.

Indocopper merupakan perusahaan yang dulu dimiliki Grup Bakrie, yang kemudian menjualnya ke Nusamba milik pengusaha Bob Hasan. Belakangan Bob menjualnya kembali ke PT Freeport Indonesia. Bersama Freeport McMoran, induk perusahaan tambang emas ini, Indocopper dan Freeport Indonesia digugat penduduk asli Papua itu. Belakangan, Mahkamah Agung memenangkan Freeport dan Indocopper.

Dihubungi untuk diwawancarai, Munarman mengatakan tidak ingat menangani perusahaan asal Amerika Serikat itu. “Saya sudah lama tidak aktif di kantor hukum,” katanya. Adapun soal perkembangan organisasi, Rizieq Shihab menolak menerima wawancara.

+++++++++++++++++++
Sumber : Politikana
Link : http://politikana.com/baca/2011/02/17/munarman-jadi-pengacara-perusahan-tambang.html
Munarman Jadi Pengacara Perusahan Tambang? 71

Menarik +10 adi2001 adi2001

Kamis, 17 Feb ’11 08:12, dibaca 1310 kali

Munarman. Sebuah nama yang fenomenal akhir-akhir ini. Selepas dari YLBHI, beliau aktif di sebuah organisasi Islam. Ia pun lantang menyuarakan kritik terhadap Amerika Serikat (USA). Salah satunya adalah terkait dengan Namru. “Dino Patti Djalal patut dipertanyakan karena dia mendukung kerjasama laboratorium Indonesia-AS. Seorang jubir presiden menjadi intelijen asing,” ujar Munarman seperti ditulis di detik.com dan ditulis lagi di blog ini.

Namun betapa terkejutnya ketika membaca berita di sini. Dalam berita itu dituliskan bahwa Munarman, Do’ak & Partner adalah kuasa hukum dari PT Indocopper Investama. Siapa PT Indocopper Investama? PT Indocopper Investama adalah salah satu pemegang saham PT Freeport. Sumber di sini. Kita semua paham bahwa bicara mengenai kepentingan AS di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Freeport di Indonesia.

PT Indocopper Investama sendiri adalah perusahaan tambang milik Group Bakrie. Entah mengapa begitu membaca perusahaan tambang milik Group Bakrie tiba-tiba jadi teringat kasus Lapindo di Sidoarjo? Ya, semburan lumpur Lapindo telah menyengsarakan kehidupan warga Porong, Sidoarjo hingga kini.

Kembali ke Munarman. Beberapa waktu yang lalu PT. Freeport dan juga PT Indocopper Investama digugat dalam kasus sengketa tanah ulayat (Sumber : Suku Amungme Papua Menggugat PT. Freeport US $ 30 Milyar). Andaikan benar bahwa Munarman menjadi kuasa hukum PT. Indocopper, saya jadi ga habis pikir, mengapa seorang Munarman yang lantang meneriakan anti AS ternyata tidak merasa risih menjadi kuasa hukum perusahaan tambang yang memiliki saham di PT. Freeport?

Apa yang sedang terjadi sembenarnya?
l l l

+++++++++++

Komnas HAM: Siram Air ke Tamrin, Munarman Tidak Siap Berdemokrasi

  • Penulis :
  • Zico Nurrashid Priharseno
  • Jumat, 28 Juni 2013 | 13:36 WIB
Munarman menyiram secangkir air ke wajah Tamrin Amal Tomagola, saat keduanya hadir sebagai narasumber pada acara Apa Kabar Indonesia Pagi yang disiarkan langsung oleh TVOne, Jumat (28/6/2013). | useetv.com

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi penyiraman air minum oleh Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman ke wajah sosiolog sekaligus guru besar Universitas Indonesia, Tamrin Amal Tomagola, sangat disayangkan oleh berbagai pihak. Komnas HAM menilai, Munarman tidak siap untuk berdemokrasi.

“Ini menunjukkan kalau dia (Munarman) tidak siap untuk berdemokrasi,” kata Komisioner Bidang Koordinasi Sub Komisi Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Roichatul Aswidah, di Kantor Komnas HAM, Jumat (28/6/2013).

Akan tetapi, Roichatul tidak dapat memberikan komentar lebih dalam atas aksi penyiraman tersebut karena ini merupakan permasalahan personal yang tidak masuk ke dalam permasalahan lembaganya. Akan tetapi, lanjutnya, kecenderungan tindak kekerasan di Indonesia sudah saatnya harus dihentikan.

Meski demikian, Roichatul mengatakan, menindak aksi kekerasan tidak harus mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ormas. Menurutnya, untuk penindakan tersebut, telah ada aturan hukum yang berlaku.

“Itu yang saya katakan, tapi itu tidak bisa menjustifikasi RUU Ormas harus disahkan karena kekerasan itu sudah memiliki instrumen KUHP. Bahwa negara kita harus tegas tehadap kekerasan oleh organisasi dan individu,” ujarnya.

Munarman menyiram wajah Tamrin Amal Tomagola saat acara talk show yang disiarkan langsung oleh TV One, Jumat pagi tadi. Kejadian ini bermula adanya perbedaan pendapat antara keduanya tentang sweeping yang kerap dilakukan ormas-ormas terhadap tempat hiburan malam pada saat menjelang puasa dan Lebaran.

Saat Munarman bicara, Tamrin memotong ucapan Munarman sambil menunjuk wajah Jubir FPI tersebut. Tiba-tiba saja, Munarman mengambil gelas berisi air di depannya dan menyiramkan isinya ke wajah Tamrin.

Aksi Munarman ini langsung menghebohkan para pengguna Twitter. Sejumlah pengguna Twitter langsung berkicau mengecam tindakan tidak terpuji ini. Bahkan, ada yang menyebar foto dan video saat insiden penyiraman terjadi.

Selain itu, muncul hashtag yang bertuliskan #TangkapMunarman pada media sosial tersebut. Menanggapi perlakuan yang diterimanya oleh Munarman, Tamrin mengaku tidak ingin ambil pusing, ia mengatakan agar masyarakat yang menilainya. “Saya tidak mau melayani preman,” ujarnya.

Editor : Ana Shofiana Syatiri
++++++++++++++
About these ads

Post a Comment

Required fields are marked *

*
*

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: